Instalasi Seni atau Mainan? 3 Karya Unik yang Didisain Juga Untuk Tempat Bermain

Design06 September 2021

By annisa indah

Instalasi Seni atau Mainan? 3 Karya Unik yang Didisain Juga Untuk Tempat Bermain

Disain arsitektur dan lansekap semakin kreatif dan interaktif, contohnya pada disain-disain artistik yang merangkap sebagai playground di bawah ini.


Disain untuk lansekap yang tak hanya cantik namun juga fungsional kini semakin digemari, terutama di wilayah perkotaan dimana lahan semakin menyempit. Banyak disainer yang kini menggabungkan antara karya seni dengan disain lansekap, menjadikan disainnya bukan sekedar sesuatu yang memperindah lokasi, namun juga interaktif bagi pengunjungnya, diantaranya:

1. Bola Berwarna karya AndrénFogelström

Studio arsitektur asal Swedia, AndrénFogelström merancang serangkaian instalasi bola-bola di sebuah taman di atas bukit di pinggiran Stockholm. Bola-bola ini dapat dipanjat dan dimainkan oleh anak-anak dan juga dewasa. Bola-bola besar berwarna oranya ini terbuat dari lembaran logam, yang dipotong menjadi segi enam dilas menjadi struktur yang membulat. Bola-bola tertambat dengan aman pada tanah, namun sengaja dipasang agar terlihat seakan-akan sedang bergulir ke bawah bukit.
Selain bola-bola logam, juga didisain serangkaian bola-bola kayu yang disematkan pada playground di taman tersebut.

2. Breakwater karya Julia Jamrozik dan Coryn Kempster
Serangkaian struktur beton berwarna biru langit di sebuah taman bermain di Jamestown, New York awalnya merupakan pemecah gelombang atau dolosse dari balok beton pracetak berat yang biasanya digunakan untuk mencegah erosi.
Kedua disainer asal Kanada ini melihat sisi artistic dari dolosse, lalu mengubah empat dolosse yang semula dimaksudkan untuk digunakan di Danau Erie di Amerika untuk menjadi rangka panjat bagi anak-anak. Balok-balok beton tersebut diatur sedemikian rupa agar dapat dimainkan, lalu dilapisi dengan polyuria, sejenis lapisan kedap air dan anti selip.

3. The Folds karya Atelier Scale

Studio arsitektur lanskap Atelier Scale telah menciptakan The Folds, sebuah taman bermain komunitas kecil di Changzhou, Cina, sebagai tempat anak-anak bereksplorasi dan bermain dengan bebas. Pihak studio sengaja meminimalkan penggunaan peralatan bermain agar anak-anak dapat bermain dengan bentuk lipatan dari lokasi tempat bermain tersebut.

Taman bermain tersebut memiliki banyak ruang persembunyian dan sudut serta area tempat duduk terpisah dengan air mancur, yang terinspirasi oleh pergerakan air. Bahan yang digunakan untuk instalasi ini adalah plastic timber, sejenis bahan menyerupai kayu namun lebih tahan lama, serta logam untuk bagian pinggiran dan pagar keamanan, yang diwarnai dengan warna kuning terang.