Share
Lunar Afternoon Tea Eksklusif di The Drawing Room, The St. Regis Jakarta
Annisa Laksmi
10 February 2026

Dengan perhatian khusus pada detail, heritage, dan kualitas, Lunar New Year Afternoon Tea di The St. Regis Jakarta menjadi salah satu seasonal experience yang layak untuk dinikmati.


Di antara berbagai ritual yang menjadi ciri khas St. Regis di seluruh dunia, Afternoon Tea adalah salah satu tradisi yang paling konsisten dipertahankan. Tradisi ini bermula pada pertengahan 1800-an, ketika Duchess of Bedford, seorang bangsawan Inggris, mulai menikmati kudapan ringan seperti cake dan sandwiches di sela waktu antara makan siang dan makan malam. Ia kemudian mengundang teman-temannya untuk bergabung, menjadikan afternoon tea sebagai kegiatan sosial yang elegan. Tradisi ini juga dinikmati oleh Mrs. Caroline Astor, ibunda dari founder The St. Regis, John Jacob Astor IV, yang kemudian menghadirkannya sebagai ritual di The St. Regis New York. Hingga hari ini, warisan tersebut tetap menjadi bagian penting dari identitas St. Regis, termasuk di Jakarta.

Menyambut Lunar New Year 2026, The St. Regis Jakarta menghadirkan interpretasi khusus melalui Lunar New Year Afternoon Tea di The Drawing Room. Dikreasikan oleh Executive Pastry Chef Kevin Lee, pengalaman ini memadukan teknik pastry klasik Prancis dengan inspirasi rasa yang relevan dengan perayaan Imlek. Hasilnya adalah koleksi kudapan savory, sweets, dan scones yang dirancang dengan keseimbangan rasa dan presentasi yang refined, dilengkapi dengan pilihan teh premium untuk dinikmati bersama teman, keluarga, maupun rekan bisnis.

Pilihan savory menghadirkan kombinasi rasa dan tekstur yang menarik. Dimsum Sliced Beef menjadi pembuka yang nikmat, terutama saat disajikan hangat, sementara Hot and Sweet Chili Lobster menawarkan profil rasa yang lebih berani. Salah satu kreasi yang menonjol adalah gingerbread berbentuk setengah lingkaran dengan isian lotus root dan shiitake mushroom, menghadirkan perpaduan tekstur lembut dan earthy yang unik, cocok untuk menjembatani antara rangkaian kudapan savory dengan yang manis.

Lunar Afternoon Tea, The St. Regis Jakarta

Pada pilihan manis, setiap item dirancang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga seimbang dari segi rasa. Mousse berbentuk jeruk memberikan kesegaran yang ringan, sementara sable biscuit dengan spiced pineapple jam menghadirkan rasa yang mengingatkan pada nastar, namun dengan pendekatan yang lebih mewah. Latar belakang Prancis Chef Kevin Lee juga terlihat jelas dalam beberapa elemen, seperti macaron klasik dan egg tart dengan lapisan pastry bertekstur flaky dan berlapis menyerupai croissant, menggantikan pie crust tradisional.

Scones, yang merupakan bagian esensial dari ritual afternoon tea St. Regis, juga menjadi highlight tersendiri. Disajikan hangat dengan lemon curd, mascarpone cream, dan strawberry jam, scones ini melengkapi pengalaman dengan sentuhan klasik yang familiar dan menenangkan.

Bertempat di The Drawing Room, suasana yang ditawarkan semakin memperkuat keseluruhan pengalaman. Interior yang sophisticated, pelayanan yang personal, dan tempo yang lebih tenang menjadikan afternoon tea ini bukan sekadar santapan, tetapi juga kesempatan untuk menikmati salah satu tradisi hospitality paling ikonik di dunia.