Cara Yayasan Ruangguru Buat Pelatihan untuk Guru dan Pelajar Secara Masif

Art & Culture22 September 2020

By Larasati Oetomo

Cara Yayasan Ruangguru Buat Pelatihan untuk Guru dan Pelajar Secara Masif

Melalui Yayasan Ruangguru, perusahaan teknologi pendidikan Ruangguru melaksanakan program Indonesia Teaching Fellowship (ITF).


Program ITF ini sendiri disebut sebagai bentuk pelatihan guru pertama di Indonesia yang memanfaatkan aplikasi daring secara masif. Berlangsung selama setahun penuh, ITF telah melatih 3.687 guru dari 29 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Indonesia Teaching Fellowship disusun berdasarkan aspek yang ada di Kemendikbud, yakni kompetensi pedagogis, profesional, kepribadian dan sosial. Keempat aspek ini dirancang untuk mempersiapkan kesiapan guru dalam menghadapi kebutuhan perkembangan siswa di abad ke-21 ini dan merespons perubahan era industri 4.0.

Guru yang telah mendaftarkan diri dan lolos seleksi ITF mendapatkan akses gratis ke materi pelatihan selama setahun. Materi ini terdiri dari video pelatihan di aplikasi Ruangkerja, materi mata pembelajaran yang diampu di aplikasi Ruangguru, hingga pendampingan dan pelatihan tatap muka yang dipandu oleh Regional Field Officer (RFO) dari yayasan Ruangguru.

Beberapa bentuk pendampingan kepribadian dan sosial seperti layanan konseling hingga diskusi yang dipandu tim konselor pendidikan melalui group chat juga disediakan oleh pihak Yayasan Ruangguru. Selain itu, kegiatan training tatap muka terkait materi pelatihan yang telah dipelajari juga secara rutin dilaksanakan untuk mendampingi guru mengimplementasikan pengetahuan yang telah dipelajari ke dalam kelas/sekolah masing-masing. Disamping bertujuan untuk memastikan pemahaman guru terhadap materi secara lebih konkret, kegiatan pendampingan tatap muka ITF ini juga bertujuan untuk melahirkan komunitas guru ITF dan guru-guru pendampak di setiap daerah ITF.

I Wayan Arsa Winata

Penerima Beasiswa ITF

Kabupaten Tabanan, Bali

“Setiap akhir pertemuan di kelas, saya selalu menerapkan ice breaking sebagai bagian dari sesi belajar yang saya terapkan. Hal ini saya ketahui setelah mengikuti pelatihan dari ITF. Selain itu, saya juga terbantu dalam penulisan soal dan ulangan harian, setelah saya download materi soal dari aplikasi Ruangguru”.

Program pelatihan guru ini masih akan terus berjalan hingga Oktober 2020, sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu untuk mempersiapkan guru-guru sehingga bisa merespon perubahan zaman dan lebih sigap dalam membantu perkembangan anak di era abad 21.

ILF hingga kini telah melatih 1.200 siswa di 6 kabupaten/kota termasuk Kabupaten Rejang Lebong, Kota Kupang, Kabupaten Lombuk Utara, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Balangan, dan Kota Banjarbaru.

Penerima manfaat dari program ILF adalah siswa yang memiliki motivasi tinggi dalam belajar, kemampuan akademik yang baik, dan memiliki akses untuk belajar secara online. Siswa penerima program ILF mendapatkan akses belajar gratis berupa ruangbelajar, ruangbelajar+, webinar, dan Try Out berkala, serta pertemuan tatap muka.

Selain pembelajaran akademik, program ini juga berfokus di pengembangan diri dan motivasi siswa melalui program konseling maupun penghargaan Student of The Month.

Di akhir program, siswa terbaik dari masing-masing wilayah dan secara nasional akan dipilih untuk mendapat kesempatan memenangkan uang tunai jutaan rupiah.

Charis F. Djami

Penerima Beasiswa ILF

Kota Kupang, NTT

“Pengalaman yang paling berharga, dengan mengikuti program Indonesia Learning Fellowship adalah nilai semester 5 dan 6 saya terus mengalami kenaikan sehingga saya mendapatkan peringkat satu berturut turut. Selain itu nilai Ujian Sekolah juga cukup tinggi dimana rata-ratanya 91 koma sekian. Sehingga saya dapat diterima di jurusan pendidikan matematika lewat jalur SNMPTN. Terima kasih @Ruangguru, @AdaroFoundation dan @PersadaCapitalInvestama yang memberikan kesempatan berharga ini.”

Saat ini program Indonesia Learning Fellowship sudah selesai dan telah berhasil menghantarkan 80,03% siswa yang mendaftar perguruan tinggi negeri berhasil diterima di kampus impian mereka. Angka ini hampir 4x lebih tinggi dibanding tingkat penerimaan PTN nasional 2020.