Banyak sekali yang dapat dipetik dari The Unbreakable Boy. Film ini menjadi refleksi dalam kehidupan dalam keluarga maupun komunitas.
Film The Unbreakable Boy bukan sekadar film tentang autisme, melainkan tentang kehidupan nyata, keluarga, dan sukacita. Yang terpenting, film tersebut merupakan karya tentang belajar untuk menerima dunia beserta semua tantangannya.
Disutradarai Jon Gunn, film ini merupakan adaptasi dari buku autobiografi Scot LeRette berjudul The Unbreakable Boy: A Father’s Fear, a Son’s Courgae, and a Story of Unconditional Love.
Film yang diangkat dari kisah nyata ini menceritakan Scott LeRette (Zachary Levi) yang bertemu dengan Therese. Setelah kencan ketiga, Therese (Meghann Fahy) mengabarkan bahwa dirinya dan Scott akan menjadi orang tua. Mereka pun memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka dan berkeluarga di Iowa.
Lahirlah anak pertama mereka, Austin LeRette (Jacob Laval). Namun, setelah kelahirannya, mereka menyadari bahwa Austin mengidap penyakit osteogenesis imperfekta, penyakit tulang rapuh genetik yang sama yang diderita Teresa sejak lahir, yang membuat dirinya dan bayi laki-lakinya yang baru lahir rentan terhadap patah tulang, bahkan akibat tersandung atau jatuh ke lantai.
Dua tahun kemudian, lahirlah anak kedua Scott dan Therese Bernama Logan (Gavin Warren). Tidak lama setelah itu, mereka menyadari adanya sifat Austin yang tidak biasa. Austin kemudian dinyatakan telah didiagnosis autistik.
Pasangan yang juga baru mengenal satu sama lain dalam usia pernikahan yang muda mengalami banyak kesulitan. Lebih lanjut, Scott juga memiliki masalah kecanduan alkohol. Di sini lah Scott dan Therese bekerja sama dan berdinamika untuk semakin menjaga keluarga kecil mereka.
Film ini memberikan banyak pelajaran dan perspektif mengenai hubungan dengan keluarga, teman, lingkungan, dan bahkan dengan diri sendiri. Di dalam kisahnya, Scott sebagai sang ayah belajar banyak dari Austin bagaimana ia bisa hidup dengan penuh keceriaan. Scott maupun Therese juga merasa bahwa autisme tidak membuat Austin berbeda, namun menjadikannya spesial dan Austin tetap dirinya.
Dengan alur yang ringan, film The Unreakable Boy berhasil mengangkat banyak topik dalam kehidupan dan menyalurkan pesan moral berharga. Film ini cocok untuk disaksikan bersama keluarga dan menjadi inspirasi.