Share
Inilah 15 Karya Adibusana The Masterpiece 2021 dari Para Fashion Designer Berbakat
Highend Editorial
03 December 2021

Profile dan karya para designer The Masterpiece dan I Fashion Festival 2021


HighEnd Magazine dan Lifestyle & Fashion Channel kembali memberikan apresiasi dan sarana untuk para desainer berbakat di penghujung tahun 2021 dengan mempresentasikan mahakarya terbaiknya agar dapat dilihat dunia Internasional melalui suatu perhelatan yang berjudul “The Masterpiece & I Fashion Festival 2021”.

Berikut ini adalah mahakarya adibusana serta profil dari 15 designer Indonesia dan internasional yang sukses mendunia dengan karyanya.

LIVETTE


Imelda Kartini


Lulusan terbaik Esmod Jakarta di tahun 2007, Imelda Kartini merupakan seorang perancang muda yang identik dengan penempatan ornamen dekoratif secara menyeluruh di atas permukaan gaun rancangannya. Ia bahkan berhasil menjadi finalis The Young Fashion Designer Competition di tahun 2009. Di masa pandemi kemarin, untuk tetap eksis dalam dunia fashion, ia memproduksi masker premium dan menjadikannya sebuah bisnis baru.

Reni Moe


Reni merupakan desainer muda asal Bintan yang lulus dari Fashion Design Kampus LaSalle College Jakarta. Belum lama ini, ia berhasil meraih predikat juara III dalam Indonesia Fashion and Craft Award (IFCA) 2021 yang diadakan oleh Kementerian Perindustrian untuk mengangkat karya kreatifitas generasi muda Indonesia. Saat itu ia menghasilkan koleksi baju dengan menggunakan kain yang berasal dari serat pisang abaka yang digabung dengan linen dan sutera sehingga lebih nyaman dipakai.

Priyo Oktaviano


Desainer bertangan dingin asal Kediri ini telah berkelana sampai ke Eropa. Ia berhasil meraih predikat lulusan terbaik ESMOD Paris di tahun 2001 menjadi tiket Priyo ke Balenciaga. Kisahnya di rumah mode Balenciaga menjadi sepenggal cerita terbaik dalam kehidupan desainer bernama lengkap Stevanus Priyo Oktaviano Umar.
Lewat tiga label busana, SPOUS, Priyo Oktaviano Couture, dan Occasion atau kini berganti dengan nama Flow, Priyo berusaha memenuhi permintaan pasar.

Denny Wirawan


Denny Wirawan memulai karir fashion dengan bekerja untuk Prajudi Fashion House pada tahun 1992. Ia terpilih menjadi Runner Up & Pemenang Favorit dalam Lomba Perancang Mode oleh Femina di tahun 1993. Karirnya berkembang pada tahun 1999 ketika ia bergabung dengan Dewan Perancang Mode Indonesia (IFDC). Empat tahun kemudian, ia membuka studio fashion miliknya sendiri dengan merek DENNY WIRAWAN.

Nila Baharuddin


Kesadaran akan sustainable fashion mulai berkembang di Indonesia. Alasan itu pula yang mendasari perancang busana Nila Baharuddin untuk membuat pakaian yang tak hanya menjadi sekadar tren. Nila telah melancong sampai ke luar negeri untuk menampilkan busana yang diciptakannya yaitu di London Fashion Week, dan dengan bangga membawa nama Indonesia untuk lebih dikenal lagi di dunia fesyen internasional.

Hartono Gan


Designer asal Medan, Hartono Gan, memiliki kemampuan khusus dalam memadukan kain cantik asli Indonesia dan cutting yang modern sehingga menjadikan karyanya sebagai sesuatu yang unik dan eye-catching. Baginya, fashion adalah hidup, dan tidak terbatas hanya pada bisnisnya saja karena perjalanan menjadi desainer sendiri itu bukanlah mudah. Hartono Gan sering dipercaya oleh selebritas Indonesia seperti Raisa, Luna Maya dan Ayu Dewi untuk menangani busana mereka.

