Lebih dari sekadar wewangian, rutinitas kecantikan kini berkembang menjadi pengalaman sensorik yang personal—di mana aroma, tekstur, dan emosi berpadu dalam satu ritual harian.
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kecantikan mengalami pergeseran menarik. Tidak lagi hanya berfokus pada hasil akhir, banyak orang kini mencari pengalaman yang lebih menyeluruh—sebuah ritual yang melibatkan indera, emosi, dan identitas diri. Salah satu tren yang semakin berkembang adalah teknik layering parfum, yaitu mengombinasikan berbagai produk beraroma untuk menciptakan signature scent yang unik dan lebih tahan lama.
Teknik ini tidak hanya soal mencampur parfum, tetapi juga membangun lapisan aroma dari berbagai produk pendukung seperti body lotion, oil, hingga hair mist. Hasilnya adalah wangi yang terasa lebih personal, lebih intim, dan memiliki dimensi yang lebih kaya. Dalam praktiknya, layering memungkinkan seseorang untuk “memakai” suasana hati—mulai dari segar dan ringan di pagi hari hingga hangat dan sensual di malam hari.
Seiring meningkatnya minat terhadap layering, kebutuhan akan produk yang mampu menunjang ritual ini pun ikut berkembang. Konsumen kini tidak hanya mencari pelembap tubuh, tetapi juga produk yang dapat memperkuat karakter parfum yang mereka gunakan. Di sinilah body care mulai mengambil peran yang lebih penting—bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian integral dari keseluruhan pengalaman wewangian.

Memahami perubahan ini, Raisa melalui brand kecantikannya menghadirkan pendekatan layering yang lebih menyeluruh lewat penggunaan perfumed body lotion. Produk ini dirancang untuk menjadi dasar dalam rutinitas parfum sehari-hari—menggabungkan manfaat hidrasi kulit dengan fungsi memperkuat aroma.
Perfumed body lotion ini memiliki formula ringan, cepat meresap, dan tidak lengket, sehingga nyaman digunakan sepanjang hari. Lebih dari sekadar melembapkan, lotion ini membantu “mengikat” aroma parfum agar lebih tahan lama dan memiliki proyeksi yang lebih baik.
Menariknya, aroma yang dihadirkan selaras dengan lini Eau de Parfum yang sudah ada, sehingga menciptakan pengalaman layering yang seamless. Produk ini dapat digunakan sendiri untuk kesan wangi yang lebih lembut dan dekat dengan kulit, atau dipadukan dengan parfum untuk hasil yang lebih intens.
Dalam peluncuran perdananya, terdapat dua varian yang merepresentasikan mood berbeda. She Blooms hadir dengan karakter fresh, floral, dan playful—memberikan kesan segar dan penuh energi. Sementara itu, About Her menawarkan nuansa gourmand, spicy, dan warm yang terasa lebih lembut, romantis, dan sensual.
Untuk hasil optimal, teknik layering menjadi kunci. Lotion sebaiknya diaplikasikan pada kulit yang sedikit lembap, terutama di area pulse points. Setelah meresap, parfum dapat disemprotkan di area yang sama tanpa digosok, agar molekul aroma tetap utuh dan bertahan lebih lama.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa wewangian kini bukan lagi sekadar sentuhan akhir, melainkan bagian dari ritual yang lebih personal. Dengan layering yang tepat, setiap individu dapat menciptakan aroma khas yang tidak hanya bertahan lebih lama, tetapi juga merefleksikan suasana hati dan karakter diri.





