Share
Teater Koma Kembali Bawa Rumah Sakit Jiwa, Angkat Refleksi Kemanusiaan
Ni Putu Swasti Utami
30 July 2026

Lebih dari tiga dekade setelah pertama kali dipentaskan, Rumah Sakit Jiwa kembali hadir bukan sekadar sebagai pertunjukan teater, melainkan refleksi tentang kemanusiaan yang masih terasa dekat dengan realitas kehidupan saat ini.


Tidak hanya mengangkat kisah tentang sebuah institusi rumah sakit jiwa, lakon karya almarhum N. Riantiarno ini mengikuti perjalanan Rogusta, seorang dokter muda yang percaya bahwa empati dan persahabatan dapat menjadi bagian dari proses penyembuhan pasien. Namun, idealismenya justru berbenturan dengan sistem yang telah lama mengakar serta berbagai kepentingan yang mempertahankan relasi kuasa.

Teater Koma Rumah Sakit Jiwa

Melalui konflik tersebut, Rumah Sakit Jiwa mengajak penonton merefleksikan bagaimana manusia memperlakukan sesamanya di tengah masyarakat yang perlahan berubah menjadi "rumah sakit jiwa", tempat ketakutan, prasangka, dan perebutan kekuasaan kerap mengalahkan rasa kemanusiaan.

Menghidupkan kembali karya yang pertama kali dipentaskan pada 1991 bukan berarti sekadar menghadirkan nostalgia. Teater Koma memilih membaca ulang naskah tersebut melalui pendekatan artistik yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, mulai dari perubahan konteks sosial hingga meningkatnya perhatian publik terhadap isu kesehatan mental.

Teater Koma Rumah Sakit Jiwa

"Meskipun pertama dipentaskan 35 tahun lalu, bukan berarti karya ini berhenti melakukan pencarian terhadap berbagai kemungkinan pemanggungan. Naskah tetap menjadi pedoman, tetapi konsep pementasan tahun 1991 bukanlah batas," ujar Ratna Riantiarno, Produser Teater Koma.

Pendekatan baru tersebut juga tercermin melalui tata panggung yang memanfaatkan permainan level dan struktur bertingkat sebagai metafora hubungan antar tokoh serta dinamika kekuasaan. Tata cahaya, multimedia, hingga komposisi musik garapan Fero A. Stefanus turut memperkuat perjalanan emosional setiap adegan, sementara rancangan kostum karya Samuel Wattimena bersama Rima Ananda membantu memperlihatkan perkembangan psikologis masing-masing karakter.

Teater Koma Rumah Sakit Jiwa

Di balik pementasan ini, proses kreatif para pemain juga dilakukan secara mendalam. Para pemeran melakukan observasi langsung ke rumah sakit jiwa, berdiskusi dengan psikolog klinis dan psikiater, serta mempelajari berbagai referensi mengenai kesehatan mental agar setiap karakter dibangun berdasarkan empati dan pemahaman yang utuh.

Menurut Rangga Riantiarno, yang menyutradarai produksi ini, komposisi pemain juga menjadi warna baru dalam pementasan Rumah Sakit Jiwa. Dari total 115 orang yang terlibat, hanya enam di antaranya pernah tampil pada pementasan tahun 1991, sementara sisanya merupakan generasi baru Teater Koma yang menghadirkan interpretasi segar terhadap karakter-karakter dalam lakon tersebut.

"Kami berharap penonton tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga pulang membawa refleksi untuk terus memperlakukan manusia lain sebagai manusia," ujar Rangga.

Rumah Sakit Jiwa dipentaskan pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, menghadirkan kembali karya klasik Teater Koma yang tetap relevan sebagai refleksi tentang empati, kekuasaan, dan kemanusiaan di tengah perubahan zaman.