Pengalaman Makan Unik dengan Beragam Cita Rasa dan Sajian Terbaik di August
Dewi Anggriani Siregar
08 September 2022

Memasuki usianya yang hampir satu tahun, August melalui Chef Hans Christian meluncurkan menu baru yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pecinta kuliner. Berlokasi di Sequis Tower, Sentra Distrik Bisnis Sudirman (SCBD), August menawarkan sebuah pengalaman makan unik dengan beragam cita rasa dari sajian terbaiknya.


August sendiri merupakan buah kerja sama dari seorang koki bertalenta bernama Hans Christian, dan Budi Cahyadi yang merupakan seorang mantan petinggi hotel dengan pengalaman yang panjang serta ahli di industri food and beverage. Pertama kali dibuka pada November 2021, nama August dipilih guna merefleksikan visi dan misi mereka untuk menjadikan August sebagai sebuah restoran impresif dan disegani, sesuai dengan arti dari kata “august” itu sendiri. Budi dan Hans sepakat untuk membuka tempat makan baru berkonsep elegan namun tanpa menghadirkan atmosfer yang intimidatif bagi para tamunya.

Budi menjelaskan, mereka ingin August menjadi restoran yang sangat dihormati dan diharapkan meninggalkan kesan yang mendalam bagi para pelanggannya. “Kami tak ingin para tamu merasa terintimidasi saat mereka menjejakkan kaki ke restoran ini. Kami tak melihat August sebagai sebuah restoran fine dining, melainkan sebagai restoran premium yang menyuguhkan hidangan dan layanan terbaik,” ungkap Budi.

Dalam segi interior, August mempercayakannya kepada Bitte Design, firma desain berbasis di Jakarta yang namanya tengah melambung dan sudah melahirkan sejumlah restoran dan bar ternama di ibu kota. Mengusung konsep santai dan nyaman dengan tata cahaya yang hangat, August menggunakan warna-warna bersahaja dengan pengaturan meja yang simpel, serta tata ruang terbuka lengkap dengan rak-rak buku berisi koleksi yang dikurasi sendiri oleh pemilik serta tim August.

Saya ingin tamu merasakan sambutan yang hangat saat memasuki restoran. Ide desain August memang terinspirasi dari suasana rumah. Kami percaya akan filosofi bahwa orang-orang yang datang ini adalah tamu kami, di mana kami wajib memberikan makanan dan layanan yang terbaik,” tutur Budi. Berpatokan pada ide tersebut, Bitte Design juga mewujudkan sebuah dapur tanpa sekat yang terletak persis di sisi ruang makan mengizinkan tamu untuk melihat secara langsung proses memasak dengan tujuan untuk mengaburkan batas antara dapur dan ruang makan demi menciptakan pengalaman makan yang lebih komplet.

Tasting Menu baru yang diracik oleh Chef Hans memiliki ciri khas yang menonjol pada tiap sajiannya namun mengusung filosofi kuliner khas Chef Hans yang menggabungkan cita rasa Asia dengan teknik memasak ala Prancis. “Dengan pengalaman saya terjun di industri fine dining di Asia dan Amerika Serikat, saya membawa pulang semua pengaruh baik yang saya dapatkan selama saya bekerja di sana dan mempersembahkannya bagi para tamu di August dan memberikan sedikit sentuhan Indonesia,” ucap Chef Hans.

Terdiri atas 14 hidangan, Chef’s Journey Tasting Menu baru sendiri sudah tersedia mulai September mendatang. Tujuh di antaranya berupa camilan. Menu anyar ini mengajak tamu untuk menyelami cerita-cerita baru yang ditawarkan oleh masing-masing makanan, mulai dari mengenai pengalaman masa kecil Chef Hans hingga tentang hubungan timbal-balik yang manis antara August dengan pemasok bahan-bahan makanannya.

Di August, Chef Hans berusaha untuk selalu menggunakan produk lokal terbaik dan bahan-bahan sustainable, seperti menu ikan musiman yang ikannya diambil dari nelayan konvensional dari Empak Locale yang memancing ikannya di perairan Bali dan Lombok. Sementara sayurannya diambil dari Lembang Farms, vanilla pods-nya berasal dari Experience Vanilla di Sukabumi, dan bahan cokelatnya disuplai oleh Pipiltin yang selama ini mengambil cokelat dari berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa hidangan khas yang termaktub di Chef’s Journey.

Selain makanannya yang menggugah selera, August juga menawarkan Beverage Program yang unik bagi para tamunya. Bar yang terletak di dekat pintu masuk restoran menawarkan deretan koktail klasik dan koktail yang terinspirasi Indonesia. Namun, bintangnya adalah craft mocktail atau yang kerap disebut sebagai “juice.” Untuk menghasilkan koleksi minuman non alkohol unik tersebut, sang bartender kerap menggunakan ramuan berbahan dasar buah-buahan tropis atau memakai bahan awam untuk membuat pilihan mocktail yang selaras dengan hidangan yang disajikan. Berikut adalah testing menu baru tersebut.

Duck ‘Opor’ Croquette with Cola Jam

Terinspirasi dari sang ibu, camilan yang satyu ini mengombinasikan daging paha bebek dengan kentang dan béchamel opor sebelum membungkusnya dengan adonan kroket dan menggorengnya. Penyajiannya ditemani oleh kismis dan selai cola guna memberikan rasa manis yang sedikit kompleks ke dalam hidangan gurih bercita rasa kaya ini.

EVOO Bread using ‘Adam Levain’

Adam Levain adalah nama yang diberikan untuk racikan sourdough yang dipakai untuk membuat hidangan roti ini. Racikan tersebut saat ini berusia tiga tahun, karena ditemukan pertama saat pandemi dimulai dan di masa awal pandemi, tim August bertahan hidup dengan berjualan roti sourdough sebagai komoditas utama mereka melalui layanan pesan antar dan sesi makan privat bersama Chef Ardika.

Breakfast from Mom

Hidangan ini terinspirasi dari menu sarapan kesukaan Chef Hans yang dibuat oleh ibunya sebelum berangkat ke sekolah: nasi dengan telur dadar isi sosis lap cheong. Di August, hidangan rumahan tersebut diubah menjadi kerupuk nasi dengan lap cheong ayam dan saus telur.

James & Jenn’s Fresh Egg

Makanan ini mengandung telur segar yang diambil dari sebuah peternakan di Bogor dan hanya diolah maksimum 48 jam setelah dipanen. Telur tersebut dimasak perlahan-lahan dengan suhu 65 derajat Celsius kemudian disajikan disajikan daging dada ayam asin, bacon, red onion marmalade, sautéed horenzo, dan saus simpel yang dibikin dari tulang ayam panggang dan jahe.