Share
Thom Browne Tutup NYFW dengan Fantasi Tailoring dalam Pesona Bird Watching
Putrika Annaya Salsabila
12 February 2025

Untuk Fall 2025, Thom Browne hadirkan koleksi yang menggabungkan tailoring dengan fantasi.


Thom Browne memang tidak pernah gagal dalam memadukan tailoring klasik dengan narasi visual yang memesona. Setelah mendominasi tampilan di Grammy Awards melalui bintang rap Doechii yang mengenakan serangkaian busana ikonisnya, Browne menutup New York Fashion Week dengan peragaan busana yang mengubah bird watching—aktivitas sederhana nan menenangkan—menjadi pengalaman mode yang teatrikal dan magis.

Langit runway dihiasi oleh burung-burung origami putih yang tampak beterbangan, menciptakan suasana seperti dunia dongeng. Dua ornithologist membuka pertunjukan, duduk di meja dengan mengenakan parka dan waders khas Browne, seolah bersiap mencatat migrasi 'spesies langka' yang dalam hal ini adalah parade busana yang memesona.

Klasikisme tetap menjadi elemen inti dalam koleksi ini, dengan bahan premium seperti English herringbone, glen plaid, houndstooth, dan windowpane check yang dikembangkan secara eksklusif.

Thom Browne AW25 3

Namun, Browne tak hanya bermain dengan tekstur, tetapi juga dengan proporsi yang eksperimental—bahu oversized, bentuk barrel-chested, mantel bertumpuk, blazer panjang, rok lipit, serta knit argyle berukuran mini yang terinspirasi dari berbagai bentuk tubuh burung.

Detail dalam koleksi ini menghadirkan kejutan layaknya tanda khas spesies burung di alam liar. Suede elbow patches, kancing tertutup, armbands, hingga bordiran burung dengan teknik satin stitched atau intarsia, memperlihatkan betapa Browne terobsesi dengan presisi dalam desainnya.

Thom Browne AW25 1

"Apa yang saya suka adalah bagaimana orang bisa melihat bahwa tailoring klasik abu-abu tidak pernah ketinggalan zaman dan selalu relevan dalam berbagai cara dengan berbagai individu," ujar Browne, menegaskan filosofi desainnya yang abadi.

Selain karya avant-garde, Browne juga menyisipkan tampilan yang lebih kasual dan mudah dikenakan, seperti kombinasi jaket, celana, kemeja, dan dasi dengan siluet yang lebih santai.

Thom Browne AW25 2

Namun, seperti yang sudah menjadi ciri khasnya, ia tetap memberikan ruang untuk fantasi. Gaun puncak koleksi ini adalah mahakarya—jaket bordir emas dengan rok tweed sepanjang 40 meter yang sebelumnya sempat dijahit langsung oleh para seamstress di studionya.

"Ini adalah pengingat untuk meredam kebisingan," ujar Browne tentang pesan yang ingin ia sampaikan melalui koleksi ini. Dalam pekan mode yang dipenuhi oleh distraksi dunia nyata, pesannya terasa begitu mendalam: tetap setia pada visi kreatif dan temukan keindahan dalam detail yang sering terlewatkan.