Memiliki pengalaman selama 14 tahun dalam bedah robotik, RSU Bunda Jakarta perkuat perannya dalam mendorong pengembangan ekosistem bedah robotik di Indonesia melalui kolaborasi bersama Kementerian Kesehatan dan Institut Teknologi Bandung.
RSU Bunda Jakarta telah memulai perjalanannya sejak tahun 2012 sebagai pemrakarsa bedah robotik di Indonesia. Dengan pengalaman yang dimiliki, RSU Bunda Jakarta telah menangani hampir 1.000 prosedur bedah robotik di berbagai disiplin ilmu. Menggunakan teknologi bedah robotik Da Vinci Xi, RSU Bunda Jakarta telah menangani transplantasi ginjal berbasis robotik ketiga di Indonesia, skin sparing mastectomy, hingga miomektomi.
“Saat ini penelitian dan bukti-bukti klinis, tidak lagi menempatkan robotic surgery sebagai suatu yang masih dalam teori, masih dalam penelitian, atau masih dalam konteks coba-coba. Jadi pada saat ini, kita harus mengembalikan posisi bahwa para dokter bedah yang ada di sini adalah bukti nyata bahwa kami memiliki komitmen penuh untuk bisa menerjemahkan bukti klinis yang sudah diterima secara global, bahwa ini merupakan suatu layanan yang bisa diberikan kepada pasien-pasien kami,” ujar Dr. dr. Ivan Rizal Sini selaku dokter bedah robotik pertama di Indonesia.
Dalam rangka mengembangkan ekosistem bedah robotik nasional, RSU Bunda Jakarta yang menjadi bagian PT Bundamedik Tbk (BMHS), bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia dan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB) untuk mengembangkan pendidikan, riset, inovasi teknologi kesehatan, serta penguatan kompetensi tenaga medis. Dalam hal ini, kolaborasi dilaksanakan melalui hibah sistem bedah robotik kepada FTMD ITB.
“Kami sangat gembira bahwa kita sudah difasilitasi oleh Kemenkes untuk bisa bekerja sama antara akademisi, kemudian praktisi di bidang kesehatan, dan pemerintah. Mudah-mudahan dengan adanya komunitas ini, kemudian kita mengetahui apa yang dibutuhkan, apa yang dapat dikembangkan bersama, hingga akhirnya kita dapat mencapai gold standard yang dibutuhkan Indonesia,” tutur Tatacipta Dirgantara selaku Rektor ITB.
Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia turut menjelaskan tentang prioritasnya terkait pengembangan teknologi robotik sebagai pilar transformasi industri kesehatan nasional.
“Kita definisikan enam pilar reformasi, yang pilar nomor enamnya khusus mengenai teknologi kesehatan dan ada tiga teknologi kesehatan yang kita fokuskan, satu adalah Robotics Technology, AI on health, dan biotechnology,” ujarnya.
Sebagai bagian dari komitmen, BMHS turut mendukung peluncuran Buku Ajar Bedah Robotik Ginekologi untuk mendorong pengembangan kompetensi serta penyusunan standar praktik bedah robotik yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di Indonesia.



