GOOD VIBRATIONS Jadi Ajang Galang Dana Melalui Festival EDM Live Streaming

Event06 June 2020

By Jodie Suherman

GOOD VIBRATIONS Jadi Ajang Galang Dana Melalui Festival EDM Live Streaming

Acara festival musik GOOD VIBRATIONS akan diselenggarakan lewat live streaming dari HYPE CHAMBER dan dapat disaksikan mulai tanggal 5–7 Juni 2020 (Jumat–Minggu) dan 12–14 Juni 2020 (Jumat–Minggu) melalui kanal Youtube dan Twitch (twitch.tv).


Dunia semakin membiasakan diri untuk melakukan banyak hal dengan kegiatan #DiRumahAja, mengingat pandemi COVID-19 masih belum sepenuhnya teratasi. Indonesia sendiri memasuki bulan ketiga masa PSBB, namun masih beradaptasi dengan keadaan New Normal.

Hype Festival yang merupakan salah satu promoter kenamaan di tanah air bekerjasama dengan Building Culture Movement (BCM) dan didukung oleh Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Indonesia bersama-sama akan menggelar acara GOOD VIBRATIONS. Acara ini merupakan sebuah festival musik dengan tujuan penggalangan dana. GOOD VIBRATIONS menjadi acara live streaming pertama yang melibatkan 27 DJ lokal dan internasional di Indonesia.

Informasi mengenai “GOOD VIBRATIONS” termasuk jadwal acara atau set times akan diberitahukan lebih lanjut melalui akun Instagram resmi @hypefestivalid dan situs resmi letsgethype.asia. Acara ini akan dimeriahkan oleh DJ Internasional seperti Andrew Rayel, Avao, Blinders, Christina Novelli, Firebeatz, Futuristic Polar Bears, Jerome Isma-Ae, Khomha, Myom, Sam Feldt, dan DJ Lokal Heroes seperti Apsara, Dipha Barus, Hogi (Future10), House Cartel, Indra7, Irene Agustine, Kana & Mayo (Tripo 3000), LTN, Patricia Schuldtz, Pixiee, P.Joana, Redy, Six Pratama, Stan, W.W dan Yasmin.

Melalui festival musik amal ini, penonton tidak hanya disuguhkan penampilan seru dari para DJ ternama, tapi juga diajak untuk berdonasi bersama untuk penggalangan dana melalui akun resmi kitabisa.com/bcmbergerak. Seluruh donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu para pekerja yang terdampak COVID-19 seperti para pekerja industi kreatif, pekerja seni, pekerja industri pariwisata, pekerja perhotelan, pekerja restoran, pekerja paruh waktu dan pekerja informal lainnya yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari maupun kebutuhan kesehatan yang krusial.