Terinspirasi dari Cokelat, CRIO Ciptakan Pengalaman Makan yang Unik
Dewi Anggriani Siregar
03 November 2022

Di kawasan elite menteng, Anda akan menemui sebuah destinasi kuliner baru yang menghadirkan sajian aneka kreasi cokelat, tapas, serta koktail yang terinspirasi dari kekayaan lokal.


Adalah Chef Richie Pratadaja, pembuat cokelat kawakan asal Indonesia ini siap memanjakan lidah Anda dengan beragam menu menari dan tidak terlupakan. Sebelas tahun mengasah bakat memasaknya di Amerika Serikat, koki kelahiran Jakarta ini kembali ke Indonesia untuk membuka CRIO di Jalan Teuku Cik Di Tiro No.43. Chef Richie juga pernah bekerja sebagai baker di penginapan Bellagio Hotel yang ternama di Las Vegas serta pernah menjabat sebagai sous chocolatier di FIKA NYC.

Terinspirasi dari bahasa Portugis, “crio” berarti “untuk menciptakan”. Dari filosofi tersebutlah Chef Richie terus berinovasi dan menciptakan menciptakan sajian cokelat yang memikat dari keahlian yang dimilikinya.

Memiliki desain interior bernuansa elegan, CRIO sendiri mampu menampung 125 tamu di area makan utama, bar, serta dua ruang privat miliknya. Ruang Semi-VIP berkapasitas 18 orang, sedangkan Ruang VIP yang dilengkapi dengan papan interaktif berukuran 65 inci dapat menampung hingga 20 tamu. Kedua ruang tersebut dirancang untuk mengakomodasi rapat atau pertemuan kecil. Namun, jika ingin menggelar acara berskala besar, CRIO siap menerima pesanan untuk kelompok.

Di CRIO, Richie mengajak para pencinta makan untuk menikmati aneka kreasi cokelat mulai dari cokelat batangan, permen cokelat, hingga bonbon. Agar kreasinya lain dari pada yang lain, Richie menggunakan bahan-bahan lokal spesial, salah satunya adalah kluwak yang awam digunakan dalam penganan manis seperti cokelat.

Bonbon merupakan menu andalan di CRIO. Dalam studio cokelat yang terletak di sisi depan restoran, Richie biasanya meracik penganan cokelat khas Prancis sembari mempersilakan tamu untuk melihat lebih dekat melalui kaca. Di sini, tamu dapat melihat proses pembuatannya mulai dari mengaduk bahan, mencetak, hingga proses pengecatan yang dilakukan dengan tangan. Guna menghadirkan pilihan rasa yang distingtif, Richie melakukan riset untuk menemukan rasa khas bonbon yang tak ditemukan di tempat lain. Beberapa rasa khas yang tersedia di antaranya Hazelnut Bar - pasta kacang hazelnut bakar, kacang vanila, wafer renyah; Kalamansi Pie – adonan kalamansi, kue speculoos; dan Ivy - gel teh rosella, adonan yuzu, wijen hitam kluwak.

Menyediakan berbagai hidangan menu yang menarik, CRIO memiliki beberapa hidangan gurih yang mengadopsi format tapas dengan beragam tapas dengan sentuhan rasa lokal dan internasional. Beberapa tapas khas CRIO di antaranya, Balinese Octopus - cumi-cumi bakar, semangka yang dikempa, chimichurri paprika, gel mentol; Hidden Tuna - tuna miso tartare, keripik parmesan, gel apel, busa jeruk nipis; Cauliflower - kembang kol panggang, kacang mete dan dressing cokelat, aioli bawang putih; dan Beef Tartare - wagyu tenderloin, pasta jamur caper, keripik jamur, minyak truffle, gel jeruk lemon.

Selain sajian bergaya tapas, CRIO juga menawarkan pilihan hidangan utama, seperti Crispy Skin Salmon - salmon panggang, asparagus puree, saus jeruk, lentil du Puy, glazed vegetables; CCC43 - dada ayam sous vide, fondant kentang, kulit ayam renyah, glazed vegetables, kacang mete, dan saus cokelat; Lobster Mac & Cheese - saus keju homemade, daging lobster, bacon sapi/babi, jamur truffle, remahan kacang pistachio; dan sajian modern terinspirasi kuliner Indonesia: Soto Menteng - pipi sapi, kol bakar, bihun, keripik kentang, dan kuah khas CRIO. Seluruh hidangan gurih ini juga merupakan ide dari Richie dibantu oleh Chef de Cuisine William Cecario. William, yang pernah mendalami ilmu memasak kuliner Prancis,sebelumnya bekerja untuk Teatro Gastroteque, Bali dan beberapa hotel premium diPulau Dewata seperti Aryaduta dan Conrad.

Tidak hanya itu, CRIO juga dilengkapi dengan bar mewah di bawah pimpinan Angling Darma sebagai Head Mixologist dan menyajikan koktail-koktail terinspirasi cita rasa lokal serta pilihan spirit berkualitas tinggi. Sebelum bergabung dengan CRIO, Angling pernah bekerja di sejumlah restoran dan bar di Bali, seperti Room4Dessert di Ubud dan Home by Chef Wayan di Pererenan. Dia terkenal akan bakatnya mengimplementasikan rempah dan bumbu lokal Nusantara ke dalam kreasinya. Bar ini juga menyediakan sesi koktail dan bonbon pairing untuk pengalaman makan yang lengkap. Setiap akhir pekan, tersedia juga hiburan live music jazz dan blues.