Maurizio Gucci, Sosok Esensial dari Kesuksesan Brand Gucci

Profile09 October 2021

By Adelia Ayu

Maurizio Gucci, Sosok Esensial dari Kesuksesan Brand Gucci

Dengan visi fashion yang jenius dan berperan utama dalam kesuksesan brand Gucci hingga saat ini, Maurizio Gucci lebih dari sepotong kisah tragis yang tercermin di film “House of Gucci”.


Dengan ramainya berita mengenai film "House of Gucci’"yang mengangkat kembali kisah tragis kematian mantan pemimpin Gucci di tangan sang istri, Patrizia Reggiani, Maurizio Gucci lebih dari sekedar korban kejahatan dan konflik rumah tangga. Maurizio adalah visioner, esensi dan kunci sukses brand Gucci hingga saat ini.

Maurizio lahir pada 26 September 1948 di Florence, Italia dari pasangan Rodolfo Gucci dan Sandra Ravel. Ia juga merupakan cucu pewaris dari founder utama, Guccio Gucci. Ia pindah ke New York di tahun 1972 untuk bekerja untuk Gucci di bawah pimpinan sang paman, Aldo Gucci. Terlahir sebagai visioner, Maurizio merupakan orang pertama yang menyadari potensi besar Gucci di saat industri luxury fashion sedang berkembang di akhir 80’an.

Perjalanan karier Maurizio dimulai pada tahun 1986 saat rumah mode tersebut ditinggal Aldo Gucci yang tersangkut masalah pidana dan finansial. Mengembangkan bisnis sekaligus mempertahankan signature peninggalan Aldo seperti loafers, Ia merekrut desainer Tom Ford dari Perry Ellis untuk memimpin koleksi women ready-to-wear yang melejitkan nama sang desainer di dunia fashion.

Menyadari keluarga besarnya tidak menyiapkan rencana masa depan brand Gucci, Maurizio bekerjasama dengan investor besar dan melakukan restrukturisasi pembagian saham perusahaan serta menghilangkan kontrol keluarga besar di dalamnya. Salah satu langkah suksesnya adalah dengan menghapus barang berkualitas rendah untuk menampilkan image Gucci sebagai brand fashion mewah.

Merombak ulang manajemen Gucci, Maurizio merambah pasar internasional dengan membeli lisensi Gucci Jepang dan mengubah desain Gucci sesuai arsip dan sejarah brand. Dengan menciptakan tim yang diverse di perusahaan bersensi Italia, Maurizio sukses menciptakan image dan advertisement yang menginspirasi sejumlah fashion house di masa mendatang.

Meski berhasil membangun kembali Gucci, Maurizio harus ‘menyudahi’ perjalanannya setelah tewas tertembak oleh pembunuh bayaran pada 27 Maret 1995. Sang istri, Patrizia Reggiani ditetapkan sebagai tersangka dalam pembunuhan tersebut. Melalui visi jenius dan semangat passion for fashion, Maurizio Gucci lebih dari sekedar sosok tragis yang diperankan aktor Adam Driver dalam film “House of Gucci”.