Penyanyi muda yang tengah bersinar, Faith Christabelle, melangkah ke babak baru dalam perjalanannya, menghadirkan suara penuh perasaan ke dalam pengalaman ibadah sinematik "Tehillim: The Heart of Worship".
Dikenal dengan perfect pitch-nya, Faith menyanyi dengan sepenuh hati, menarik perhatian bagi siapapun yang mendengar suaranya. Banyak yang pertama kali mengenalnya melalui The Voice Kids Indonesia Season 4, di mana ia berhasil menjadi runner-up. Namun, perjalanannya tidak berhenti di sana. Sejak itu, Faith terus merilis berbagai single, mulai dari “Sekedar Teman” hingga lagu hits 2026 “Kita Apa.”
Tahun ini, langkahnya beralih ke arah yang lebih spiritual saat ia bergabung dalam Tehillim Concert, sebuah pengalaman ibadah berskala besar yang memadukan musik, narasi, dan visual sinematik dalam satu malam yang imersif. Diprakarsai oleh Ibu Liliana T. Tanoesoedibjo, konser ini terinspirasi dari esensi Kitab Mazmur, mengajak audiens memasuki perjalanan iman, penyerahan diri, dan pembaruan. Diselenggarakan pada 6 Juni 2026 di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, acara ini dirancang untuk bergerak lembut antara refleksi dan perayaan, menghadirkan ruang bagi doa pribadi sekaligus ibadah bersama.
Faith mengambil bagian dalam beberapa lagu dalam konser "Tehillim: The Heart of Worship". Salah satunya adalah duet bersama Kris Tomahu, runner-up X Factor Indonesia 2024 yang dikenal dengan karakter vokal khas dan kemampuannya bermain gitar, Faith akan menampilkan suara emasnya dalam lagu “Dengarkanlah Doa Kami Tuhan.”
Lagu ini merupakan bagian dari rangkaian karya rohani yang ditulis oleh Ibu Liliana T. Tanoesoedibjo, sekaligus menjadi rilisan keempat dalam koleksi yang mengajak pendengar untuk kembali kepada-Nya. Dalam lagu ini, doa digambarkan sebagai napas kehidupan, ritme yang tenang namun terus mengalir, yang menopang harapan manusia. “Dengarkanlah Doa Kami” ditulis sebagai ungkapan kerinduan agar doa didengar dan dijawab oleh Tuhan. Liriknya disusun dalam bentuk akrostik, menambahkan lapisan makna dan devotion yang lebih dalam.
Bagi Faith dan Kris, lagu ini terasa sangat personal, dekat dengan pengalaman dan refleksi mereka masing-masing. “Aku percaya setiap orang punya pergumulan, doa, dan harapannya sendiri, dan Tuhan selalu punya cara yang berbeda untuk menjawabnya,” ujar Faith. “Jadi lagu ini menjadi pengingat sekaligus harapan bagi kita sebagai manusia.”
Duet ini mempertemukan dua karakter vokal yang berbeda, menghadirkan tantangan baru bagi keduanya. “Ini pertama kalinya aku membawakan lagu rohani, dan juga pertama kalinya berduet dengan Kak Kris,” jelasnya. “Karakter vokal kami sangat berbeda, jadi sempat bertanya-tanya bagaimana kami bisa menyatu. Tapi syukurnya, hasilnya terasa indah. Kami sama-sama menyukai lagu ini, dan meskipun suara kami berbeda, tetap bisa berpadu.”
Selain duet tersebut, Faith juga akan mengisi beberapa lagu lain dalam konser, termasuk “Hidup Ini Hanya Anugerah-Mu”, “Aku Mau Bersyukur” dalam duet bersama Samuel Cipta, serta “Nama Tuhan Menara Yang Kuat” bersama Gary Gany. Didukung aransemen orkestra dari Hanny n Co dan diperkaya dengan sentuhan lembut harp dari Heidi Awuy, suara indah Faith akan menampilkan kedalaman dalam setiap pujian.

Bagi Faith, ia hadir di atas panggung bukan hanya sebagai performer, tetapi juga sebagai storyteller dan seorang yang percaya pada pesan yang ia bawa. Harapannya untuk para penonton pun sederhana dan tulus. “Kami berharap pendengar bisa merasakan sukacita dan kedamaian,” ujarnya. “Di dunia yang penuh ketidakpastian, jangan lupa untuk tetap berdoa dan bersandar pada Tuhan dalam setiap hal yang kita lakukan.”





