Kiat Menghindari Toxic Productivity Dalam Kehidupan Sehari-hari

Relationship11 October 2021

By Annisa Indah

Kiat Menghindari Toxic Productivity Dalam Kehidupan Sehari-hari

Apakah Anda sering merasa harus senantiasa melakukan hal yang produktif, bahkan merasa rebahan dan bersantai justru merasa waktu Anda terbuang sia-sia? Walaupun semangat untuk produktif merupakan perilaku yang layak mendapat acungan jempol, namun harus diwaspadai apakah sudah berada di ambang toxic productivity, yang akan menuju ke burnout atau kelelahan bekerja.


Memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang positif dan produktif adalah hal yang baik. Produktivitas yang baik adalah produktivitas yang memberimu waktu untuk beristirahat, dan pada saat yang bersamaan, mendorongmu untuk mencapai tujuan dengan cara yang sehat.

Namun ketika bekerja sampai mengesampingkan istirahat diri atau quality time dengan teman dan keluarga, hal ini menjadi hal yang kurang baik bagi kesehatan fisik dan mental Anda. Dilansir dari Riliv sebagai penyedia layanan aplikasi meditasi dan konseling online, toxic productivity memunculkan rasa bersalah ketika tidak mengerjakan sesuatu, yang jika senantiasa dituruti, akan berujung pada burnout.

Burnout atau stres berat menyerang seseorang karena terlalu bekerja sangat keras. Kondisi ini mengancam kesehatan mental terutama di kalangan kawula muda dengan motivasi dan ambisi bahwa jika ingin sukses harus rajin bekerja. Solusinya, perlu ada keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan supaya quality time bersama orang-orang terdekat tetap terjaga. Berikut adalah beberapa kiat agar terhindar dari toxic productivity:

1. Menerapkan batasan yang jelas
Agar hal-hal penting lain dalam hidup tidak tergusur oleh pekerjaan yang terus menggebu-gebu, harus menentukan dan menerapkan batasan-batasan untuk diri sendiri, dan konsisten untuk menepatinya. Bentuk batasan itu contohnya:
• Tidak boleh bekerja selama tiga jam tanpa diselingi break
• Harus quality time dengan keluarga di minggu ini
• Harus tidur cukup selama 8 jam setiap hari

2. Mampu melakukan “professional detachment”
Walaupun pekerjaan terasa menjadi hal yang terpenting dan paling mendesak saat ini, jugalah penting untuk dapat melepaskan diri agar dapat menjaga kesehatan fisik dan mental Anda, juga menjalankan tanggung jawab Anda sebagai orangtua, pasangan, teman, anak, dan sebagainya.


3. Praktikkan mindfulness

Mindfulness dapat membantumu berhubungan dengan dunia dengan cara yang lebih sehat. Melalui mindfulness, kamu akan lebih mudah untuk menyadari apa yang dibutuhkan oleh tubuh dan pikiranmu. Cobalah untuk meditasi agar pikiran Anda mendapatkan kejernihan.