Share
Rayakan St. Patrick’s Day, Ireland’s Eye 2024 Kembali Mempersembahkan Karya 5 Seniman Muda Irlandia
Annisa Silvia Mulia
26 March 2024

Merayakan St. Patrick’s Day, Kedutaan Besar Irlandia kembali mempersembahkan Ireland’s Eye hasil kolaborasi dengan ISA Art dan Design. Menghadirkan karya-karya inspiratif dari 5 seniman Irlandia, Ireland’s Eye menampilkan isu menarik dengan perspektif unik dari negara mereka.


Kedutaan Besar Irlandia untuk Indonesia kembali meriahkan panggung seni kontemporer dengan menyelenggarakan episode ketiga dari Ireland’s Eye 2024. Pameran Ireland’s Eye dapat Anda kunjungi mulai 18 Maret hingga 12 April 2024 yang berlokasi di lobi World Trade Centre 2, Jakarta Pusat. Pameran ini membuka pintu bagi para pecinta seni untuk menikmati karya-karya inspiratif dari seniman muda Irlandia.

Sebagai bagian dari perayaan St. Patrick’s Day di Jakarta, Ireland’s Eye adalah sebuah persembahan budaya yang menarik. Kolaborasi antara Kedutaan Besar Irlandia untuk Indonesia dan ISA Art and Design di Jakarta menghasilkan rangkaian karya yang mencerminkan berbagai persoalan global.

Ireland’s Eye 2024

Kurator pameran, Mark Joyce, seniman dan akademisi asal Irlandia, membimbing para seniman muda Irlandia dalam mengekspresikan pemikiran mereka. Kelima seniman muda tersebut yaitu Patryk Gizicki, Katerina Gribkoff, Ethan McGarry, Asha Murray, dan Jan O'Connell. Mereka menjelajahi berbagai isu mulai dari lingkungan, kesenjangan sosial, globalisasi, hingga perubahan teknologi melalui karya-karya mereka yang mencengangkan.

Patryk Gizicki, “Stay Forever More”
Patryk Gizicki, “Stay Forever More”
Katerina Gribkoff, “Paper Quilt with Plant Inks”
Katerina Gribkoff, “Paper Quilt with Plant Inks”

Setiap seniman menawarkan perspektif unik mereka. Patryk Gizicki, misalnya, mengeksplorasi identitas dan nostalgia melalui fotografi dengan memadukan teknik analog dan pemahaman akan warna yang mendalam. Sementara itu, Katerina Gribkoff menggunakan praktik seni yang berkelanjutan dalam karyanya, menciptakan instalasi sistem dukungan tanaman “Paper Quilt with Plant Inks” yang mengundang pemirsa untuk merenungkan hubungan antara manusia dan lingkungan.

Ethan McGarry, “In between, We navigate”
Ethan McGarry, “In between, We navigate”
Asha Murray, “Feeling Tired Lost, Lonely” and “Because You’re Worth It”
Asha Murray, “Feeling Tired Lost, Lonely” and “Because You’re Worth It”

Ethan McGarry dari Dublin memilih tema kehidupan sehari-hari sebagai inspirasi, menggambarkan kehidupan sosial melalui fotografi dan media digital. Asha Murray, dengan pendekatan eksperimentalnya, menciptakan narasi tentang identitas dan memori melalui film eksperimental dan karya tekstil.

Jan O’Connell, “Piléir Marthana photographed on Slea Head, West Kerry, Ireland”
Jan O’Connell, “Piléir Marthana photographed on Slea Head, West Kerry, Ireland”

Terakhir, Jan O’Connell, seorang fotografer yang berbasis di Kota Cork, mengeksplorasi koneksi manusia dengan alam melalui 'potret' batu-batu di wilayah West Kerry dan interaksi mereka dengan Samudera Atlantik.

Para seniman ini adalah lulusan dari berbagai sekolah seni terkemuka di Irlandia, termasuk Sekolah Seni Belfast dan Sekolah Seni dan Desain Limerick. Dengan berbagai latar belakang dan pengalaman, karya-karya mereka memberikan gambaran yang kaya akan keragaman seni Irlandia yang terus berkembang.

Di tahun sebelumnya, Kedutaan Besar Irlandia di Indonesia juga menggelar Ireland’s Eye untuk kedua kalinya di lokasi yang sama, namun dengan karya dari seniman yang berbeda dari Lucy Peters, Mandy O’Neill, Michelle Malone, Myfanwy Frost Jones, dan Orla Comerford.

BACA JUGA: Ireland’s Eye, Persembahan Karya Kritis 5 Seniman Irlandia