Share
Segera Dibuka di Indonesia, The Distillers Library Hadirkan Whisky Langka Ladyburn Edition One
Listya Manopo
16 November 2023

Mengulang kesuksesan The Distillers Library yang sebelumnya telah dibuka di Singapura, Ho Chi Minh dan Bangkok dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan minuman beralkohol mewah William Grant and Sons memutuskan untuk memperluas lagi keberhasilan mereka kali ini di Jakarta.


Foto 1

The Distillers Library yang dalam waktu dekat akan hadir di Jakarta, Indonesia, adalah perpaduan yang luar biasa antara perayaan kualitas dan keahlian William Grant & Sons dalam menghasilkan whisky langka. Terletak di Bumi Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, The Distillers Library menawarkan berbagai pengalaman termasuk ritel, penemuan, dan pelayanan yang apik. Ruang ritel akan dibuka untuk semua konsumen yang ingin menjelajah dan membeli botol-botol dari rentang inti hingga prestisius dari William Grant & Sons termasuk Glenfiddich dan The Balvenie. Di The Distillers Library, para tamu dapat berkumpul dan menjelajah lebih mendalam ke dunia destilasi melalui acara intimate dan tasting. The Distillers Library juga memiliki ruang pribadi, sebuah ruangan yang hanya bisa diakses oleh beberapa orang dengan pelayanan level terkemuka. Dipandu oleh Brand Ambassador The Distillers Library, para tamu yang diundang akan menemukan perpustakaan pengetahuan melalui pertemuan khusus dengan whisky paling langka dan berharga dalam dunia whisky dari arsip eksklusif keluarga William Grant & Sons.

Foto 2

Salah satu aspek menarik dari peluncuran The Distillers Library di Indonesia adalah diperkenalkannya Ladyburn 1966 Edition One. Diciptakan dalam kolaborasi dengan fotografer terkenal asal Inggris, David Bailey, edisi terbatas ini membawa karya Bailey yang jarang terlihat, menggambarkan pemandangan kota London pada tahun 1960-an yang tidak lagi ada seperti yang kita kenal hari ini. Hanya tersedia 210 botol, yang mana setiap botol ditandatangani secara manual oleh David Bailey. Dari jumlah tersebut, 110 botol dikemas dalam 10 koleksi, masing-masing terdiri dari 11 botol. Koleksi-koleksi ini disimpan dalam kotak display khusus yang menampilkan rangkaian lengkap gambar hitam putih dan tanda tangan berwarna unik. The Distillers Library Jakarta memiliki salah satu koleksi terakhir yang tersedia secara global. Ladyburn Distillery sendiri hanya beroperasi selama 9 tahun, dibuka pada tahun 1966 dan ditutup pada tahun 1975, membuat whisky yang dihasilkan dari destilasi ini sangat dicari karena kelangkaannya.

Foto 3

Dalam wawancara eksklusif di The Distillers Library Jakarta, HighEnd bertemu dengan Brian Kinsman, Malt Master dari William Grant & Sons. Ia dengan antusias menerangkan hubungan antara reaksi kimia dengan seni pembuatan whisky. “Saya sendiri pada dasarnya mengandalkan perasaan dalam mencium dan merasakan whisky, namun reaksi kimia menjadi alat terbaik untuk menentukan mengapa whisky memiliki wangi dan rasa tertentu,” jelas Kinsman.

Ia kemudian menjelaskan bahwa Ladyburn Edition One disuling di tahun 1966 dan telah didiamkan selama 54 tahun sampai akhirnya dimasukkan ke dalam botol. “Mengapa kami membawa Ladyburn 1966 Edition One ke Indonesia dan menjadi highlight dari pembukaan The Distillers Library? Karena statusnya yang super langka. Hanya ada 10 set di seluruh dunia, dan satu set akan dihadirkan di Indonesia. Kelangkaan Ladyburn 1966 Edition One adalah karena dari seluruh cask yang ada, jika habis memang tak akan ada lagi yang tersisa.”

“Ladyburn Edition One pun menceritakan sejarah yang terjadi sekitar tahun 1960an, terlebih di London Timur. Pada botol-botolnya terdapat sebuah rangkaian foto-foto eksklusif karya fotografer Inggris terkenal David Bailey, yang membawa kita kembali ke London di tahun 1960-an, dan bagaimana London hari ini terlihat sangat berbeda pada masa itu. Foto-foto dan isi whisky yang keduanya berasal dari masa tersebut benar-benar cocok untuk disandingkan bersama,” tambahnya.

Foto 4

Perwakilan dari William Grant & Sons, Will Peacock sebagai Head of Luxury dari Glenfiddich, pun menambahkan beberapa fakta mengenai dibukanya tempat ini di Indonesia. “William Grant & Sons menganggap brand-brand kami sebagai ikon dari perusahaan. Pendekatan yang dilakukan oleh kami kepada pasar luxury di Indonesia adalah dengan memperkenalkan publik Indonesia kepada dunia eksklusif single malt dengan kedua brand kami yaitu Glenfiddich dan The Balvenie, dengan mempersembahkan serangkaian whisky baru berkualitas premium di The Distillers Library. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang intimate, edukasional dan juga berharga bagi komunitas penggemar whisky di Indonesia serta berusaha untuk terus berinovasi demi memberikan produk-produk dengan kualitas tinggi,” tutur Peacock.

“Asia, khususnya Indonesia, sangat penting bagi kami mengingat pesatnya pertumbuhan pasar luxury di sini. Kami menyadari ada banyak kolektor-kolektor besar di Indonesia, dan tentunya langkah yang tepat untuk membuka The Distillers Library di Jakarta untuk berada lebih dekat dengan para kolektor. Kami pun berniat membangun sebuah komunitas dengan disediakannya tempat ini yang bersifat eksklusif, private dan luxurious dengan koleksi whisky-whisky langka yang terkurasi dan hanya terdapat di Indonesia,” jelasnya seraya menutup wawancara kami.