Tulus Bantu Sesama, May Farida Terdorong Rasa Cinta Kasih untuk Berbagi
Listya Manopo
19 September 2022

Tak banyak ditemukan di masa sekarang, seorang wanita dengan perilaku positif dan pemikiran cerdas melakukan perubahan yang sangat berarti bagi sesama. Ia adalah May Farida.


Kehidupan May Farida tak pernah sepi dari kesibukannya sebagai pengusaha. Pemilik dari Hurricane Indonesia dan Pala Adas Bistro ini adalah bukti nyata bahwa semua orang dapat mewujudkan mimpi dan menjadikannya kenyataan. 28 tahun yang lalu, May memulai bisnis Hurricane Indonesia, usaha otomotif yang didasari dari passion dirinya dan suami akan industri ini. Perusahaan ini bergerak sebagai distributor sparepart untuk menambah performa kendaraan, yang terus mengalami kenaikan penjualan, bahkan di saat pandemi.

Melebarkan usahanya, selama 12 tahun terakhir May Farida juga memiliki kesibukkan menjalankan usaha F&B dengan Pala Adas Bistro, sebuah restoran Indonesia premium yang menyajikan berbagai macam panganan nusantara terbaik.

Memiliki keinginan yang kuat untuk melakukan perubahan, May selalu memikirkan tentang generasi penerus bangsa ini. Oleh karena itu ia dan suaminya memutuskan untuk memfasilitasi pembangunan gereja-gereja kecil. “Tuhan telah memberikan yang terbaik bagi kami, dan kami ingin meneruskan kebaikan ini untuk orang lain. Membantu mereka yang membutuhkan dan membagi apa yang kami miliki untuk mereka. Dalam hal ini, kami membantu membangun gereja-gereja untuk mereka yang beragama Kristen dan sedang menghadapi kesulitan dalam hidup. Mereka yang sampai terkadang tidak punya uang untuk membeli makanan. Dengan ini, kami berharap mereka menyadari bahwa mereka tidak sendiri.”

Dalam waktu dekat ini, May dan teman-temannya juga berencana untuk membantu berbagai yayasan yang menangani anak-anak dengan keterbatasan fisik. “Kami sedang mencari yayasan-yayasan yang sesuai dengan visi dan misi kami. Karena kami memang belum memiliki yayasan sendiri, namun hati kami tergerak untuk membantu anak-anak ini,” tambahnya.

Tak hanya membantu orang asing, May Farida juga selalu tergerak hatinya untuk membantu orang-orang terdekatnya. “Yang terutama, saya harus membantu orang-orang terdekat di sekeliling saya. Contohnya, karyawan dan staf saya. Saya tak mungkin meninggalkan mereka, terutama dalam dua tahun terakhir sejak pandemi berlangsung. Saya ingin melihat mereka bangkit dan melewati badai ini bersama. Ini semua atas dasar kemanusiaan.”

Menurut May, berbagi bukan tentang seberapa besar atau kecil pemberian tersebut. “Sesedikit apapun yang diberikan Tuhan, sisihkan sebagian kecilnya dan bagikan kepada yang lebih membutuhkan. Ini tentang kemauan dan ketulusan,” simpulnya.