Share
Komedi Laga The Big 4 Bertahan di Peringkat 1 Top 10 Film Non Bahasa Inggris di Seluruh Dunia
Listya Manopo
30 December 2022

Ada kabar baik yang membanggakan bagi pecinta film Indonesia. Film komedi laga The Big 4 bertahan di posisi #1 Global Top 10 Non-English Film selama dua minggu berturut-turut,


Film Netflix Original Indonesia terbaru The Big 4 karya sutradara ternama Timo Tjahjanto (The Night Comes for Us) telah tayang pertengahan Desember 2022 kemarin dan berhasil bertengger di puncak daftar film kategori Non-English secara global. Dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Putri Marino, Arie Kriting, Lutesha, dan Kristo Immanuel, film ini menyajikan berbagai aksi pertarungan seru bercampur sentuhan komedi segar.

The Big 4 mengikuti perjalanan seorang detektif yang menyelidiki kematian ayahnya dan mengikuti jejak hingga ke sebuah pulau tropis. Setelah menemukan jati diri sesungguhnya sang ayah sebagai pemimpin kelompok pembunuh bayaran, kejaran musuh membuat ia terpaksa bekerja sama dengan para murid ayahnya dahulu: empat mantan pembunuh bayaran.

Dikenal melalui film-film horor dan thriller seperti The Night Comes for Us dan Sebelum Iblis Menjemput, Timo memasuki era baru dengan film The Big 4. Sutradara kenamaan ini memadukan elemen laga yang tajam dengan komedi yang tampak dari para karakter utamanya. Timo mengutarakan bahwa menurutnya ada sisi komedi dari kekerasan dan tragedi. “Semoga The Big 4 bisa sedikit memperkenalkan itu. Ini film pertama saya di mana kekerasan dan kekacauan menjadi bagian dari unsur komedinya.”

Bagi sang sutradara, kehadiran Arie Kriting dan Kristo Immanuel yang dikenal sebagai komedian di film ini dirasa sangat penting. “Mereka bisa menjembatani apa sebenarnya yang lucu untuk konteks action comedy. Kami mau ke arah slapstick tapi juga bukan yang terlalu konyol, kelucuan itu adalah bagian dari karakter mereka. Adegan-adegan paling lucu di film ini adalah saat Arie dan Kristo bersatu,” ujarnya. Arie Kriting menimpali, “Yang menyenangkan di The Big 4 adalah ruang untuk mengembangkan dibuka oleh Pak Timo dan teman-teman aktor lainnya, sehingga tidak sungkan untuk berimprovisasi di lapangan.”