Share
Cara Jenius untuk Bermalas-malasan, Sebab Sibuk Belum Tentu Produktif
Larasati Oetomo
29 January 2020

Dengan jadwal kesibukan yang begitu padat selama 24/7, Anda mungkin mengalami sindrom love-hate relationship dengan kemalasan.


Padahal, apa sulitnya membiarkan tubuh Anda beristirahat sejenak di akhir pekan dikelilingi hal-hal yang membuat Anda merasa nyaman, atau menjawab panggilan pesta yang tidak terlalu penting dengan “Saya terlalu malas untuk keluar rumah”? Toh, esok Anda akan kembali sibuk bekerja.

Tentu saja, yang membuat Anda begitu enggan bahkan untuk sekadar malas-malasan adalah rasa bersalah yang membuntutinya. Anda dituntut mesti produktif, saya paham. Jika tidak, Anda tentu tidak akan repot-repot mengklik tautan judul berita ini, berharap Anda menemukan jawaban untuk tetap produktif meski ketika bermalas-malasan.

Sebelumnya, mari singkirkan rasa bersalah yang berlebihan untuk bermalas-malasan. Apakah Anda takut disebut tidak produktif, atau bahkan disfungsional? Tentu tidak apabila Anda dapat bekerja efisien dan dapat menyisihkan waktu untuk bermalas-malasan. Anda tidak perlu (kelihatan) sibuk bekerja karena Anda tahu cara paling efisien untuk menyelesaikan pekerjaan Anda.

Percayalah, bahkan Forbes memiliki persamaan matematis untuk kemalasan yang didasari premis, “semakin sedikit usaha, semakin besar hasilnya.” Secara ideal, persamaan ini berarti: 80% hasil dan 20% usaha. Namun, tentu, kita tidak hidup di dunia ideal dan terlalu malas untuk mengulik bagaimana persamaan tersebut bisa terbukti (kecuali Anda memang diberkati dengan otak jenius nan efisien).

Setidaknya Anda dapat mulai bermalas-malasan dengan beberapa trik di bawah ini, yang tentu lebih mudah dari hitung-hitungan ala ekonom:

1. Jangan bergerak dari tempat Anda berada. Serius.



Apa itu “weekend hangout”? Kenapa tidak menghabiskan waktu di rumah, mengulik hobi, buku yang belum diselesaikan, atau resep baru yang lama Anda tanggalkan demi kesibukan? Kalaupun Anda tipe yang senang berkumpul bersama teman, Anda dapat mengundang mereka ke rumah Anda untuk secangkir teh dan kue kering buatan sendiri yang rasanya boleh jadi tidak enak-enak amat tapi lebih hangat.

Anda tidak bisa memasak? Belilah makanan siap antar atau undang teman-teman Anda untuk makan siang potluck di rumah yang memicu kebersamaan. Anda dapat melakukannya tanpa bergerak dari sofa Anda barang sesentipun.

2. Saya hanya bercanda. Anda tentu perlu bergerak.

Anda terkadang mengalami konflik suasana hati di mana Anda tak lagi bisa membedakan rasa malas dan bosan. Dalam konteks bekerja, hanya duduk di kursi Anda selama berjam-jam bisa jadi lebih buruk dari ancaman kesehatan fisik, namun juga mental yang terhambat dari kreativitas dan efektivitas. Apabila Anda mulai merasa mentok, jangan paksa diri Anda dan keluarlah sejenak untuk berjalan-jalan. Anda dapat membeli makanan ringan, ngopi, atau mengobrol selama “time out”. Hal ini berlaku setara dengan power nap yang dapat mengisi ulang baterai Anda untuk mendapat ide baru.

3. To-do-list? Apa itu to-do-list?



Bagi sebagian orang, to-do-list memang membantu, namun, to-do-list yang kelewat kaku dapat menciptakan ilusi bahwa setiap hitungan waktu hanya dapat didedikasikan untuk satu pekerjaan saja. Di akhir hari, waktu Anda habis untuk melakukan pekerjaan yang bisa dibuat efisien dalam satu waktu.

Apakah lemari Anda butuh sedikit perbaikan sementara Anda juga perlu menghabiskan waktu bersama anak-anak? Beri mereka waktu eksplorasi dan bermain sementara membantu Anda melakukan pekerjaan rumah yang simpel. Semakin efisien, Anda semakin punya banyak waktu untuk berisitirahat. Dibandingkan membuat to-do-list, cobalah membuat chart pekerjaan berdasarkan prioritas berdasarkan beban energi dan waktu yang dibutuhkan. Di sana, Anda dapat melihat celah efisiensi energi.

4. Jadilah Strategis

Kali ini, kami cukup serius. Anda membutuhkan waktu dan lokasi yang tepat untuk bermalas-malasan. Hindari bekerja di rumah, terutama di waktu yang umum untuk beristirahat. Kebiasaan buruk ini dapat membuat Anda kesulitan tidur maupun beristirahat di tempat yang seharusnya paling nyaman bagi Anda. Daripada terus-terusan berhadapan dengan banyak orang, sibukkan diri Anda dengan kegiatan reproduktif di rumah seperti mengecek fungsi dan kebersihan perabot Anda.

Ingatlah bahwa Anda perlu mengenali situasi objektif dan sumber daya pribadi Anda untuk dapat bermasalan-malasan dengan tekad yang kuat (ya, Anda butuh bertekad). Bagaimanpun, malas-malasan adalah perihal efisiensi dan bukan melarikan diri dari tanggung jawab.