Sering Tidur Terlambat atau Begadang, Hati-hati Efek Sampingnya

Wellness26 September 2021

By Venisa Ruth

Sering Tidur Terlambat atau Begadang, Hati-hati Efek Sampingnya

Selama ini, begadang atau tidak tidur semalaman penuh, merupakan salah satu aktivitas yang sering dikaitkan dengan kurang tidur, insomnia, dan berbagai gangguan tidur lainnya.


Tidak banyak yang menyadari, aktivitas begadang dapat memberikan efek yang kurang baik untuk kesehatan, walaupun ada pula dugaan bahwa begadang ternyata memiliki manfaat juga untuk Kesehatan.

1. Begadang memiliki manfaat dalam mencegah depresi

Menghabiskan waktu semalaman penuh dalam kondisi terjaga atau biasa disebut dengan begadang ternyata diduga dapat mencegah depresi. Bahkan, para ahli percaya bahwa begadang mungkin dapat meningkatkan suasana hati. Hal tersebut bisa saja terjadi karena kadar hormon serotonin, yaitu hormon bahagia, meningkat dalam darah.

2. Kulit tampak lebih tua

Berkebalikan dengan hormon pertumbuhan yang dilepas dalam jumlah lebih sedikit ketika begadang, kurang tidur membuat hormon kortisol (hormon stres) dilepaskan dalam jumlah yang lebih banyak. Hormon ini bersifat memecah kolagen pada kulit, padahal kolagen adalah protein yang membuat kulit lebih kencang dan elastis.

Kurang tidur akibat begadang juga dapat menyebabkan mata bengkak dan kulit menjadi pucat dan kusam. Kebiasaan begadang secara berkepanjangan akan menimbulkan efek kurang tidur kronis. Akibatnya, timbul garis-garis penuaan halus di wajah dan menjadikan kulit terlihat kusam.

3. Menjadi lebih pintar

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences mengungkapkan bahwa mayoritas anak yang cerdas terbiasa tidur larut malam dan bangun terlambat.

Sebenarnya begadang tidak akan membuat seseorang lebih pintar. Akan tetapi, jika seseorang begadang karena melakukan hal yang bermanfaat sampai larut malam, seperti belajar, membaca, menulis, maka hal ini tentunya membuat orang yang sering begadang menjadi lebih cerdas daripada mereka yang tidak begadang.

4. Meningkatkan risiko kematian

Sebuah studi menyatakan bahwa tidur yang hanya berdurasi lima jam, dapat meningkatkan risiko kematian sebesar dua belas persen. Peningkatan risiko ini berlaku untuk semua penyebab kematian, terutama kematian yang disebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Setelah mengetahui bahwa efek begadang, yang baik maupun buruk bagi tubuh, kini saatnya Anda berpikir lagi sebelum memutuskan untuk begadang. Oleh karena itu, usahakan untuk membayar hutang tidur Anda dan memenuhi kebutuhan tidur minimal tujuh jam setiap harinya.