Share
brightspotCITY 2026: Destinasi Kreatif Paling Dinanti
Annisa Laksmi
26 May 2026

brightspotCITY 2026 kembali hadir sebagai ruang temu yang hidup bagi komunitas kreatif Indonesia, menghadirkan energi kolektif dalam bentuk sebuah “kota sementara” yang dinamis di Agora Mall Thamrin Nine. Menempati lebih dari 10.000 meter persegi di lantai 7 dan 9, acara ini bukan sekadar bazaar, melainkan sebuah ekosistem kreatif yang terus berkembang selama 17 tahun terakhir.


Sejak pertama kali digelar pada 2009 di ruang tak terpakai Plaza Indonesia, brightspot dikenal dengan keberaniannya memilih lokasi yang tidak konvensional. Pendekatan ini menjadi ciri khas, mengubah ruang yang sering terabaikan menjadi pusat interaksi, inspirasi, dan kolaborasi. Disebutkan dalam pressconference brightspotCITY 2026 yang diadakan pada tanggal 20 Mei di The Goods Diner, Ratu Plaza, tahun ini, sebanyak 251 brand lokal terkurasi turut berpartisipasi, dengan ratusan lainnya masih dalam daftar tunggu, mencerminkan tingginya antusiasme pelaku kreatif.

“Kepekaan terhadap potensi sebuah tempat tidak berhenti di kemampuan membaca, harus berlanjut pada keberanian untuk membangun sesuatu di dalamnya dan upaya untuk terus berbenah. Itulah mengapa yang kami bangun bukan hanya experience, tapi sistem yang tumbuh bersama komunitasnya. Bagi kami, retail bukan hanya transaksi, tapi titik temu antara ide, identitas, dan kepercayaan komunitas. Dan brightspotCITY adalah bukti dari keyakinan itu,” ungkap Leonard Theosabrata, Co-Founder, brightspot MRKT dalam press release.


Digelar dalam dua fase, 26–31 Mei dan 4–7 Juni 2026, brightspotCITY menargetkan lebih dari 125.000 pengunjung. Pengalaman yang ditawarkan pun dirancang interaktif, mendorong pengunjung untuk tidak hanya datang dan berbelanja, tetapi juga terlibat langsung dalam percakapan kreatif yang lebih luas.

“Melihat era digital yang kian menggerus manusia sebagai krisis sumber daya yang sama pentingnya dengan krisis energi saat ini. Krisis skill manusia untuk duduk bersama, berdiskusi langsung, dan menghasilkan gagasan dari percakapan semakin jarang ditemukan. Teknologi menggerus bukan hanya cara kita bekerja namun juga cara manusia terkoneksi dengan manusia lain, dan itu jauh lebih berbahaya dalam jangka panjang. brightspotCITY hadir menjadi ruang untuk memulihkan dan mengingatkan bahwa banyak hal yang hanya bisa timbul ketika manusia benar-benar hadir untuk saling terkoneksi satu sama lain,” ucap Anton Wirjono, Founder brightspotMRKT dan Future10.