Riset terbaru Populix mengungkap bahwa olahraga telah berkembang dari sekadar aktivitas kebugaran menjadi bagian dari gaya hidup, sarana membangun relasi, hingga investasi kesehatan bagi masyarakat urban Indonesia.
Kesadaran masyarakat urban Indonesia terhadap gaya hidup sehat terus mengalami peningkatan. Berdasarkan riset terbaru dari Populix yang dilakukan pada akhir Maret 2026 setelah bulan Ramadan, lebih dari 80% responden mengaku rutin berolahraga dan semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan di tengah aktivitas profesional yang padat. Temuan ini menunjukkan bahwa olahraga kini telah berkembang menjadi bagian dari lifestyle modern, bukan lagi sekadar aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran.
Dalam sesi pemaparan riset, VP of Marketing Populix, Putri Fitria, menjelaskan bahwa studi ini dilakukan untuk memahami perubahan perilaku masyarakat terhadap kesehatan dan olahraga. Menurutnya, olahraga kini telah menjadi bagian dari keseharian para pekerja Indonesia yang semakin sadar akan pentingnya keseimbangan antara karier dan kualitas hidup.
Riset yang melibatkan responden dari kalangan ekonomi menengah ke atas dengan berbagai karakteristik pekerjaan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin berkomitmen terhadap gaya hidup sehat. Quantitative Research Manager Populix, Retno Gumelar, mengatakan bahwa kesadaran tersebut terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga maupun pengeluaran yang mereka alokasikan untuk mendukung kebiasaan tersebut.

“Dari hari ke hari, masyarakat semakin aware terhadap kesehatan. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan hidup sehat sudah mulai menjadi perhatian penting bagi para pekerja urban,” ujar Retno.
Komitmen tersebut tercermin dari 64% responden yang mengaku berlangganan fasilitas atau aplikasi olahraga. Selain itu, banyak di antaranya juga menginvestasikan dana untuk membeli pakaian olahraga, suplemen kesehatan, hingga perlengkapan fitness sebagai bagian dari rutinitas mereka.
“Para pekerja tidak hanya punya motivasi hidup sehat, tetapi juga punya komitmen untuk benar-benar berpartisipasi dalam aktivitas olahraga. Mereka rela menjadi member gym, membeli suplemen, hingga perlengkapan olahraga sebagai bentuk investasi kesehatan,” tambahnya.
Menariknya, olahraga kini juga memiliki dimensi sosial yang semakin kuat. Bagi banyak pekerja urban, aktivitas olahraga tidak lagi semata-mata berorientasi pada target kesehatan pribadi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunitas, memperluas jaringan profesional, hingga membuka peluang bisnis baru.
“Olahraga sekarang bukan hanya soal kesehatan fisik atau target pribadi. Dari olahraga, orang bisa membangun relasi, komunitas, bahkan peluang bisnis baru. Jadi sebenarnya aktivitas ini saling menopang antara kesehatan dan kehidupan sosial,” jelas Retno.
Meski demikian, tantangan terbesar yang masih dihadapi masyarakat untuk menjaga konsistensi berolahraga adalah keterbatasan waktu dan lokasi. Jadwal kerja yang padat serta akses terhadap fasilitas olahraga menjadi hambatan utama dalam membangun rutinitas yang berkelanjutan. Namun di sisi lain, kondisi ini membuka peluang besar bagi industri sports dan wellness untuk menghadirkan layanan yang lebih fleksibel, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat urban masa kini.
Seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan kualitas hidup, olahraga kini telah menjadi bagian dari identitas gaya hidup modern. Bukan hanya tentang menjaga kebugaran, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat membangun keseimbangan hidup, koneksi sosial, dan investasi jangka panjang terhadap kesehatan mereka.





