Bagi Catherine Wong, fashion berawal dari naluri. Dalam perjalanan brandnya, Anarav Label, iapun menemukan maknanya dalam budaya dan warisan Indonesia, yang terus menjadi salah satu jati diri Anarav Label hingga hari ini.
Sejak beranjak remaja, Catherine sudah mulai menggambar, bermimpi, dan membangun fondasi dari perjalanan panjangnya di industri fashion. “Dari umur 12 atau 13 tahun itu memang aku tertarik sama dunia fashion, gambar terus-gambar terus,” kenangnya. Seiring waktu, ketertarikan itu berkembang menjadi arahan yang lebih jelas, dibentuk oleh ketekunan dan komitmen yang konsisten terhadap prosesnya.
Lima belas tahun kemudian, perjalanan itu tercermin dalam Anarav Label. Berasal dari bahasa Sansakerta yang berarti “tanpa batas,” nama ini mencerminkan visi yang menjadi inti dari brand-nya. Sebagai desainer keturunan Tionghoa-Indonesia, Catherine mengulik desainnya dengan keinginan untuk mengeksplorasi budaya Indonesia secara mendalam, dengan cara yang tetap relevan. “Mungkin ini adalah impian aku sebagai desainer yang mau mengeksplor budaya Indonesia dan merepresentasikannya kepada generasi muda tanpa batas,” ujarnya.
Uniknya, Catherine tidak memulai dari busana tradisional. Arah perjalanannya berubah ketika ia memilih untuk meninggalkan ekspektasi dari lingkungannya dan mengikuti apa yang terasa paling sesuai dengan dirinya. Dengan kembali pada ketertarikannya terhadap budaya Indonesia, karyanya menemukan kejelasan dan identitas yang lebih kuat. “Ternyata tidak semua hal itu jadi jalan aku, jadi aku benar-benar mau yang sesuai dengan esensiku,” jelasnya.
Alih-alih merekonstruksi tradisi secara utuh, Catherine memilih elemen-elemen tertentu untuk diolah kembali melalui pendekatan yang lebih modern. “Kalau di budaya Indonesia itu sebenarnya banyak banget yang bisa kita ulik, tapi aku biasanya memilih satu atau dua elemen untuk aku bikin jadi desain yang lebih modern,” katanya. Melalui cara ini, karyanya membawa budaya tetap hidup dalam konteks masa kini.
Craftsmanship menjadi bagian penting dalam prosesnya. Ia bekerja dengan penuh kesadaran, memperhatikan detail dan kualitas, sambil tetap menjaga esensi teknik tradisional. “Aku tetap ingin menonjolkan tradisinya tanpa mengubah esensinya,” ujarnya. “Jadi memang aku fokus di detail dan kualitas, walaupun membutuhkan waktu lebih lama.” Pendekatan ini membentuk brand yang tumbuh secara konsisten selama 15 tahun. “Sampai sekarang 15 tahun bisa bertahan dan mengikuti mode yang ada itu sudah jadi kebanggaan buat aku,” tambahnya.
Hal ini paling terasa dalam karya bridal-nya, di mana keahliannya dalam kebaya dan gaun pernikahan menjadi sorotan. Melalui Anarav Label, Catherine hadir dalam momen-momen personal yang bermakna. “Happy banget baju-baju kita bisa dipilih untuk momen sakral mereka,” katanya. Karyanya telah menjangkau klien di berbagai daerah di Indonesia, dari Aceh hingga Papua, dengan kehadiran brand yang kini terus berkembang di Jakarta, Surabaya, dan Malang.
Lini keduanya, Jelujur Anarav, hadir sebagai pengembangan ready-to-wear yang membutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk diwujudkan. “Aku orangnya cukup idealis, jadi enggak suka buru-buru. Aku lebih memilih take time supaya hasilnya benar-benar maksimal,” ujarnya. Lini ini memberi ruang eksplorasi yang lebih luas untuk siluet dan penggunaan sehari-hari, namun tetap terhubung dengan visi utamanya.
Terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan Indonesia’s Beautiful Women 2026 dari HighEnd menjadi momen yang bermakna bagi Catherine dan timnya. “Penghargaan ini sangat berkesan buat aku dan semua tim yang sudah bersama-sama membangun brand ini,” ujarnya. Penghargaan ini semakin menguatkan komitmennya untuk membawa budaya Indonesia ke panggung yang lebih luas. “Harapannya ke depan, desain kita tetap bisa diterima dan disukai generasi muda,” katanya. Terinspirasi oleh Agnez Mo atas semangat dan kedisiplinannya serta Lisa BlackPink atas pencapaiannya di kancah global, Catherine Wong terus menjelajahi kreativitas yang berjalan seiring budaya, dipandu oleh visi yang tetap setia pada namanya: tanpa batas.





