Menjaga Ikatan Emosional dengan Pasangan di Masa Physical Distancing

Relationship12 May 2020

By Listya Manopo

Menjaga Ikatan Emosional dengan Pasangan di Masa Physical Distancing

Setelah beberapa lama mempraktikkan physical distancing, mungkin ada kalanya kita juga merasa “berjarak” secara emosional dengan pasangan.


Ketika kita merasa berjarak dengan pasangan, hal tersebut dapat terasa sebagai ancaman terhadap emotional security kita, menyebabkan kita merasa takut. Amigdala, daerah berbentuk almond di otak tengah kita, bertindak sebagai sistem alarm emosional bawaan. Ia memicu respons otomatis ketika ancaman terjadi seperti ketika berjarak, kesepian, dan takut, perasaan tersebut bisa terasa mengancam. Amigdala merespons dan rasa panik bisa muncul.

Selama masa sulit ini, rasa takut bisa terasa menghancurkan, meninggalkan kita dengan rasa panik. Berikut adalah tiga langkah untuk membuat Anda kembali ke jalur hubungan emosional yang memuaskan dengan pasangan meskipun tidak dapat merasa dekat secara fisik:

Mengenali Ketidaksempurnaan Situasi yang Ada

Langkah pertama adalah mengenali jika ada masalah dalam hubungan Anda yang terkesan enteng namun acap terjadi; baik dalam periode physical distancing maupun tidak. Berikut beberapa contoh yang umum:

• Anda dan pasangan tidak menghabiskan banyak waktu bersama seperti dulu.
• Anda tidak berkomunikasi sebagaimana dahulu.
• Anda tidak merasa nyaman saat berbicara bersama.
• Kebutuhan Anda tidak terpenuhi.
• Anda merasa kesepian dalam hubungan Anda.

Mengomunikasikan Masalah yang Ada

Ketika Anda mendeteksi ada masalah, luangkan waktu untuk berbicara dengan pasangan Anda. Mulailah dengan menanyakan apakah ini saat yang tepat untuk berbicara. Jika tidak, tanyakan kapan waktu yang tepat. Setiap pasangan memiliki cara yang berbeda-beda untuk berbincang, maka cobalah untuk bersikap natural.

Biarkan pasangan Anda tahu bahwa Anda telah mengenali bahwa hubungan Anda berdua terasa berjarak. Nyatakan bahwa Anda ingin memulai proses menghubungkan kembali pada tingkat yang lebih dalam. Lihat apakah pasangan Anda merasakan hal yang sama.

Mantapkan Niat dan Keinginan Anda Sejujurnya

Persiapkan dengan baik perasaan Anda yang perlu dikomunikasikan sebelum mengajak pasangan Anda berbincang. Menetapkan waktu ketika Anda berdua merasa aman untuk membicarakan perasaan Anda sangat penting. Bicaralah dengan terbuka tentang keadaan hubungan Anda.

Kesadaran, komunikasi, dan intensionalitas adalah poin yang baik untuk memulai jika hubungan Anda terasa berjarak. Jika Anda merasa mengalami kesulitan dengan salah satu dari langkah-langkah ini, mungkin ada baiknya Anda berbincang dengan psikolog atau terapis yang membimbing Anda maupun pasangan dalam proses tersebut.

Foto PIXABAY