Share
The Alpha under 40: Marianne Rumantir, Meniti Kesuksesan dengan Mengutamakan ‘Passion’ dan ‘People’
Annisa Laksmi
15 November 2022

Mengarungi dunia bisnis melalui sebuah perusahaan teknologi dan perusahaan media yang berkembang pesat, kunci kesuksesan Marianne Rumantir terletak pada eksplorasi passion dan perhatian khusus terhadap tim pendukungnya.


Selain menjadi salah satu wajah yang paling dikenali dari Travel Secrets (TS Media), pengusaha muda Marianne Rumantir juga memiliki peran besar dalam perjalanan perusahaan media production dan digital marketing yang berbasis di Jakarta ini. Berangkat dari kegemarannya untuk traveling dan berbagi cerita perjalanannya, Marianne pun menggandeng sahabat dan mitra bisnisnya, Luna Maya, untuk mendirikan Travel Secrets pada tahun 2021. Media ini pun berkembang dengan pesat. Lebih dari 500 episode telah diproduksi, yang mencapai lebih dari 10 miliar penonton. Selain itu, TS Media juga telah bekerja sama dengan lebih dari 50 brand, dan melibatkan 1500 KOL dengan berbagai jangkauan.


Sebelum lahirnya TS Media, Marianne berkiprah di industri yang sangat berbeda. Pada tahun 2017, Ia mendirikan Member.id setelah menyadari adanya potensi dari hobi yang ditekuninya saat itu, yaitu mengumpulkan poin dan mengikuti program loyalitas. Sebagai salah satu perintis di lanskap program loyalitas di Indonesia, Member.id kini menjadi salah satu penyedia program loyalitas terkemuka, serta bekerjasama dengan berbagai perusahaan gaya hidup, hotel dan ritel terbesar di Indonesia.


Marianne menjalani aktivitas sehari-hari dengan berbagai aktifitas yang berbeda satu sama lain. Mulai dari berkantor, rekaman hingga bertraveling setiap minggu. Memimpin hampir 80 personel di bisnis yang kini ia tekuni, menunjukkan pentingnya peran pebisnis muda ini. Jadwalnya yang produktif dimulai dengan olahraga, bertemu dengan teman, rapat sambil minum kopi—dan ini semua dilakukan sebelum jam 8 pagi. Tiba di kantor, ia pun menyelesaikan taping untuk TS Talks, photoshoot untuk brand, menghadiri event atau undangan sebagai pembicara, serta menjalani traveling domestik dan luar negeri untuk program Travel Secrets ataupun kolaborasi dengan brand.

Dengan latar belakang pendidikan jurusan Communication and Broadcasting, Marianne sempat membuat beberapa film independent. Kemudian Ia melanjutkan pendidikannya untuk gelar Master’s dan memulai karirnya di dunia korporat, khususnya perbankan. Ia juga pernah berbisnis di bidang hospitality (F&B) di Melbourne, Australia, yang kemudian ekspansi ke Los Angeles, USA. Perjalanan hidupnya mengantarkannya kepada perkenalan dengan berbagai orang di industri media dan entertainment.

Dibalik semua perjalanan dan pencapaiannya, Marianne menegaskan Ia akan cenderung mengambil peran di belakang layar. “Saat ini saya hanya menjalani apa yang saya sukai yaitu traveling (Travel Secrets) dan berbagi cerita melalui pembicaraan dengan orang-orang yang berbeda dari latar belakang yang berbeda melalui TS Talks,” katanya. “Saya adalah seorang pengusaha yang sangat menyukai traveling dan tidak berminat dengan peran-peran lain di depan layar.”

Pemberdayaan menjadi salah satu inti dari jejak profesional Marianne; bahkan bisnis-bisnisnya pun pada dasarnya dimulai dengan niat untuk membantu orang lain. “Saya selalu berusaha untuk membantu orang lain tumbuh dan membuat dampak bagi masyarakat yang lebih luas dalam bisnis apa pun yang kami lakukan,” ungkapnya. “Saya mengupayakan untuk menciptakan tim yang terdiri dari orang-orang yang tangguh, bertahan, dan mampu merealisasikan dengan kualitas hasil kerja yang tinggi. Mendahulukan orang adalah kuncinya. Setelah Anda memiliki tim yang solid dengan
karakter yang baik Anda dapat membangun solusi apa pun yang Anda inginkan dan bertahan dari badai apa pun. ”