Koleksi ini jadi pengingat sederhana bahwa warisan tidak harus disimpan jauh. Ia bisa dipakai, dibawa ke mana-mana, dan jadi bagian dari keseharian.
Ada cara baru untuk melihat songket, dan kali ini terasa lebih dekat, lebih ringan, dan mudah dipakai sehari-hari. Lewat kolaborasi antara Buttonscarves dan Sarinah, Songket Collection hadir bukan hanya sebagai koleksi, tapi juga ajakan untuk kembali mengenal wastra dengan cara yang lebih personal.
Terinspirasi dari keindahan songket, koleksi ini menerjemahkan detail tradisional ke dalam desain yang terasa relevan. Ada dua motif utama yang jadi sorotan. Nona Manis membawa nuansa hangat dan akrab lewat pola geometris yang ritmis, sementara Pegunungan terasa lebih kuat dan tenang, menggambarkan perlindungan dan harapan. Keduanya dipadukan dengan monogram khas Buttonscarves, menciptakan perpaduan yang tidak terasa kaku, justru mengalir dengan gaya masa kini.
Yang menarik, pendekatan koleksi ini tidak terasa “berat” seperti koleksi heritage pada umumnya. Justru sebaliknya, ia terasa wearable. Bisa masuk ke berbagai momen, dari yang kasual sampai yang lebih spesial, tanpa kehilangan makna di baliknya.
Kolaborasi ini juga terasa pas dengan peran Sarinah yang selama ini dikenal sebagai ruang bagi karya dan budaya Indonesia untuk terus hidup. Sebagai bagian dari InJourney, Sarinah berada di titik temu antara budaya, ritel, dan pariwisata, membuat koleksi seperti ini punya konteks yang lebih luas, tidak hanya soal fashion.
Peluncuran koleksi ini dirayakan lewat private trunk show yang mempertemukan komunitas dan para perempuan inspiratif di sebuah acara yang hangat. Ditambah lagi dengan instalasi khusus di Sarinah, pengunjung bisa melihat lebih dekat detail tiap desain dan cerita di baliknya.





