Share
Tehillim: Lyodra Ginting Jadikan Musik sebagai Wujud Pelayanan dan Iman
Hasya Notarbartolo
05 June 2026

Lyodra Ginting kembali ke musik rohani melalui Tehillim: The Heart of Worship dengan lagu Melodi Cinta-Mu Tuhan, sebuah karya penuh pesan iman, syukur, dan harapan.


Di balik suara emas yang telah memikat jutaan pendengar, Lyodra Ginting kini membuka sisi yang lebih personal dan spiritual melalui Tehillim: The Heart of Worship. Dalam proyek istimewa ini, Lyodra tidak hanya menyumbangkan suaranya, tetapi juga hati dan imannya, menghadirkan sebuah pengalaman worship yang sinematik dan penuh makna.

Bagi Lyodra, Tehillim: The Heart of Worship bukan sekadar proyek musik. Karya ini menjadi momen spesial yang menandai kembalinya ia ke genre musik rohani setelah beberapa tahun. Sebuah perjalanan yang terasa begitu dekat dengan dirinya, sekaligus menjadi medium untuk menyampaikan pesan iman, syukur, dan harapan kepada para pendengar.

Dirilis di bawah naungan HITS Records, Lyodra membawakan lagu terbaru berjudul Melodi Cinta-Mu Tuhan, karya yang ditulis oleh Liliana Tanoesoedibjo dan diperkaya dengan permainan violin memukau dari violinis internasional, Iskandar Widjaja. Lagu ini dirilis bertepatan dengan peringatan wafatnya Yesus Kristus pada Jumat, 3 April 2026, sehingga menghadirkan nuansa emosional dan spiritual yang semakin mendalam.

Di tengah jadwal yang padat dengan berbagai penampilan dan proyek musik lainnya, Lyodra mengaku bahwa keterlibatannya dalam Tehillim menghadirkan pengalaman yang berbeda dari karya-karya yang pernah ia jalani sebelumnya.

“Setelah beberapa tahun akhirnya aku punya single rohani lagi. Rasanya semakin spesial karena lagu ini ditulis langsung oleh Ibu Liliana Tanoesoedibjo dan aku yang membawakannya,” ungkap Lyodra.

Lyodra

Judul Melodi Cinta-Mu Tuhan sendiri menyimpan makna yang mendalam. Kata “melodi” digunakan sebagai metafora kasih Tuhan yang lembut, menenangkan, dan indah, layaknya alunan musik yang perlahan menyentuh jiwa. Melalui liriknya, Liliana Tanoesoedibjo juga membagikan refleksi tentang bagaimana merasakan kehadiran serta kasih karunia Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih dari sekadar lagu, karya ini menjadi pengingat akan pentingnya rasa syukur. Pesan tersebut menjadi salah satu hal yang paling dekat dengan hati Lyodra. Menurutnya, manusia sering kali terlalu fokus mengejar apa yang belum dimiliki, tanpa menyadari begitu banyak berkat yang telah hadir dalam hidup.

"Terkadang kita terlalu fokus pada apa yang kita inginkan, padahal sebenarnya Tuhan sudah memberikan apa yang benar-benar kita butuhkan," tuturnya.

Melalui lagu ini, Lyodra berharap para pendengar dapat menemukan kekuatan baru di tengah berbagai tantangan hidup. Ia mengaku bahwa lagu tersebut juga menjadi sumber penghiburan dan pengharapan bagi dirinya sendiri.

“Lagu ini menjadi kekuatan dan harapan bagi saya. Saya berharap lagu ini juga bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Semoga siapa pun yang mendengarkannya bisa kembali termotivasi dan lebih bersyukur atas apa yang sudah dimiliki dalam hidup,” katanya.

Bagi Lyodra, rasa syukur adalah sesuatu yang perlu terus dipelihara dalam setiap fase kehidupan. Ia percaya bahwa kasih Tuhan selalu nyata dan hadir menyertai setiap langkah manusia.

“Kita harus bersyukur karena sampai saat ini kasih Tuhan masih nyata dalam hidup kita. Dan semoga kita selalu diingatkan untuk tetap dekat dengan firman Tuhan karena itu menjadi pedoman hidup kita,” lanjutnya.

Lyodra

Dari seluruh lirik dalam lagu tersebut, ada satu bagian yang paling membekas bagi Lyodra, yakni: “Melodi Cinta-Mu Tuhan merasuk dalam jiwa. Untaian nadanya, bebaskanku dari belenggu dosa.” Baginya, penggalan lirik tersebut menjadi salah satu momen paling emosional sekaligus paling kuat saat dinyanyikan.

Keterlibatannya dalam Tehillim: The Heart of Worship pun menjadi pencapaian tersendiri, baik secara artistik maupun spiritual. Lyodra memandang proyek ini bukan hanya sebagai karya musik, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan yang dijalankan bersama para penyanyi lain yang turut ambil bagian.

"Ini benar-benar sebuah kehormatan dan pencapaian baru bagi saya. Saya melihat ini sebagai bentuk pelayanan untuk Tuhan. Tidak hanya saya, tetapi juga beberapa penyanyi lain yang terlibat dalam proyek ini, dan melalui karya ini kami bisa semakin memuliakan nama Tuhan," ujarnya.

Melalui Tehillim: The Heart of Worship, Lyodra Ginting menghadirkan lebih dari sekadar lagu. Ia membagikan sebuah perjalanan iman yang tulus, mengajak para pendengar untuk kembali menemukan ketenangan, rasa syukur, serta harapan di tengah dinamika kehidupan. Sebuah pengingat bahwa kasih Tuhan, layaknya sebuah melodi indah, selalu hadir mengiringi setiap langkah.