Share
Once We Were Us, Film Korea Baru dengan Romansa Nostalgia yang Hangat dan Menggugah
Listya Manopo
19 February 2026

Bagaimana rasanya bertemu kembali dengan cinta lama di ketinggian 30 ribu kaki? Once We Were Us merangkai nostalgia, tawa, dan luka lama dalam balutan drama romantis yang manis tanpa terasa berlebihan.


Film Korea Once We Were Us menghadirkan kisah sederhana namun emosional tentang dua mantan kekasih yang tak sengaja bertemu kembali dalam penerbangan menuju Korea. Pertemuan tersebut menjadi pintu masuk untuk kembali menelusuri kenangan masa lalu mereka di Seoul tahun 2008—sebuah masa ketika cinta tumbuh di tengah dinamika hidup yang penuh kejutan.

Disutradarai oleh Kim Do-Young dan ditulis oleh Kim Ha-Na bersama Yeum Moon-kyoung, film ini memadukan unsur drama dan komedi dengan tempo yang ringan namun tetap menyentuh. Tanpa perlu konflik yang terlalu dramatis, cerita berkembang melalui percakapan, gestur kecil, dan atmosfer yang sarat nostalgia. Pendekatan ini membuat film terasa intim, seolah penonton ikut duduk di antara dua karakter yang mencoba memahami kembali perasaan lama mereka.

Koo Kyo-hwan tampil natural dan penuh kedalaman sebagai sosok pria yang terlihat santai namun menyimpan banyak hal yang belum selesai. Sementara itu, Moon Ga-young memancarkan pesona yang hangat dan autentik, menghadirkan karakter perempuan yang matang namun tetap rapuh ketika berhadapan dengan masa lalu. Chemistry keduanya menjadi kekuatan utama film ini—tidak meledak-ledak, tetapi terasa nyata dan mengalir.

Secara visual, Once We Were Us memanfaatkan nuansa kota Seoul dengan sentuhan sinematik yang lembut dan penuh warna nostalgia. Transisi antara masa kini dan masa lalu terasa halus, membantu penonton menyelami perjalanan emosional karakter tanpa terasa membingungkan. Elemen komedi yang diselipkan pun cukup efektif, memberi jeda ringan di antara momen-momen reflektif.

Yang membuat film ini menarik adalah caranya menggambarkan cinta bukan sebagai sesuatu yang selalu harus dimiliki, melainkan sebagai pengalaman yang membentuk diri. Tanpa memberikan jawaban hitam-putih, film ini mengajak penonton merenungkan tentang waktu, pilihan hidup, dan kemungkinan kedua.

Sebagai tontonan drama romantis, Once We Were Us tidak berusaha menjadi bombastis. Justru dalam kesederhanaannya, film ini berhasil menyentuh sisi emosional yang lebih dalam. Cocok bagi penonton yang menyukai kisah cinta dewasa dengan sentuhan humor ringan dan atmosfer hangat yang membekas lama setelah kredit akhir bergulir.