Share
IBW 2026 : Terus Berkarya dan Berkembang, Andien Jalani Hidup dengan Mindful
Annisa Laksmi
21 April 2026

Bagi Andien, hidup terasa berlapis dan penuh rasa, seperti karya music yang ia hasilkan.


Selama lebih dari 25 tahun, Andien Aisyah telah berkiprah di blantika music nusantara, menghadirkan karya yang terasa timeless dan begitu personal. Dengan perpaduan khas jazz, soul, R&B, dan pop, serta suara yang jernih sekaligus penuh perasaan, ia adalah salah satu musisi Indonesia yang karyanya senantiasa dinantikan. Kekuatan utamanya terletak pada orisinalitas, sebuah kualitas yang mampu menggapai hati lintas generasi.

Perjalanan Andien dimulai sejak ia berusia 15 tahun, membuka jalan terhadap karir tarik suara yang membawanya meraih berbagai penghargaan AMI Awards di berbagai kategori. Seiring waktu, warna musiknya terus berkembang. Deretan albumnya meliputi Bisikan Hati, Kinanti, Gemintang, Kirana, #Andien, Let It Be My Way, dan Metamorfosa. Ia juga terlibat dalam City of Love: The Cinematic Musical pada 2025.

Keberadaannya di industri music Indonesia dan semangat para penggemarnya dapat dirasakan di konser tunggal Andien bertajuk Suarasmara: 25 Years of Musical Celebration, yang digelar pada 15 November 2025 silam di Istora Senayan, Jakarta. Konser ini mengalir seperti sebuah cerita, menelusuri berbagai fase dalam perjalanan karir Andien. Lagu-lagu dari berbagai era, dari karya awal, favorit pendengar, hingga rilisan terbaru, membawa kenangan dan makna, merayakan perkembangan musikalitasnya sekaligus para pendengar yang tumbuh bersamanya.

Momentum ini menjadi refleksi sekaligus titik mulai langkah ke depan. “Setelah tahun 2025 mengadakan konser Suarasmara, di tahun 2026 ini aku fokus banget untuk mengerjakan albumku yang insya Allah akan keluar di bulan Juni ini,” ujarnya. Ia menambahkan, “Semakin fokus lagi untuk menyelesaikan workshops yang belum, kemudian untuk rekaman, untuk mixing dan mastering, dan yang lainnya.”

Melihat ke belakang, Andien melihat perjalanannya sebagai sesuatu yang dinamis. “Dalam 25 tahun perjalanan karirku, itu aku melalui banyak sekali fase,” tuturnya, mengingat masa sekolah, pernikahan, hingga menjadi ibu. Setiap fase membentuk cara pandangnya terhadap hidup dan musik. “Lagu yang mungkin memiliki POV A ketika 25 tahun yang lalu, bisa memiliki POV yang B, C, dan D, gitu, sampai hari ini.” Baginya, ini adalah bagian dari pertumbuhan. “Aku sangat enjoy every stage of my process.”

Kesadaran ini membawanya pada cara hidup yang lebih mindful dan penuh niat. Ia kerap berbicara tentang pentingnya menjaga keseimbangan, merawat tubuh dan pikiran, serta hidup dengan mindful. Di saat yang sama, ia menggunakan platformnya untuk membahas berbagai hal, mulai dari isu keberlanjutan hingga pendidikan, serta berbagai gerakan sosial lainnya.

Perlahan, cara pandangnya tentang kesuksesan pun berubah. “Tadinya aku tuh berpikir kebahagiaan dan kesuksesan itu datangnya selalu dari luar,” akunya. Namun seiring waktu, pandangan itu bergeser. “Tapi semakin ke sini, aku semakin melihat bahwa balance yang aku punya di dalam hidup pun itu adalah sebuah privilege.” Bisa menjalani karier, merawat keluarga, tetap menjadi diri sendiri, dan terus berkarya tanpa kehilangan passion, baginya adalah bentuk kebahagiaan yang utuh. “Aku merasa itu adalah sebuah kebahagiaan dan kesuksesan yang luar biasa.”

Untuk menjaga keseimbangan itu, Andien selalu kembali pada dirinya sendiri. “Aku selalu mengusahakan setiap hari itu punya me time,” ujarnya, menceritakan momen tenang melalui meditasi, journaling, atau sekadar grounding. “Yang penting aku mesti ngobrol dulu sama diriku sendiri.” Ia menambahkan, “Aku rasa setiap orang ketika dia mengenal dirinya sendiri dan dia tahu apa yang dia butuhkan untuk dirinya, maka dia akan bisa menjalani berbagai macam peran.”

Sebagai salah satu penerima penghargaan HighEnd Indonesia’s Beautiful Women Award, ia melihat penghargaan ini sebagai sesuatu yang dibagikan. “Aku selalu bilang bahwa perempuan itu adalah satu sosok yang punya seribu tangan tapi nggak kelihatan,” ungkapnya, menggambarkan banyaknya dimensi yang dimiliki perempuan. “Jadi kita nggak bisa melihat perempuan itu hanya dari satu sisi saja.” Ia menutup dengan pesan yang hangat dan penuh keyakinan. “Aku merasa award ini adalah untuk banyak sekali perempuan yang di luar sana yang masih ragu-ragu akan dirinya,” ujarnya. “Aku ingin bilang untuk semua perempuan bahwa kita bisa kok.”