Share
Manjakan Diri Anda dengan Pengalaman Kuliner di Restoran Michelin Star Hong Kong
Novita Angelina
30 October 2021

Hong Kong terkenal sebagai sebuah kota kuliner Asia yang menakjubkan. Di Hong Kong terdapat 70 restoran Michelin Star yang wajib dikunjungi.


Hal apa yang pertama kali muncul di pikiran Anda ketika mengunjungi Hong Kong, tentu saja makanannya. Bebek panggang yang sempurna, mie dengan daging sapi yang kenyal, hingga satu nampan dimsum kukus hangat dapat memanjakan lidah Anda sebagai pecinta kuliner. Anda dapat menemukan beragam jenis restoran atau tempat makan, mulai dari kafe lokal di Cha Chaan Teng ataupun hidangan klasik Kanton di warung pinggir jalan yang ada di Dai Pai Dongs. Tidak hanya itu, Anda juga dapat menikmati anggur dan santapan mewah di restoran berbintang Michelin. Tidak salah jika kita menyebut Hong Kong sebagai surga makanan.

Reputasi Hong Kong sebagai tujuan wisata kuliner yang menyajikan makanan enak, semakin meningkat sejak tahun 2009. Saat itu Michelin Guide memulai debutnya di sana dengan memberikan 31 bintang pada 22 restoran ternama di Hong Kong. Dalam semalam, the Guide telah membuat gebrakan instan di antara pecinta kuliner dengan menjadikan Hong Kong sebagai pelabuhan untuk beberapa makanan terbaik di Asia, dan bagi para koki ambisius untuk membuat pencapaian mereka serta menyajikan pengalaman makan yang tidak terlupakan bagi setiap pecinta kuliner di dunia.

Danny Yip, The Chairman

Seperti yang diketahui, salah satu kunci utama dari makanan Kantonis adalah kesegaran dari setiap bahan makanannya. Mengetahui hal tersebut, Danny Yip sebagai salah satu pecinta makanan Kantonis, sekaligus pemilik dari Restoran The Chairman berusaha untuk selalu menggunakan bahan lokal yang segar, seperti kepiting rajungan, kerang bambu, ikan kerapu, kerang, lobster serta hasil tangkapan laut lainnya yang dibelinya langsung dari pasar untuk diolah di restorannya. Bahan-bahan yang digunakan itu biasanya merupakan hasil tangkapan pertama nelayan di pagi hari. Hal tersebut yang membedakan makanan The Chairman dengan makanan lain di pasaran.

Salah satu signature makanan dari restoran The Chairman yaitu, Teamed Fresh Flower Crab with Aged Shaoxing Wine yang juga dipadukan dengan minyak ayam sehingga menghasilkan makanan yang lezat dan tak terlupakan. Makanan ini sangat disukai oleh banyak orang termasuk pemiliknya Danny Yip. Mereka sengaja menggunakan flower crab Kepiting rajungan yang memiliki rasa yang sangat manis dan mengandung banyak Umami. Mereka juga menambahkan bumbu rahasia yang berasal kaldu kerang yang spesial diciptakan untuk menambah kenikmatan rasa umaminya.

Kunci kelezatan lain dari masakan The Chairman yaitu pemakaian bumbu lokal yang alami. Sejak awal berdiri, Danny selalu mengunjungi produsen pembuat bumbu lokal asli Hong Kong, salah satunya Tai Ma Sauce. Mereka selalu menyediakan produk lokal yang berkualitas, seperti kedelai hitam fermentasi ataupun fermentasi lemon yang sudah disimpan lebih dari satu dekade. Bahan-bahan tersebut tentu menghasilkan cita rasa yang unik yang mungkin tidak dapat ditemukan ketika menggunakan bahan atau bumbu yang biasa.

