Be part of the in-crowd to get the latest
luxury and lifestyle news delivered to your inbox.

Mengkonsumsi Makanan Laut Mentah Punya Dampak Baik dan Buruk, Apa Saja?

Wellness28 September 2021

By Rambu Moara

Mengkonsumsi Makanan Laut Mentah Punya Dampak Baik dan Buruk, Apa Saja?

Sebagian besar masyarakat Asia khususnya Asia Timur menyukai sajian makanan laut mentah dengan saus cocol seperti wasabi. Tapi, kenyataannya sering mengkonsumsi makanan laut mentah punya beberapa manfaat dan kerugian.


Sudah seharusnya makanan dimasak sebelum dikonsumsi, misalnya daging-dagingan telur, hingga sayuran. Namun pada banyak negara, mengonsumsi makanan setengah matang atau mentah bukan menjadi masalah. Misalnya, negara Jepang. Karena memiliki kualitas ikan yang segar dari laut dalam, makanan laut mentah menjadi icon wisata kuliner di Jepang. Atau ada juga makanan tradisional Hawaii, Poke yang berasal dari potongan ikan mentah dicampur bumbu, saus, dan sayuran.

Ada juga jenis makanan laut mentah yang terkenal selain dua makanan tadi yaitu Carpaccio dari Italia, Gravlax dari negara kawasan Eropa Timur, maupun hidangan ikan Haring dari Belanda. Tetapi, apakah mengkonsumsi makanan mentah aman bagi tubuh? Berikut manfaat dan kerugian mengkonsumsi makanan laut mentah dan cara untuk mengurangi resiko buruk karena rutin dikonsumsi.

Beberapa dampak baik mengkonsumsi makanan laut mentah seperti memperoleh nutrisi yang bisa menghilang ketika dimasak dari daging ikan mentah, tidak terjadi oksidasi yang biasanya dihasilkan saat menggoreng atau memanggang hingga tinggi asam lemak omega 3 yang sehat untuk tubuh seperti asam EPA dan asam DHA.

Sementara dampak baik tadi tidak menutup kemungkinan munculnya dampak buruk mengkonsumsi makanan mentah. Misalnya infeksi parasit yang hidup dalam daging ikan, seperti cacing hati, cacing pita, cacing gelang. Gejala utama yang timbul seperti sakit perut, bentol-bentol/ruam kulit, demam, hingga kehilangan nafsu makan.

Ada beberapa cara untuk mengurangi resiko terinfeksi bakteri dari makanan mentah, minyalnya mengonsumsi ikan yang telah dibekukan selama seminggu di suhu -20°C atau -35°C selama 15 jam. Membekukan makanan ini bertujuan untuk membunuh parasit yang hidup dalam ikan tersebut. Selain itu, ikan akan terasa lebih segar dengan kondisi dingin.

Anda juga perlu memeriksa keadaan ikan sebelum dikonsumsi, seperti tampilan ikan yang masih terlihat segar atau tidak, bau yang amis yang segar atau amis busuk dan tekstur daging ikan tersebut. Pastikan untuk membersihkan tangan sebelum dan sesudah membersihkan ikan agar parasit dari lingkungan tidak merusak kondisi ikan.

Ada juga teknik pengasinan yaitu dengan membaluri garam pada permukaan daging ikan, tetapi teknik ini tidak bisa diandalkan sepenuhnya.