Be part of the in-crowd to get the latest
luxury and lifestyle news delivered to your inbox.

Demi Mensejahterakan Anak, Dua Aktor Ini Bergabung Dengan UNICEF

Profile03 February 2022

By Vina Meliana

Demi Mensejahterakan Anak, Dua Aktor Ini Bergabung Dengan UNICEF

Kekerasan dan ketidakadilan terhadap anak kerap terjadi hingga saat ini. Mereka membutuhkan organisasi yang dapat menaungi dan mensejahterakan hak anak. Oleh karena itu, UNICEF hadir untuk menaungi dan memberantas tindak kekerasan anak.


United Nations International Children's Emergency Fund atau yang biasa disingkat UNICEF ini mempunyai tujuan untuk melindungi dan mensejahterakan anak anak. Oleh karena itu, menjadi perwakilan dari UNICEF ini tentu bukan hal yang mudah. Kandidat yang berhasil masuk harus menjalankan tugasnya untuk mendalami anak.

Di Indonesia sendiri sudah ada dua aktor yang bergabung untuk menjadi bagian dari UNICEF. Mereka memiliki tugas yang sesuai dengan misi UNICEF untuk mensejahterakan anak-anak.

Ferry Salim

Aktor senior Ferry Salim merupakan orang pertama yang bergabung ke dalam organisasi UNICEF. Pria kelahiran 1967 ini tidak hanya handal dalam akting di film, namun ia juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Hal tersebut terbukti dengan pengabdiannya untuk membantu penanganan anak di Indonesia.

Pertama kalinya Ferry dinobatkan sebagai duta Nasional pada 2004 lalu. Ia terlibat aktif dalam kampanye nasional mewakili UNICEF. Sesuai dengan program kerja UNICEF, Ferry memiliki tujuan untuk melakukan advokasi, pendidikan, perlindungan dan kesehatan anak-anak.

Nicholas Saputra

Setelah itu disusul oleh aktor tampan pemeran Rangga AADC ini, ia ikut berperan juga dalam kegiatan kemanusiaan anak. Bergabung sejak tahun 2019, pria kelahiran 1984 juga berhasil mengikuti jejak Ferry Salim dan dinobatkan menjadi Duta Nasional UNICEF.

Nicholas Saputra bekerjasama dengan UNICEF untuk berperan dalam mendorong kesadaran publik mengenai kesadaran layaran air, sanitasi, dan kebersihan dasar. Hal tersebut dipicu dari banyaknya anak Indonesia yang meninggal akibat sanitasi yang buruk.

“I feel honoured that UNICEF Indonesia has trusted me with this role. Activism has always been my passion because I care about this nation’s future," ungkap Nicholas.

Tidak ada batasan yang menghalangi seseorang untuk berbuat baik. Yang ada adalah niat kita yang murni untuk membantu sesama. Ferry Salim dan Nicholas Saputra membuktikan bahwa di tengah popularitas dan kepadatan mereka menjadi public figure, Ferry dan Nicholas mampu meluangkan waktunya untuk membantu sesama. Terutama di tengah ketidakadilan dan ketidaksetaraan yang terjadi oleh anak anak.