Share
Siloam Hospitals Asri Resmikan Klinik Komprehensif Kandung Kemih dan Dasar Panggul
Hanna Christi Dwimei
30 June 2026

Satu dari delapan perempuan Indonesia mengalami gangguan kandung kemih. Berlandaskan hal tersebut, Siloam Hospitals Asri meresmikan Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic dengan berbagai fasilitas unggul.


Gangguan kandung kemih dan dasar panggul menjadi salah satu masalah kesehatan yang terkadang tidak terdiagnosis bahkan tidak ditangani secara optimal. Menanggapi fenomena tersebut, pada 29 Juni 2026, Siloam Hospitals Asri secara resmi memperkenalkan Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic yang dikhususkan untuk memberi pelayanan, penanganan, dan rehabilitasi gangguan kandung kemih serta dasar panggul pada perempuan maupun laki-laki.

Lebih jauh perihal pelayanan ini, Siloam Hospitals Asri turut memudahkan pasien dengan menghadirkan pelayanan terpadu satu pintu yang memadukan beberapa disiplin ilmu seperti Urologi, Female Functional Urology & Neurourology, Rehabilitasi Medik, Pelvic Floor Physiotherapy, Neurologi, Radiologi, Akupuntur, hingga keperawatan terlatih. Tidak hanya itu, dalam rangka meningkatkan pelayanan dan hasil yang memuaskan, Siloam Hospitals Asri turut memiliki tindakan bedah robotik yang mendukung para dokter untuk melakukan tindakan yang lebih presisi serta visualisasi yang lebih jelas.

Siloam Hospitals

Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang gangguan kandung kemih dan dasar panggul, Siloam Hospitals Asri melalui Prof. dr. Harrina Erlianti Rahardjo, Sp.U (K), Ph.D. menjelaskan perbedaan penyebab pada laki-laki dan perempuan.

“Jenis kelamin memegang peranan, karena laki-laki memiliki prostat, sedangkan perempuan tidak memiliki, hal itu menjadi pembeda. Pada golongan inkontinensia urine, kalau laki-laki, kita mencurigai karena pembesaran prostat yang jinak atau bahkan kanker prostat. Tapi kalau perempuan, kita mungkin lebih mencurigai hal lain, misalnya ada turun peranakan atau turun organ dalam karena baru melahirkan atau mulai ada menopause. Hal itu sangat berperan. Usia juga menyebabkan banyak sekali perubahan di kandung kemih, membuat sensitifitas kadang-kadang meningkat. Maka akan lebih sering buang air kecil dan susah menahan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, melihat tren kopi atau green tea yang terus berkembang di tengah masyarakat, dr. Fina Widia, Sp.U (K), turut menjelaskan bahwa sesuatu yang kita konsumsi juga memengaruhi jumlah urine yang diproduksi.

“Kopi secara umum memang mengandung kafein, perlu diingat bukan hanya kopi sebenarnya, green tea, cokelat, dan ini tidak hanya dalam bentuk minuman. Jadi kalau makanannya mengandung kafein, dapat memiliki efek yang sama. Sifatnya diuretik, membuat seseorang menghasilkan urine lebih banyak. Kalau asupannya banyak, produksi urinenya banyak. Sehingga kalau banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein, akan meningkatkan produksi urine.”

Oleh karena itu, untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat, masyarakat tentu harus menyadari bahwa gangguan kandung kemih dan dasar panggul bukan sesuatu yang normal. Sehingga ketika proses berkemih sudah melewati batas wajar, sangat dianjurkan untuk melakukan proses pengobatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.