Sebelumnya mereka mencoba menggabungkan fermentasi lemon dengan beberapa boga bahari lainnya, namun tidak cocok. Hanya kerang bambu yang memiliki tingkat kepadatan yang cukup kuat yang cocok dipadukan dengan fermentasi lemon yang sangat asam. Dari situ tercipta menu makanan Razor Clams Steamed with Aged Lemon and Mixed Herbs.

Yang menarik lainnya, Restoran The Chairman menyajikan makanan Kantonis dengan menggunakan beberapa teknik khusus dalam mengolah bahan makanannya, seperti kukus dan tumis. Hal ini untuk menjaga keaslian rasa sekaligus meningkatkan cita rasa dari bahan-bahan yang digunakan. Tidak heran, jika Restoran The Chairman berhasil meraih bintang satu penghargaan Michelin Guide.

Chef Vicky Lau, Tate Dining Room

Restoran Michelin Star lainnya yang wajib Anda kunjungi ketika berada di Hong Kong yaitu Restoran Tate Dining Room milik Chef Vicky Lau. Chef Vicky Lau merupakan satu-satunya chef wanita di Asia yang dianugerahi dua bintang Michelin pada edisi 2021. Ia dikenal dengan ciri masakan yang memiliki perpaduan hidangan Cina-Perancis dan juga menjembatani antara kuliner tradisional dengan modern. Tidak heran, pemilik sekaligus koki, Vicky Lau dianggap sebagai ikon dalam dunia kuliner Hong Kong.

Menurut Chef Vicky, Hong Kong memiliki penduduk yang sangat beragam dan mereka terbuka ketika seseorang ada yang ingin membuka bisnis di Hong Kong. Di dalam hal produksi, masyarakat Hong Kong memiliki akses untuk apapun itu, mulai dari bahan makanan berkualitas tinggi sampai bermacam buah enak yang mudah didapatkan karena tumbuh langsung di Hong Kong. Koki Vicky Lau mengetahui bahwa makanan berkualitas terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas. Oleh karena itu, ia berusaha menciptakan makanan dengan produk lokal Hong Kong yang dikembangkan secara kreatif sesuai dengan ciri khas kuliner Hong Kong.

Untuk menu makan siang, restoran Tate Dining Room menggunakan bahan makanan yang sederhana dan mudah ditemukan di Hong Kong yang kemudian diolah menjadi makanan spesial dan bernilai tinggi. Hal ini yang membedakan restoran Tate Dining Room dengan restoran berjenis fine dining lainnya. Dibandingkan dengan restoran lain yang menggunakan bahan-bahan yang mahal, di sini mereka lebih banyak menggunakan produk buah lokal yang harganya jauh lebih terjangkau, seperti anggur, cherry, blueberry dan buah ara. Sebagai bagian dari masyarakat lokal Hong Kong, chef Vicky Lau menyadari bahwa Ia harus mendukung petani lokal Hong Kong.

Salah satu ciri khas masakan Chef Vicky Lau yaitu percampuran antara sumber protein hewani dengan buah-buah lokal Hong Kong yang berkualitas tinggi. Seperti misalnya ia mencampurkan daging domba dengan buah cerry atau. Untuk bagian leher domba ia menggulungnya ke dalam buah ara yang sudah dipotong tipis-tipis dan memasaknya dalam jangka waktu yang lama dengan menggunakan teknik sous vide. Dan pada bagi pundak, ia mengukusnya dengan menaruh mousse di atasnya, kemudian lemaknya disusun di sampingnya sebelum digoreng. Menurut Chef Vicky dengan menambahkan spices akan menambah cipta rasa yang seimbang pada sebuah makanan.

Chef Vicky Cheng, VEA Restaurant

Chef Vicky Cheng berhasil membuktikan dirinya sebagai pelopor gastronomi “Prancis x Cina” dengan terpilih sebagai chef peraih MICHELIN berbintang satu. Ia mencoba menggabungkan bahan-bahan asli khas Cina dengan pengalaman pelatihan kuliner Prancis yang pernah dialaminya selama mengambil program manajemen kuliner di George Brown College di Toronto. Saat ini ia membuka sebuah restoran yang unik yang bernama VEA Restaurant.

