Sysmex Indonesia mempertemukan para pemimpin rumah sakit dalam CEO Forum 2026 untuk membahas kepemimpinan transformatif sebagai kunci ketahanan dan masa depan layanan kesehatan nasional.
Sysmex Indonesia menggelar CEO Forum Sysmex Indonesia 2026 yang berlangsung di Four Seasons pada Kamis, 5 Februari. Forum ini menjadi ruang kepemimpinan strategis yang mempertemukan para CEO serta pemangku kepentingan di sektor kesehatan untuk membahas arah transformasi layanan kesehatan nasional.
Mengangkat tema “A New World of Healthcare Leadership”, forum ini menyoroti peran kepemimpinan sebagai faktor kunci dalam menjaga ketahanan organisasi dan meningkatkan kinerja institusi layanan kesehatan di tengah dinamika perubahan yang semakin tidak menentu.
“Melalui CEO Forum ini, Sysmex berkomitmen untuk mendampingi para pemimpin rumah sakit sebagai mitra strategis yang menyediakan ruang dialog, kolaborasi, dan perspektif yang mendukung pengambilan keputusan jangka panjang demi memperkuat ketahanan dan kinerja organisasi layanan kesehatan,” ujar Emilani Nababan, Presiden Direktur Sysmex Indonesia.
Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa yang tersebar di lebih dari 17 ribu pulau, pemerataan akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan besar. Kondisi ini menuntut peran aktif berbagai pihak, termasuk sektor swasta, untuk mendukung agenda transformasi yang dicanangkan pemerintah.

“Kami melihat bahwa pemerintah kita sangat serius untuk mewujudkan transformasi kesehatan ini. Tantangannya memang sangat sulit. Itulah mengapa kami melihat bagaimana Sysmex mengambil peran yang lebih nyata dan lebih strategis lewat kemitraan,” katanya.
Melalui forum ini, Sysmex Indonesia juga berupaya memahami kebutuhan nyata yang dihadapi fasilitas kesehatan di lapangan. Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan merancang dukungan yang lebih relevan, mulai dari pengembangan program edukasi hingga strategi distribusi yang lebih efektif.
“Kami sebagai provider bisa melihat apa kebutuhan riilnya supaya bisa kami address. Contohnya program edukasi apa yang bisa dilakukan, di kota mana bisa didistribusikan. Itu langkah-langkah strategis yang kami ambil untuk mendukung mimpi Indonesia Sehat, Generasi Sehat,” tuturnya.
Di sisi lain, Emiliani juga menyoroti tekanan yang dihadapi rumah sakit dari sisi bisnis dan regulasi. Fasilitas layanan kesehatan dituntut untuk tetap berkelanjutan secara finansial, di tengah perubahan skema pembiayaan dan percepatan adopsi teknologi medis.
“Tantangan lain dari rumah sakit adalah mereka harus sustain secara bisnis. Regulasi juga berubah, kita dengar dari INA-CBG ke INA-DRG, klaim BPJS pasti ada kompleksitas. Belum lagi tuntutan teknologi yang makin advance,” ujarnya.
Atas dasar itu, Sysmex Indonesia menjadikan kepemimpinan transformatif sebagai fokus utama CEO Forum tahun ini. Emiliani berharap para pimpinan rumah sakit dapat menjadi agen perubahan yang mendorong transformasi secara berkelanjutan di institusi masing-masing.
“Itu kenapa tahun ini kami mengambil tema leadership yang transformatif. Harapannya, kalau satu rumah sakit punya leader yang sangat baik melakukan transformasi dan itu dilakukan secara kolektif dalam komunitas, bukan mustahil bisa kita capai bersama-sama,” kata dia.





