Share
Menemukan Kedamaian Jiwa dan Alam Lestari di Bumi Kinar Ubud
Regina Olivia Arismunandar
09 June 2026

Terletak di antara lekukan Sungai Petanu dan garis pegunungan megah di Bali, Bumi Kinar Ubud menjadi sebuah suaka yang menghormati masa lalu, memegang teguh masa kini, dan mengundang masa depan.


Masyarakat Bali percaya bahwa segala sesuatu terdiri dari dua aspek yang berbeda namun saling melengkapi. Terang dan gelap, bumi dan matahari, maskulin dan feminin—kedua hal ini tidak dimaksudkan untuk saling meniadakan, melainkan untuk menciptakan kesatuan. Filsafat yang disebut Rwa Bhineda ini juga merupakan inti dari Bumi Kinar Ubud, sebuah destinasi yang menghadirkan pengalaman holistik akan alam, refleksi, dan kesejahteraan.

Bumi Kinar Ubud

Keberadaan Bumi Kinar Ubud berakar kuat pada visi pendirinya, Miriam Wiwied Muljana, yang menciptakan ruang ini sebagai suaka di mana manusia, alam, dan kesadaran diri saling bertemu. Di inti Bumi Kinar, yang diapit oleh Sungai Petanu yang mengalir dan sawah-sawah subur di bagian timur Ubud, dua ruang resor yang berbeda saling berpadu secara harmonis: Heritage dan Skylight. Masing-masing memiliki karakter uniknya sendiri, namun bersama-sama mereka membentuk narasi yang mulus dan seimbang.

Bumi Kinar Heritage Villa

Area Heritage menampilkan vila-vila yang dirancang dengan gaya arsitektur tropis modern yang diperkaya dengan sentuhan tradisional lokal. Dirancang secara cermat untuk menyesuaikan dengan iklim tropis, desain ini memadukan secara harmonis kearifan lokal dengan kenyamanan kontemporer. Setiap vila dirancang untuk memaksimalkan sirkulasi udara alami sekaligus menciptakan keseimbangan antara ruang interior dan kehijauan yang rimbun di sekitarnya.

Bumi Kinar Skylight Villa

Sementara itu, villa Skylight mengusung konsep terbuka, yang ditopang dengan anggun oleh hanya empat tiang utama yang menyentuh tanah. Dirancang untuk meminimalkan penggunaan lahan, strukturnya memungkinkan sinar matahari masuk dengan bebas sekaligus memungkinkan air hujan meresap secara alami ke dalam tanah, menjaga kelembapan dan keseimbangan ekosistem di sekitarnya. Terinspirasi oleh rumah panggung tradisional, bangunan ini berfungsi sebagai interpretasi modern dari keselarasan arsitektur dengan alam, yang menghormati bumi dan lingkungannya. Di dalam Area Skylight terdapat Buki Gallery, Buki Spa, dan Jingga Restaurant, masing-masing menawarkan pengalaman yang mencerminkan ketenangan dan semangat kontemporer ruang-ruang tersebut.

Bumi Kinar Ubud

Resor ini menawarkan perjalanan kesehatan holistik yang dirancang untuk memelihara tubuh dan jiwa. Buki Spa dirancang untuk menyegarkan kembali dan memulihkan vitalitas. Selain itu, para tamu dapat menikmati berbagai aktivitas restoratif lainnya, seperti Dhanur Yoga. Praktik ini memadukan seni memanah dan teknik pernapasan terkontrol dalam yoga untuk menemukan kembali fokus, kedamaian batin, dan kesadaran penuh bahkan dalam tindakan atau gerakan sekecil apa pun.

Selain perawatan kesehatan dan penyembuhan spiritual, Ubud selalu dikenal karena dunia seninya yang dinamis dan warisan budayanya. Bumi Kinar menghadirkan Buki Gallery, sebuah ruang yang didedikasikan untuk pengalaman seni kontemporer serta dialog tentang ekologi dan generasi mendatang. Melalui instalasi musiman yang imersif, para tamu dapat menjelajahi karya seni yang dibuat oleh seniman lokal dan komunitas di Ubud.

Kinar Village

Keberlanjutan menjadi inti dari filosofi Bumi Kinar. Melalui Kinar Village, terletak di Tabanan di tengah lanskap Subak Bali yang ikonis, Bumi Kinar Ubud memperkuat komitmennya terhadap pertanian regeneratif dan pengelolaan lingkungan. Sejak 2018, area pertanian organik seluas 23 hektar ini telah memberdayakan komunitas petani setempat. Bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Kinar Village memproduksi beras organik, serai wangi, dan berbagai bahan segar bebas pestisida yang diolah dengan cermat dalam pengalaman kuliner Bumi Kinar: Lokal Kafe dan Jingga Restaurant.

Kinar Village

Selama enam tahun, Kinar Village telah menerapkan metode pertanian organik bersertifikat yang disebut Sabicaitala. Sistem tanpa limbah ini mengintegrasikan sapi, biogas, cacing tanah, ikan, perkebunan, lebah, dan agrowisata dalam ekosistem tertutup. Para tamu dapat menikmati kembali koneksi dengan alam melalui tur pertanian organik yang dipandu, pengalaman penyulingan minyak esensial, dan pengalaman bersantap farm-to-table yang intim. Lebih dari sekadar inisiatif pertanian, pendekatan ini selaras dengan visi Bumi Kinar untuk memupuk hubungan yang lebih dalam dengan masyarakat, tanah, dan pangan berkelanjutan.

Selama berada di Bumi Kinar, para tamu diingatkan akan ikatan mendalam antara manusia dan alam. Setelah menikmati sarapan di Lokal Kafe, dengan pemandangan kolam renang dan taman di sekitarnya, para tamu disambut oleh melodi unik dan menenangkan yang lembut memenuhi ruang. Bekerja sama dengan Bottlesmoker, yang terkenal dengan eksplorasi musik yang dihasilkan dari data tumbuhan, mereka menciptakan suasana meditatif di mana suara, alam, dan keheningan berpadu.

Dibangun untuk hidup berdampingan secara damai dengan lanskap alam, Bumi Kinar memadukan warisan budaya, alam, seni, dan keterhubungan secara mulus di tempat yang tenang di mana bumi bertemu sinar matahari. Seiring dengan pendekatan arsitektur berkelanjutannya, Bumi Kinar menunjukkan bahwa kehidupan modern dapat memberikan kenyamanan sambil tetap menghormati alam.