Share
Mengenal Tren Analogue Bag: Tas Kreatif Serbaguna yang Menjadi Solusi Doomscrolling
Regina Olivia Arismunandar
14 January 2026

Alih-alih bermain handphone dalam waktu yang lama, Anda dapat melakukan banyak aktivitas sederhana namun produktif yang mampu menghilangkan rasa bosan dengan membawa tas analog.


Di era digital ini, hampir semua aktivitas memerlukan kecanggihan dari gawai, terutama smartphone yang mampu membuat hal-hal menjadi lebih cepat dan mudah, seperti menerima informasi atau berkomunikasi dengan orang lain.

Namun, scrolling terus-menerus tanpa menghiraukan waktu—atau yang populer disebut dengan istilah doomscrolling—telah menjadi fenomena yang umum ditemukan ketika seseorang sedang asyik melihat berbagai macam konten melalui media sosial. Kebiasaan buruk ini memicu kesadaran dan munculnya sebuah tren yang justru mengajak orang-orang kembali ke masa lampau.

Mengenal Analogue Bag
Tas analog, atau analogue bag menjadi populer belakangan ini karena dipercaya dapat mengurangi screen time atau waktu di depan layar yang terlalu lama. Yang membuat tas ini trending bukan karena label desainer, logo, atau bentuknya yang unik, namun isinya. Tas ini menjadi jawaban ketika Anda ingin membuat diri sibuk tanpa harus melihat layar smartphone.

Umumnya, tas analog memiliki ukuran sedang ke besar sehingga dapat memuat banyak barang yang mampu menyibukkan penggunanya. Bayangkan Anda memiliki banyak waktu luang ketika berada di sebuah ruang tunggu. Di dalam tas analog tersebut, Anda menemukan berbagai macam benda seperti alat rajut, buku jurnal, produk perawatan diri, kamera digital, atau bahkan kaset.

Alih-alih scrolling media sosial, Anda memanfaatkan waktu untuk merajut, membaca buku, menulis catatan harian, atau menyelesaikan sebuah puzzle. Dengan tas analog, Anda menghabiskan waktu dengan lebih produktif dan nyaman. Tren tas analog ini mendorong orang-orang untuk membawa benda-benda luar jaringan sebagai substitusi bermain smartphone.


Manfaat Membawa Analogue Bag
Hari ini, banyak orang sudah mulai sadar bagaimana scrolling di media sosial yang terlalu lama dapat memiliki pengaruh buruk terhadap perhatian, energi, perasaan, dan bahkan rasa kehadiran atau presence mereka. Membawa tas dengan barang-barang yang sederhana namun menghibur memiliki manfaat. Menggantikan kebiasaan lebih berkelanjutan daripada tidak menggunakan smartphone sama sekali sebab keseimbangan biasanya lebih tahan lama daripada larangan.


Kegiatan repetitif seperti merajut memiliki dapat membuat pikiran menjadi lebih tenang dan memiliki manfaat yang hampir sama seperti meditasi. Sementara itu, membaca buku atau menggambar dapat mendorong kreativitas dan mengalihkan pikiran stress kepada hobi yang menyenangkan. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan sederhana ini, Anda justru mendapatkan dopamin yang tidak diterima dari doomscrolling.

Beberapa Barang yang Dapat Anda Bawa di Dalam Analogue Bag:
- Alat rajut
- Teka Teki Silang, puzzle, buku sudoku
- Buku, majalah, komik
- Buku gambar, buku mewarnai
- Peralatan lukis seperti cat air
- Jurnal atau buku catatan dan alat tulis
- Kartu remi atau kartu permainan lainnya
- Pocket camera, kamera instan
- Dadu, rubiks

Analogue bag bukan sekadar tren yang sedang ramai di media sosial, tetapi juga sebagai respons dari konsumsi digital yang berlebihan—membuktikan bahwa manusia butuh rehat sejenak dari dunia maya dan masifnya informasi di Internet. Tanpa menghilangkan sepenuhnya penggunaan smartphone, tas analog mampu berperan sebagai substitusi yang dapat menyibukkan kita dengan kegiatan sederhana namun produktif—mengingatkan kita agar dapat tenang sesaat sambil mengasah kreativitas dan memecah kebosanan.