Sebelum membuka VEA Restaurant, Vicky Cheng mengunjungi daerah Tai O yang bersejarah bersama istrinya. Mereka sebelumnya melakukan beberapa riset untuk mencari tempat apa saja yang harus dikunjungi di desa nelayan ini. Dan setelah mengamati sana sini, Ia akhirnya menemukan beberapa produk yang menarik yang akhirnya ia jadikan sebagai salah satu bahan dalam masakan di restorannya. Salah satunya adalah ikan asin. Tai O juga terkenal memiliki beragam produk bahari yang segar yang langsung dapat Anda nikmati ketika berada di sana.

Hal unik yang Anda temukan ketika Anda berkunjung ke VEA Restaurant yaitu Anda akan menemukan bagian dapur yang letaknya ada di bagian tengah ruangan dan menjadi showpiece atau pusat perhatian dari restoran tersebut. VEA Restaurant juga mencoba menggabungkan unsur makanan barat dan timur ke dalam masakannya. Dia menggunakan bahan-bahan lokal seperti ikan asin dari Tai O yang dipotong fillet diambil bagian dagingnya saja dan kemudian dibuat menjadi renyah. Bagian tulang, kulit ataupun buntutnya digunakan untuk membuat kaldu masakan.

Salah satu signature makanannya yaitu Without The 2 of Us yang terinspirasi dari lagu George Lam yang berjudul sama. Lagu ini bercerita ketika Anda sedang bersama dengan orang yang tepat, apapun akan terasa menyenangkan. Hal itu pula yang terjadi pada makanan. Walaupun dengan hal yang simple seperti menggabungkan ikan asin dengan bok choy, campuran tersebut tetap akan menjadi makanan yang lezat.

Makanan itu terdiri dari daging ikan asin yang crispy yang ditambahkan sabayon atau custard Italia yang disajikan di dalam cangkang telur dengan tampilan yang sangat indah. Ia juga menambahkan kertas yang berisikan sebagian lirik lagu bagi yang ingin menyanyikannya. Hampir setiap hari ada yang bernyanyi dan bersenandung ketika menikmati makanan tersebut.

Chef Shane Osborn, Arcane

Restoran berbintang Michelin keempat yang wajib Anda coba ketika berada di Hong Kong adalah Restoran Arcane milik Chef Shane Osborn. Ia adalah seorang koki yang berasal dari Australia dan pertama kali menerima bintang Michelin di London. Ia kemudian pindah ke Hong Kong untuk mendirikan Arcane Restaurant yang berhasil meraih bintang satu Michelin.

Walaupun merupakan salah satu restoran internasional, namun Chef Shane selalu berusaha menggunakan bahan-bahan segar lokal demi mendukung komunitas petani lokal yang ada di Hong Kong. Ia selalu berpikir mengenai sustainability ketika berbicara mengenai Arcane. Keberlanjutan tersebut menjadi poin utama bagi Chef Shane dalam menyajikan makanan kepada tamunya. Ia berusaha membeli bahan lokal untuk mendukung bisnis lokal sekaligus mengurangi penggunaan karbon secara bersamaan.

Sebagai seorang ekspatriat ia senang untuk menjelajah tempat-tempat baru di Hong Kong untuk dikunjungi, terutama pasar tradisional. Dari sana ia banyak belajar dan terinspirasi untuk menciptakan makanan-makanan baru yang lezat dan dapat diterima oleh masyarakat lokal dan juga pendatang atau turis yang berkunjung ke Hong Kong. Sebagai penyuka berbagai jenis sayuran sawi, ia biasanya mencari sayuran seperti caisim, bok choy, kailan, siu tong choi di pasar tradisional. Menurutnya ia hanya tinggal merebusnya atau menumisnya dengan potongannya bawang putih untuk menjadi makanan yang enak dan sehat.

