Share
7 Instalasi di Jakarta Design Collabs 2026 Hadirkan Pengalaman Artistik dalam Ruang Imersif
Regina Olivia Arismunandar
16 September 2026

Jakarta Design Collabs 2026 yang berlangsung pada 15 September hingga 15 Oktober di Jakarta Design Center mengajak pengunjung untuk melihat desain dari sudut pandang yang lebih luas melalui tujuh instalasi kolaboratif.


Jakarta Design Center (JDC), berkolaborasi dengan Benda Design Hub, kembali menyelenggarakan Jakarta Design Collabs, sebuah platform kolaboratif yang mempertemukan creative minds seperti arsitek, desainer, brand, dan pelaku industri kreatif dalam eksplorasi desain berbasis pengalaman ruang.


Diinisiasi oleh Jakarta Design Center dan Benda Design Hub, Jakarta Design Collabs menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali JDC sebagai ruang yang terbuka terhadap kreativitas, kolaborasi, dan inovasi bagi generasi baru pelaku industri kreatif.

Jakarta Design Collabs 2026


Berlangsung pada 15 September hingga 15 Oktober 2026 di Jakarta Design Center, Jakarta Design Collabs 2026 mengusung tema “Cloud Dancer” serta menampilkan tujuh instalasi yang dirancang untuk mengajak pengunjung menikmati desain sebagai pengalaman sensorik yang melibatkan ruang, material, cahaya, tekstur, emosi, hingga interaksi manusia. Tema tahun ini memberi gambaran tentang sesuatu yang ringan, dinamis, dan tidak selalu mengikuti bentuk yang sudah ditentukan sehingga setiap desainer memiliki kebebasan untuk menemukan interpretasinya sendiri.


“Jakarta Design Collabs menjadi salah satu langkah JDC untuk terus membuka ruang bagi kreativitas dan kolaborasi. Kami ingin JDC tidak hanya dikenal sebagai pusat desain, tetapi juga sebagai tempat di mana ide-ide baru dapat bertemu, berkembang, dan diwujudkan,” ujar Nurul Syahri F. Direktur Utama Jakarta Design Center.


Mira Prihatini, Benda Design Hub menambahkan, “Bagi kami, keberagaman perspektif inilah yang membuat Jakarta Design Collabs menjadi menarik—karena satu tema dapat melahirkan pengalaman ruang yang sangat berbeda.”
Jakarta Design Collabs 2026 menghadirkan tujuh instalasi karya desainer dan arsitek berbeda yang menawarkan pendekatan berbeda terhadap ruang dan pengalaman manusia.

The Materialist karya Mira Prihatini dan Luthfi Hasan

The Materialist karya Mira Prihatini dan Luthfi Hasan


Instalasi ini berangkat dari gagasan bahwa di balik narasi sebuah ruang, selalu ada material yang terlebih dahulu bercerita. The Materialist menempatkan material sebagai titik awal sebuah ide dan fondasi dari pengalaman ruang, mengajak pengunjung untuk memahami karakter melalui tekstur, permukaan, detail, dan pengalaman sentuhan.

Hening Megantara karya Agdith Tan

Hening Megantara karya Agdith Tan


Hening Megantara merupakan refleksi Agdith Tan mengenai makna meditasi dan momen ketika seseorang kembali terhubung dengan dirinya sendiri. Baginya, meditasu dapat hadir dalam berbagai aktivitas sehari-hari, ketika seseorang merasa tenang dan menemukan sudut pandang baru. Pengalaman tersebut diterjemahkan melalui ruang yang merepresentasikan perjalanan personal Agdith.

The Salotto karya Shania Tahir

The Salotto karya Shania Tahir


Dalam bahasa Italia, Salotto berarti ruang keluarga atau ruang tamu. Instalasi ini memandang ruang sebagai tempat percakapan berawal dan hubungan terjalin. Kehangatan kayu, kekayaan material, tekstur kain, pantulan permukaan, serta pencahayaan lembut disusun secara berlapis untuk menciptakan suasana yang akrab sekaligus terkurasi. Melalui The Salotto, desain hadir untuk mempertemukan manusia dan komunikasi kreatif.

NaNaNa karya Iron Rabani

NaNaNa karya Iron Rabani


Instalasi ini membawa pengunjung ke dalam sebuah cerita seedrhana tentang perjalanan pulang seorang anak menuju rumah impiannya yang tenang, penuh kebersamaan, dan keceriaan. Dengan pendekatan yang playful, instalasi ini menerjemahkan rasa pulang melalui warna, bentuk, dan suasana yang ringan. NaNaNa menjadi representasi dari perjalanan menuju rumah yang terasa dekat dan menyenangkan.


The Third Skin kaya Ren Katili

The Third Skin kaya Ren Katili


The Third Skin mempertemukan arsitektur dan mode melalui gagasan tentang lapisan antara tubuh dan lingkungan binaan. Dalam instalasi kolaboratif ini, busana ditempatkan sebagai bagian dari ruang dalam sebuah bingkai arsitektural.

Renungan karya Riri Yakub

Renungan karya Riri Yakub


Instalasi ini mengajak pengunjung mengambil jeda dari ruang yang terus bergerak dengan menghadirkan pengalaman tentang memperlambat langkah, meninggalkan riuh sejenak, dan memberikan ruang bagi diri sendiri untuk hadir. Melalui permainan cahaya, bayangan, arah, dan keheningan, pengunjung dibawa pada perjalanan yang tidak langsung memperlihatkan tujuannya. Satu arah membawa menuju ruang yang lebih hening, sementara arah lainnya membuka kesempatan untuk bertemu dan berbagi.


Selama satu bulan penyelenggaraan, Jakarta Design Collabs 2026 juga akan menghadirkan berbagai program aktivasi yang melibatkan para desainer dan brand partner. Rangkaian program ini akan hadir dalam berbagai format, seperti podcast, talkshow, workshop, dan sesi diskusi, yang membuka kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat proses kreatif, gagasan, serta perspektif di balik setiap instalasi dan kolaborasi yang dihadirkan. Melalui rangkaian aktivasi tersebut, Jakarta Design Collabs 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk melihat dan menikmati instalasi, tetapi juga menjadi ruang untuk bertemu, berbagi pengetahuan, berdiskusi, dan berinteraksi langsung dengan para desainer, brand, serta pelaku industri kreatif