Viena Mutia


Viena bisa terinspirasi dari manapun dan kapanpun. Apapun yang dia lakukan selalu dengan hati dan sesuai dengan keinginannya sehingga setiap rancangan punya cerita dan makna sendiri. Perancang busana yang dikenal dengan busana ready-to-wear dan juga formal ini sudah beberapa kali bekerja sama dengan para public figure Indonesia dalam meluncurkan koleksi-koleksinya, yaitu Krisdayanti dan Nindy Ayunda.

Katy Matskevich


Desainer asal Belarus memulai karirnya dengan bergabung bersama tim produksi di parade dan pertunjukkan di Yamay Discovery World Theme Park. Katy Matskevich kemudian menjadi seorang team leader dan koreografer di Farglory Ocean Park yang akhirnya membawanya terjun ke dunia fashion dengan menjadi costume designer. Dan kini ia mengembangkan karirnya menjadi seorang fashion designer dan aktif mengikuti beberapa pertunjukkan fashion di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Jesus Cedeno


Perancang muda asal Venezuela ini sangat menyukai teknik batik, khas Indonesia. Hal tersebut yang mengilhami Jesus Cedeno untuk menciptakan baju dengan menampilkan pola-pola latin yang dipadukan dengan batik sehingga menghasilkan perpaduan budaya yang luar biasa. Dia kemudian dipilih menjadi sekretaris klub batik kedutaan dan memenangkan beasiswa Darmasiswa dari pemerintah Indonesia untuk belajar batik di PPPPTK Seni dan Budaya, sekolah di Yogyakarta.

Julianto


Designer muda Julianto ternyata sudah mengepakkan sayapnya di dunia internasional yaitu dengan mengikuti pagelaran ternama yaitu fashion week di beberapa negara, seperti New York Fashion Week dan Hong Kong Fashion Week. Julianto kerap kali menggabungkan unsur-unsur nusantara dalam karya-karyanya yang tentunya akan menarik perhatian baik penikmat fesyen di dalam maupun di luar negeri.

Moral


Label ready-to-wear Indonesia, MORAL, di bawah arahan kreatif desainer muda Andandika Surasetja telah malang melintang di dunia fesyen Indonesia bahkan sampai ke negeri tirai bambu dalam Harbin Fashion Week. Setiap koleksinya memiliki cerita tersendiri yang disambungkan dengan teknik eksplorasi tekstil yang maksimal untuk menghasilkan busana-busana terbaik.

Andreas Odang


Terkenal dengan karya-karya adibusananya, Andreas Odang mengambil inspirasi karyanya dari berbagai hal, mulai dari benda, ide, ataupun profil beberapa figur. Kegigihan Andreas Odang untuk menyalurkan kreativitas di dalam dirinya memang tak terbendung lagi, tak heran meski dirinya mencoba merubah tata cara bekerjanya dengan proses yang lebih sederhana, walau bukan berarti Andreas tak mencoba gagasan baru di dalam desain miliknya.

Coreta Louise


Mengepalai berbagai organisasi seperti Yayasan Batik Indonesia dan Pernik Nusantara, Coreta Louise yang merupakan mantan pembaca berita ini memang sudah lama memiliki ketertarikan pada kain tradisional Indonesia. Menurutnya, perkembangan pesat pembuatan kain Batik dari seluruh penjuru Indonesia, tidak hanya di pulau Jawa saja, adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan kembali keragaman khas Nusantara.

Denny Opulence


Desainer Denny Opulence ini terkenal dengan desain gaun yang selalu diselimuti oleh berbagai payet-payet yang menyerupai kristal. Gaun rancangannya banyak dipakai oleh selebriti ternama Indonesia dan bajunya banyak dipakai di pagelaran ternama dunia.