Perancang Busana Jepang Kenzo Takada Meninggal Dunia Akibat COVID-19

Fashion05 October 2020

By Rizka Putri Sonia

Perancang Busana Jepang Kenzo Takada Meninggal Dunia Akibat COVID-19

Perancang busana asal Jepang Kenzo Takada menutup usia akibat komplikasi COVID-19.


Desainer Jepang-Prancis ini dikonfirmasi meninggal dunia pada Minggu, 4 Oktober di Rumah Sakit Amerika, Neuilly-sur-Seine, Paris.

Sebelumnya, juru bicara Rumah Mode Kenzo telah mengonfirmasi hal ini. Namun, tidak memaparkan dengan jelas terkait penyebab kematiannya. Melalui rilis, juru bicara merek mewah K3 milik Takada kemudian mengonfirmasi bahwa Takada Kenzo meninggal dunia akibat komplikasi COVID-19.

"Dengan kesedihan mendalam, merek K-3 mengumumkan telah kehilangan direktur artistik kenamaan, Kenzo Takada. Perancang terkenal dunia itu meninggal pada 4 Oktober 2020 karena komplikasi terkait Covid-19 pada usia 81 tahun di Rumah Sakit Amerika, di Neuilly-sur-Seine, Perancis," tulis juru bicara tersebut melalui rilis resmi yang dikutip dari CNN.

Melalui unggahan akun Instagram resminya, Rumah Mode Kenzo juga menyampaikan berita duka akan sosok penemu dari brand mereka.

Berita meninggalnya Takada Kenzo pada panghujung Paris Fashion Week ini sangat mengejutkan para fashion enthusiasts. Pasalnya, Rumah Mode Kenzo turut berpartisipasi dalam pekan mode fesyen Paris kali ini dengan meluncurkan koleksi bertema lebah untuk musim semi dan musim panas 2020/2021.

Kendati Takada telah pensiun dari rumah mode yang dibangunnya itu pada tahun 1999 lalu untuk berfokus mengejar kariernya di bidang seni, Kenzo tetap menjadi salah satu nama perancang busana yang cukup dihormati dalam industri fesyen Paris. Sejak tahun 1993, merk Kenzo telah ia jual untuk menjadi bagian perusahaan barang mewah LVMH (Moët Hennessy Louis Vuitton) seharga USD 80 juta pada waktu itu.

Direktur artistik dan desainer Rumah Mode Kenzo, Felipe Oliveira Baptista mengatakan bahwa Takada merupakan sosok yang penuh energi dan selalu menularkan semangatnya pada orang lain.

"Energi, kebaikan, bakat, dan senyumnya luar biasa menular," katanya, saat mengumumkan koleksi terbaru Kenzo untuk musim semi dan musim panas 2020/2021, Rabu 30 September lalu.

“Semangatnya akan hidup dalam jiwa keluarga selamanya,” tambahnya.

Kenzo merupakan seorang desainer yang terkenal menciptakan rancangan dengan warna-warna berani bernuansa hutan dan estetika. Inspirasi tersebut ia dapatkan melalui perjalanannya ke seluruh dunia.

Takada Kenzo sendiri dilahirkan pada 27 Februari 1939 di Himeji, Prefektur Hyogo di Jepang. Ia lahir dari keluarganya yang merupakan pebisnis hotel dan mulai mencintai dunia fesyen setelah membaca majalah mode milik adik perempuannya.

Takada mempelajari fesyen secara lebih dalam di Bunka College of Fashion, Tokyo, dan sempat bekerja di Jepang sebelum memutuskan untuk pindah ke Paris di tahun 1965 guna menjadi desainer lepas.

Pada tahun 1970, ia menggemparkan Paris dengan debutnya sebagai seorang desainer. Ia mengambil alih sebuah butik saat itu yang kemudian menjadi cikal bakal Rumah Mode Kenzo saat ini. Dalam rancangannya, ia banyak diinspirasi oleh adegan hutan dalam lukisan Henri Rousseau yang kemudian Kenzo gabungkan dengan gaya khas Asia.

BACA JUGA: David Beckham dan Victoria Diam-diam Terinfeksi Covid-19 Usai Berpesta di LA

Kenzo memiliki banyak kontribusi terhadap dunia fesyen. Ia menghilangkan ritsleting untuk membuat kebebasan siluet busana. Sosoknya selalu memperjuangkan estetika baru dalam bentuk abstrak dan warna cerah. Gaya busananya mayoritas diinspirasi oleh perpaduan budaya antara Barat dan Timur, yang menjadi wilayah tempat tinggal dan asalnya; Paris dan Jepang.

"Kenzo Takada sangat kreatif; dengan kejeniusannya, dia membayangkan sebuah cerita artistik dan penuh warna yang menggabungkan Timur dan Barat - asalnya Jepang dan hidupnya di Paris," ujar CEO dari merek barang mewah K3 Jonathan Bouchet Manheim pada sebuah peluncuran bulan Januari lalu.