Tebar Semangat Merdeka Dalam Berkarya, ‘Helai Nusantara’ Tampilkan 77 Tas Rajut Istimewa
Annisa Laksmintari
16 August 2022

Salah satu cara untuk bersyukur atas kemerdekaan Republik Indonesia tercinta adalah melalui aksi atau karya yang nyata. Merdeka dalam berkarya jadi pemicu untuk selalu memberikan yang terbaik. Melalui karya seni rajut, sebuah gerakan kreatif dan kolaboratif Helai Nusantara membuktikan bahwa hobi pun bisa menjadi wadah bersama untuk unjuk kebanggaan terhadap Indonesia.


Rajutan dengan teknik crochet semakin naik daun. Berbagai rumah mode kelas dunia telah meluncurkan pakaian-pakaian dan aksesoris rajut dalam koleksi mereka yang menggunakan rajutan ala crochet. Kegiatan merajut kini dilakukan oleh semua kalangan dari semua umur, tak hanya sebagai hobi namun juga dapat dimanfaatkan untuk membentuk komunitas.

Menyambut Dirgahayu RI ke-77, sebuah project kolaborasi berjudul Helai Nusantara yang melibatkan 77 perajut nusantara, mengusung karya berupa 77 tas rajut dengan 77 disain yang berbeda. Masing-masing desain menggambarkan sesuatu yang menjadi ciri khas dan budaya dari Indonesia, mulai dari alam, tradisi, makanan, binatang, tempat bersejarah, monument, patung, dan banyak lainnya.

Project kreatif ini diprakarsai oleh Nicole Tanada, mahasiswi tahun ke-3 yang juga seorang perajut. “Saya punya ide untuk membuat sesuatu untuk Indonesia. Awalnya berfikir bahwa budaya Indonesia keren-keren banget, dan ingin menuangkannya menjadi sesuatu karya. Pertama ingin buat baju atau lainnya yang melambangkan Indonesia, sesuatu yang rajutan dan benar-benar handmade. Terfikir juga untuk membuat gambaran, dan akhirnya memutuskan untuk membuat totebag yang ada gambarnya,” jelasnya.

Di bulan Mei 2022, Nicole, yang kerap mengunggah kreasi rajutannya di akun @alohart.id, mulai membuat desain-desain untuk semua gambar yang akan ditampilkan pada totebag tersebut. Ia lalu berinisiatif untuk mengajak sesama perajut dari Indonesia untuk bergabung dalam projectnya ini. Menyesuaikan dengan usia Republik Indonesia tahun ini, Nicole mengundang 76 perajut lainnya, sehingga project ini berlangsung dengan total 77 perajut nusantara.

Walau dihadang berbagai kendala seperti pembuatan pola yang cukup mengkonsumsi waktunya di tengah jadwal kuliah yang sibuk, juga mencari perajut-perajut yang bersedia berpartisipasi, namun akhirnya project dapat dikordinasikan dengan baik dan selesai pada tenggat waktunya di awal bulan Agustus.

Project ini cukup berkesan untuk para perajut yang turut berpartisipasi. “Dari awal tau project untuk Indonesia ini sudah langsung tertarik! Project seperti ini langka sekali, dan belum ada komunitas yang seperti ini. Ketika diapproach Nicole, saya auto-setuju!” ucap Elizabeth (@labrun.id), yang merajut tas dengan motif Seleksi Karapan Sapi khas Madura, Jawa Timur. Jenny (@kroshe_id) pun menyetujui. “Selain ide dan konsepnya menarik, saya juga ingin memperluas perkenalan dengan teman-teman sesame perajut di Indonesia.”

Setelah tanggal 17 Agustus ini berlalu, tentunya muncul harapan bahwa project ini, beserta semangat di baliknya, akan terus berkobar. “Harapan saya, project ini nantinya akan menghasilkan komunitas atau kolaborasi project lain—tidak hanya 17-an,” jelas Wina (@una_works). “Juga ingin seterusnya mengenalkan budaya Indonesia. Ini baru 77 motif, belum menampilkan semuanya yang khas dari Indonesia.”

Nicole sebagai inisiator project ini pun menyampaikan asa yang serupa. “Selain ingin memunculkan rasa bangga terhadap budaya sendiri, saya juga ingin memotivasi perajut lainnya bahwa hobinya bisa menghasilkan karya untuk Indonesia. Semoga menginspirasi para perajut untuk menampilkan nuansa Indonesia pada karya rajutnya. Kita semua bisa berbuat lebih banyak untuk Indonesia. Menggunakan barang dari luar negeri boleh, tetapi tetap ada nasionalismenya,” tutupnya.

Tas-tas rajut karya 77 perajut nusantara dapat dilihat di Instagram di akun @helainusantara atau melalui tagar #HelaiNusantara.

PHOTOS: Febi Ramdhan