Chef Shane juga membagikan tips bagi Anda yang ingin berbelanja di pasar tradisional. Ketika sudah menemukan satu pasar yang terdekat dengan daerah Anda, pergi ke kios atau penjual yang Anda suka dan berkenalan dan membangun hubungan yang baik dengan pemiliknya. Dengan begitu Anda akan mendapatkan produk dan harga yang terbaik dari kios tersebut.

Pada tayangan Chefs' Playbook diceritakan bagaimana Chef Shane menciptakan sebuah menu vegetarian yang terinspirasi dari perjalanannya ke Wong Tai Sin. Ia menciptakan sebuah makanan dari sayur sawi, wawa choy yang manis yang dipadukan dengan asam dari cuka mangga, umami dari jamur, cita rasa smoke dari teh Lapsang Souchong yang menyatukan semua rasa. Ia juga menambahkan jagung dan kacang kastanye. Ia menggabungkan konsep timur dan barat di makanan tersebut.

Ketika mengunjungi Arcane, Anda akan menemukan dapur dengan konsep open kitchen. Ia sengaja menciptakan ruangan tersebut karena ia ingin merasakan interaksi langsung dengan para pelanggannya. Di sana, ia dapat berdiskusi langsung dengan mereka mengenai makanan, gaya, hidangan yang mereka sajikan. Mereka bisa saling bercerita dan hubungan mereka menjadi lebih hangat.

Chef Shane merasa orang-orang Hong Kong memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi sehingga dia selalu tertarik untuk mencoba sesuatu yang baru. Sebagai seorang chef, menurutnya Hong Kong merupakan salah satu tempat terbaik yang dapat dikunjungi terutama bagi para pecinta makanan.

Berbicara soal makanan dan jalan-jalan, jika nanti kondisinya sudah membaik dan Anda sudah bisa kembali traveling, Hong Kong menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi jika Anda ingin memanjakan diri Anda dengan perjalanan kuliner yang tidak terlupakan. Namun sebelumnya, Anda dapat menyaksikan "Hong Kong Chefs’ Playbook”, sebuah serial baru yang menampilkan koki bintang Michelin dan kedekatan mereka dengan budaya kuliner di Hong Kong. Dalam total empat episode, mereka menceritakan tentang kisah “Yau Ma Tei dengan Vicky Lau”, “Wong Tai Sin dengan Shane Osborn”, “Tai O dengan Vicky Cheng”, dan “Aberdeen dengan Danny Yip” yang dapat Anda saksikan pada channel YouTube Discover Hong Kong.

Indulge Yourself in a Hong Kong Michelin-starred Culinary Experience

Hong Kong is known as a fantastic Asian culinary city. In Hong Kong, there are about 70 Michelin Star restaurants that must be visited.


What is the first thing that comes to your mind when you visit Hong Kong? Exactly, it's food! Perfect roast duck, noodles with chewy beef, to a tray of warm steamed dim sum can pamper your taste buds as a foodie. You can find various restaurants or places to eat, ranging from local cafes at Cha Chaan Teng or classic Cantonese dishes at roadside stalls at Dai Pai Dongs. Not only that, but you can also enjoy fine wine and fine dining at Michelin-starred restaurants. It's not wrong to call Hong Kong a food paradise.

Hong Kong's reputation as a culinary tourism destination serving delicious food has grown steadily since 2009. The Michelin Guide made its debut, thereby giving 31 stars to 22 top restaurants in Hong Kong. Overnight, the Guide has created an instant buzz among foodies by making Hong Kong a port for some of the best food in Asia and ambitious chefs to make their mark and provide an unforgettable dining experience for every foodie in the world.

