Memasuki tahun ke-15, IdeaFest 2026 hadir dengan tema “ReHumanize” sebagai ajakan untuk kembali menempatkan manusia, kreativitas, dan koneksi emosional di tengah perkembangan teknologi dan AI.
Perkembangan artificial intelligence (AI) yang semakin pesat membawa banyak perubahan dalam cara manusia bekerja, berkarya, hingga berinteraksi. Menanggapi fenomena tersebut, IdeaFest 2026 kembali hadir dengan tema “ReHumanize”, sebuah ajakan untuk mengembalikan nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama di tengah era digital yang semakin berkembang.
Memasuki tahun ke-15 penyelenggaraannya, IdeaFest akan digelar pada 4–6 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC). Festival kreatif terbesar di Indonesia ini kembali mempertemukan inovator, kreator, entrepreneur, hingga pemimpin industri dari berbagai bidang seperti film, musik, fashion, teknologi, olahraga, F&B, hingga budaya populer.

Co-chair IdeaFest, Desy Bachir, menjelaskan bahwa tema “ReHumanize” lahir dari keresahan sekaligus refleksi atas perkembangan teknologi yang semakin cepat. Menurutnya, inovasi tetap membutuhkan sentuhan manusia agar tidak kehilangan arah dan makna.
“Melalui IdeaFest, kami ingin menghadirkan ruang diskusi lintas industri yang memastikan inovasi tetap human-centered, sekaligus membuka percakapan mengenai dampak teknologi terhadap manusia secara sosial, budaya, dan emosional,” ujar Desy Bachir.
Sebagai salah satu partner utama, Indosat Ooredoo Hutchison turut mendukung IdeaFest 2026 melalui pendekatan teknologi yang lebih inklusif dan berorientasi pada manusia. Ovidia Nomia, SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, menekankan bahwa teknologi seharusnya membantu manusia memperluas potensinya, bukan menggantikan perannya.

“AI seharusnya memperluas potensi manusia, bukan mengambil alih perannya. Kreativitas, empati, dan perspektif manusia tetap menjadi hal yang tidak tergantikan,” kata Ovidia.
Selain menghadirkan diskusi lintas industri, IdeaFest 2026 juga memperkenalkan program baru bertajuk JKTGO SUPER CRAZY FESTIVAL hasil kolaborasi dengan JKT GO. Program ini akan menjadi bazar kurasi yang menghadirkan lebih dari 200 brand lokal sebagai wadah bagi pelaku industri kreatif untuk berkembang dan menjangkau audiens yang lebih luas.
Dari sisi kreativitas dan brand experience, Stephanie Regina, Founder dan CEO Haloka Group sekaligus Braintrust IdeaFest 2026, menilai bahwa masyarakat saat ini mencari koneksi yang lebih meaningful di tengah derasnya arus digitalisasi. Karena itu, kreativitas dinilai memegang peran penting untuk membangun engagement yang lebih autentik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui tema “ReHumanize”, IdeaFest 2026 ingin mengingatkan bahwa secanggih apapun teknologi berkembang, manusia tetap menjadi pusat dari setiap ide, inovasi, dan perubahan.





