Cara Seru Mengadakan Acara Halloween di Rumah Saja

Relationship28 October 2020

By Listya Manopo

Cara Seru Mengadakan Acara Halloween di Rumah Saja

Bosan menghadapi masa karantina? Coba trik-trik mengadakan acara Halloween di rumah seperti di bawah ini.


Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia turut keranjingan merayakan Halloween di mana itu bisa menjadi kesempatan untuk berdandan dan memakai kostum untuk menjadi sebuah persona yang sangat berbeda entah itu sebagai makhluk-makhluk halus ataupun tokoh-tokoh atau profesi tertentu.

Namun, di masa pandemi ini, tidak disarankan untuk bertemu dengan banyak orang apalagi berkumpul. Bagaimana mensiasatinya? Anda masih bisa melakukan acara Halloween mandiri di rumah dengan anggota keluarga inti. Simak tipsnya di bawah ini.

1. Bioskop Outdoor

Pengalaman menonton film tidak hanya bisa didapat dari bioskop di mal-mal saja. Pasang layar manual dari seprai atau gorden putih di luar rumah dan proyeksikan film yang ingin ditonton melalui gadget kesayangan Anda. Pssst, jangan lupa pilih film bergenre horor.


2. Camping di Halaman Rumah

Agar rasa kekeluargaan tetap terjaga, dirikan tenda kecil di halaman rumah dan habiskan malam Halloween Anda di dalamnya. Jangan lupa untuk menggelar kantong tidur dan juga memakai lotion anti nyamuk.

3. Tetap Memakai Kostum

Siapa bilang kostum Halloween harus dilewatkan begitu saja karena tidak bertemu dengan teman-teman? Tetap pakai kostum yang sudah Anda rencanakan, masih ada media sosial yang bisa Anda gunakan untuk memamerkan foto-foto seru Anda.


4. Makanan Ringan dan Minuman Segar

Tentunya tidak seru kalau acara mini ini tidak disertai dengan asupan makanan dan minuman. Tidak perlu repot dalam menyiapkannya, cukup sajikan camilan dan minuman yang bisa dinikmati bersama.

BACA JUGA: Upgrade Skill: 6 Platform Belajar Crafting dan Lifestyle di Kursus Online

5. Cerita Mistis

Untuk menambah suasana mencekam, cari beberapa cerita seram dari internet untuk dibagikan kepada keluarga. Namun, apabila Anda memiliki anak kecil, yakinkan mereka bahwa cerita itu hanya fiksi semata agar mereka tidak trauma.