Share
Mengenal Lebih Dalam Tradisi 'Chanoyu', Tradisi Minum Teh Asal Jepang yang Sarat Makna
Vina Meliana
10 February 2022

Jepang dikenal sebagai negara yang kental akan budaya dan tradisi turun temurun. Termasuk juga salah satunya tradisi menyeruput satu gelas teh hijau yang memiliki tata krama dan aturan tersendiri, terutama pada saat penyajian teh oleh tuan rumah untuk tamu. Tradisi ini lebih dikenal dengan sebutan Chanoyu.


Arti 'Chanoyu' sendiri diwujudkan dalam konsep ichi-go ichi-e (satu kali, satu pertemuan). Tradisi yang berasal dari Jepang ini sudah turun temurun ini difilosofikan sebagai satu pertemuan antara tuan rumah dengan tamu. Bukan sekedar minum teh biasa, Chanoyu merupakan tradisi minum teh jepang yang memiliki beragam aturan.

Ketika Chanoyu berlangsung, para tamu akan diarahkan pada ruangan khusus yang memiliki pintu kecil. Maka tamu harus menunduk ketika memasuki pintu tersebut. Alasan pintu dibuat kecil adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap tuan rumah.

Selain itu hal yang paling penting pada saat penyajian adalah jenis teh yang disajikan kepada tamu. Pada umumnya dalam tradisi Chanoyu ini, mereka biasanya menggunakan Teh hijau. Karena memiliki bermacam khasiat untuk tubuh, teh hijau menjadi minuman wajib bagi masyarakat Jepang.

Tidak hanya tuan rumah, tamu yang datang pun juga harus mempelajari tata krama Chanoyu ketika menyantap makanan kecil dan minum teh. Tamu yang hadir tidak boleh menggunakan perhiasan karena sebagai bentuk penghormatan dan menandakan bahwa antara tuan rumah dengan tamu sama derajatnya. Uniknya, tradisi ini bisa dilakukan pada kapan saja dan tidak ada aturan yang mengikat mengenai waktu.

Awalnya, istilah 'Chanoyu' ini diciptakan oleh Se No Rikyu. Ia berperan besar dalam menghadirkan tradisi minum teh ini. Menurutnya, terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan ketika upacara minum teh, seperti keharmonisan antara tamu, tuan rumah dan juga keharmonisan antara alam dan lingkungan.

Terdapat tiga istilah yang dipapar oleh Se No Rikyu pada tradisi Chanoyu yaitu Respect (Kei) atau kejujuran kepada orang lain, tanpa memandang pangkat atau status. Kemudian Purity (Sei) yaitu proses memurnikan diri sendiri secara mental dan memurnikan pikiran. Dan yang terakhir yaitu Serenity (Jaku) yang artinya memperoleh tiga prinsip pertama kedamaian batin yang datang dari perbuatan.

Dari tiga prinsip yang diajarkan oleh Se No Rikyu ini menandakan bahwa tradisi Chanoyu lekat pada tata krama saat mengkonsumsi teh antara tuan rumah dengan tamu. Walaupun mengikat banyak aturan dalam tradisi minum teh ini, namun hadirnya tradisi ini memiliki makna sebagai sebuah 'Pertemuan Berharga'. Oleh karena itu, kita harus menghargai suatu pertemuan dengan orang lain melalui tradisi Chanoyu ini.