Danny Yip, The Chairman

As is well known, one of the primary keys to Cantonese food is the freshness of each ingredient. Realizing this fact, Danny Yip, as a lover of Cantonese food and the owner of The Chairman Restaurant, tries to use fresh local ingredients. He buys small crabs, bamboo clams, groupers, clams, lobsters, and other marine life products directly from the market to be processed in his restaurant. The used materials are usually the first catches of fishermen in the morning. That’s all that distinguishes The Chairman's food from other foods on the market.

One of the signature foods from The Chairman restaurant is Teamed Fresh Flower Crab with Aged Shaoxing Wine combined with chicken oil to produce delicious and unforgettable food. This food is loved by many people, including the owner Danny Yip. They deliberately use the flower crab, which has a delightful taste and contains a lot of Umami. They also added a secret spice derived from the particular juice of the clam broth, which he specially created to add to the enjoyment of the umami taste.

Another key to the delicacy of their cuisine is the use of natural, local spices. Since its inception, they have always visited Hong Kong's original local condiment seller, Tai Ma Sauce. They always provide quality local products, such as fermented black soybeans or fermented lemons that have been stored for more than a decade. These ingredients certainly produce a unique taste that may not be found when using ordinary ingredients or spices.

Previously they tried to combine fermented lemon with some other seafood, but it didn't work. Only bamboo scallops with a sufficiently strong density are suitable for combination with the highly acidic fermented lemon. From there, the Razor Clams Steamed with Aged Lemon and Mixed Herb’s menu was created.

Another exciting thing, The Chairman Restaurant serves Cantonese food by using several special techniques in processing the food ingredients, such as steaming and stir-frying. This technique is needed to maintain the authenticity of the taste while enhancing the taste of the ingredients used. No wonder, The Chairman's Restaurant won a one-star Michelin Guide award.

Chef Vicky Lau, Tate Dining Room

You must visit another Michelin Star restaurant while in Hong Kong is Chef Vicky Lau's Tate Dining Room Restaurant. Chef Vicky Lau is the only female chef in Asia awarded two Michelin stars in the 2021 edition. She is known for her culinary characteristics that mix Chinese-French dishes and bridge the traditional and modern cuisine gap. Not surprisingly, owner and chef Vicky Lau is considered an icon in Hong Kong's culinary scene.

According to Chef Vicky, Hong Kong has a very diverse population, and they are open when someone wants to open a business in Hong Kong. When it comes to production, Hong Kong people have access to everything from high-quality food ingredients to various delicious fruits that are easy to get because they are grown directly in Hong Kong. Chef Vicky Lau knows that quality food is made from quality ingredients. Therefore, he strives to create food with local Hong Kong products creatively developed by Hong Kong culinary characteristics.

For the lunch menu, the Tate Dining Room restaurant uses simple and easy ingredients to find in Hong Kong, which are then processed into unique and high-value meals. This menu is what distinguishes the Tate Dining Room restaurant from other fine dining restaurants. Compared to other restaurants that use expensive ingredients, here they mostly use local fruit products that are much more affordable, such as grapes, cherries, blueberries, and figs. As part of the local Hong Kong community, chef Vicky Lau realized that he had to support local Hong Kong farmers.

One of Chef Vicky Lau's cuisine hallmarks is the combination of animal protein sources with high-quality local Hong Kong fruits. For example, he mixes lamb with cherries or. She rolls them into thinly sliced ??figs for the lamb’s neck and cooks them for a long time using the sous vide technique. And as for the shoulders, he steams it by putting mousse on them. Then the fat is stacked on the side before frying. According to Chef Vicky, adding spices will add a balanced taste to a portion of food.

Chef Vicky Cheng, VEA Restaurant

Chef Vicky Cheng proved himself a pioneer of “French x China” gastronomy by being a one-star MICHELIN-winning chef. He combines authentic Chinese ingredients with the French culinary training experience while taking the culinary management program at George Brown College in Toronto. Currently, he is opening a unique restaurant called VEA Restaurant.

