“House of The Dragon”, Cerita Sejarah 200 Tahun Sebelum “Game of Thrones”

Art & Culture09 October 2021

By Adelia Ayu

“House of The Dragon”, Cerita Sejarah 200 Tahun Sebelum “Game of Thrones”

Setelah merampungkan serial "Game of Thrones" pada 2019 lalu, HBO garap prekuel “House of The Dragon” yang berpusat pada cerita leluhur Daenerys Targaryen, tokoh utama serial fenomenal tersebut.


Setelah banyak kabar beredar mengenai casting dan plot cerita, prekuel “Game of Thrones” (GOT) yang berjudul “House of The Dragon” resmi merilis trailer utamanya. Didominasi tone gelap, trailer tampak menyerupai vibes GOT season terakhir dan menampilkan iron throne, takhta ikonik simbol serial “Game of Thrones”.

Berbeda dengan GOT yang membahas persaingan takhta antara banyak kerajaan di Westeros, “House of The Dragon” berpusat pada cerita para leluhur dari keluarga Targaryen. Mengambil fase 200 tahun sebelum timeline orisinil GOT, serial ini akan menceritakan masa keemasan klan berlambang naga tersebut sebelum kejatuhan yang berujung pada konflik di “Game of Thrones”.

“House of The Dragon” sendiri akan menampilkan tokoh besar keluarga Targaryen dan lainnya seperti Daemon Targaryen, Vyserys Targaryen, Alicent Hightower dan Jason Lannister. Di dalam trailer, tokoh Daemon yang diperankan oleh aktor Matt Smith mengatakan bahwa Kemenangan Keluarga Targaryen bukan dilandaskan mimpi, melainkan penaklukan memakai naga sebagai senjata.

Seperti “Game of Thrones”, serial ini merupakan adaptasi dari buku George RR Martins berjudul “Dance of the Dragons”. Berpusat pada Keluarga Targaryen yang dikenal sebagai penunggang naga, serial ini akan menghadirkan 17 ekor naga animasi. Serial “House of The Dragon” akan menghadirkan 10 episode pada perilisannya di tahun depan.