Before opening VEA Restaurant, Vicky Cheng visited the historical Tai O area with his wife. They previously did some research to find out what places to visit in this fishing village. And after observing here and there, he finally found some interesting products, which he eventually made as an ingredient in the dishes in his restaurant. One of them is salted fish. Tai O is also famous for having various fresh seafood products that you can immediately enjoy when you are there.

The unique thing that you find when you visit the VEA Restaurant is that you will find the kitchen, which is located in the middle of the room and becomes the showpiece or center of attention of the restaurant. VEA Restaurant also tries to incorporate elements of western and eastern food into its cuisine. He uses local ingredients such as salted fish from Tai O, cut into fillets, and then crispy. The bones, skin, or tail are used to make cooking broth.

Without The 2 of Us, one of the signature dishes is inspired by George Lam's song of the same name. This song tells the story that when you are with the right person, anything will feel good. The same thing happens with food. Even with something as simple as combining salted fish with bok choy, the mixture will still be a delicious meal.

The food consists of crispy salted fish meat with added sabayon or Italian custard served in eggshells with a beautiful appearance. He also added a paper containing some of the song's lyrics for those who wanted to sing it. Almost every day, we can find someone singing and humming while enjoying the food.

Chef Shane Osborn, Arcane

The fourth Michelin-starred restaurant you must try while in Hong Kong is Chef Shane Osborn's Arcane Restaurant. He is a chef who hails from Australia and received his first Michelin star in London. He then moved to Hong Kong to establish Arcane Restaurant, which won one Michelin star.

Even though it is an international restaurant, Chef Shane always tries to use fresh local ingredients to support the local farming community in Hong Kong. He always thinks about sustainability when he talks about Arcane. Sustainability is the main point for Chef Shane in serving food to his guests. He seeks to buy local materials to support local businesses while simultaneously reducing carbon use.

As an expat, he loves exploring new places in Hong Kong, especially the traditional markets. He learned a lot and was inspired to create fresh foods that are delicious and acceptable to the local community and foreigners or tourists visiting Hong Kong. As a lover of various types of mustard greens, he usually looks for vegetables such as Choy Sum, Bok Choy, Kailan, Siu-Tong Choi in traditional markets. He just has to boil it or saute it with pieces of garlic to make it a delicious and healthy meal.

Chef Shane also shares tips for those of you who want to shop at traditional markets. When you have found a call closest to your area, go to the stall or seller you like, get acquainted, and build a good relationship with the owner. That way, you will get the best product and price from the kiosk.

The Chefs' Playbook shows how Chef Shane created a vegetarian menu inspired by his trip to Wong Tai Sin. He made a dish from mustard greens, sweet Wawa Choi combined with the sourness from mango vinegar, umami from mushrooms, smoked flavors from Lapsang Souchong tea that brought all the flavors together. It also adds corn and chestnuts. He combines the concept of east and west in food.

When visiting Arcane, you will find a kitchen with an open kitchen concept. He deliberately created the room because he wanted to feel direct interaction with his customers. There, he can discuss the food, style, and dishes they serve directly with them. They can talk to each other, and their relationship becomes warmer.

Chef Shane feels Hong Kong people are curious enough that he is always interested in trying something new. As a chef, according to him, Hong Kong is one of the best places to visit, especially for food lovers.

Talking about food and traveling, if later the conditions have improved and you can wander again, Hong Kong is one of the must-visit destinations if you want to pamper yourself with an unforgettable culinary journey. But before that, you can watch "Hong Kong Chefs' Playbook,” a new series featuring Michelin star chefs and their closeness to Hong Kong's culinary culture. In a total of four episodes, they tell the story of “Yau Ma Tei with Vicky Lau,” “Wong Tai Sin with Shane Osborn,” “Tai O with Vicky Cheng,” and “Aberdeen with Danny Yip,” which you can watch on the Discover Hong Kong YouTube channel.