Share
Liburan Lebih Privat di Bali Bersama Uma Santai Canggu dan Pererenan
Hasya Notarbartolo
04 September 2026

Menawarkan tujuh kamar dan kapasitas hingga 14 tamu, Uma Santai Canggu dan Pererenan menghadirkan pengalaman menginap yang lebih personal di Bali.


Bali punya cara sendiri untuk menyesuaikan diri dengan siapa pun yang datang. Di Canggu, hari terasa hidup dengan deretan restoran, kafe, butik, destinasi wellness, hingga pantai yang tak pernah benar-benar sepi. Namun, hanya beberapa menit perjalanan menuju Pererenan, ritmenya berubah menjadi lebih tenang, intim, dan terasa lebih dekat dengan sisi Bali yang autentik.

uma santai canggu

Di antara dua karakter inilah Uma Santai Canggu dan Uma Santai Pererenan hadir. Dikelola oleh Nakula, dua vila privat ini menawarkan tujuh kamar tidur dengan kapasitas hingga 14 tamu, menjadikannya pilihan ideal untuk liburan bersama keluarga besar maupun sahabat tanpa harus mengorbankan ruang pribadi.

uma santai canggu

Lebih dari sekadar tempat menginap, keduanya dirancang sebagai ruang untuk benar-benar menikmati kebersamaan. Area yang lapang memungkinkan tamu berkumpul, bersantap, berenang, atau sekadar bersantai bersama, sementara sudut-sudut privat tetap menyediakan ruang untuk menikmati waktu sendiri.

Dua Vila, Dua Cara Menikmati Bali

Dirancang oleh Shinta Siregar dari NXST Architect, Uma Santai menerjemahkan arsitektur kontemporer melalui garis-garis bersih, material alami, serta hubungan yang mengalir antara ruang indoor dan outdoor. Hasilnya adalah suasana tropis yang terasa hangat, modern, sekaligus refined.

uma santai canggu

Di Uma Santai Canggu, sentuhan desain Jepang terasa melalui komposisi ruang yang minimalis dan terbuka. Dapur serta ruang makan menjadi pusat kehidupan vila—tempat sarapan panjang dimulai, percakapan mengalir, dan cerita perjalanan hari itu dibagikan.

Area komunal ini terhubung langsung dengan kolam renang dan ruang luar, sehingga perpindahan dari dalam ke luar terasa begitu natural. Lokasinya juga memudahkan tamu untuk menikmati berbagai restoran, kafe, butik, destinasi wellness, hingga pantai di sekitar Canggu sebelum kembali ke suasana vila yang lebih privat.

uma santai canggu

Jika Canggu menawarkan energi yang dinamis, Uma Santai Pererenan mengambil pendekatan yang lebih intim.

Uma Santai Pererenan

Berada dalam jarak berjalan kaki dari pantai, vila ini menggunakan elemen kayu dan material alami yang berpadu dengan lanskap tropis di sekitarnya. Lounge yang menghadap taman menjadi tempat ideal untuk menikmati kopi di pagi hari, sementara ruang makan alfresco mengundang tamu untuk memperpanjang waktu bersantap hingga matahari mulai tenggelam.

Di Pererenan, tidak banyak alasan untuk terburu-buru. Hari bisa dimulai dengan secangkir kopi, dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju pantai, lalu kembali ke vila untuk menghabiskan sore di taman atau bersantai di tepi kolam.

Dirancang untuk Kebersamaan

Meski memiliki karakter yang berbeda, Uma Santai Canggu dan Uma Santai Pererenan memiliki satu kesamaan: keduanya dibuat agar kebersamaan terasa effortless.

uma santai canggu

Dengan tujuh kamar tidur di masing-masing vila, setiap tamu tetap memiliki ruang untuk dirinya sendiri tanpa harus melewatkan momen bersama. Sarapan bersama, sore di tepi kolam, hingga makan malam panjang di ruang terbuka menjadi bagian dari pengalaman menginap, bukan sekadar aktivitas tambahan.

Pengalaman tersebut dilengkapi dengan layanan hospitality dari Nakula yang personal dan penuh perhatian. Berbagai kebutuhan selama menginap dapat dipersiapkan oleh tim vila, sehingga tamu dapat menikmati waktu di Bali dengan lebih nyaman sekaligus tetap menjaga privasi.

uma santai canggu

Bagi tamu yang melakukan pemesanan langsung, Nakula Rewards juga menawarkan total keuntungan hingga 15% melalui kombinasi diskon langsung dan poin yang dapat dikumpulkan. Benefit lainnya mencakup sarapan gratis, airport transfer untuk masa inap yang memenuhi ketentuan, serta kesempatan untuk menukarkan poin dengan berbagai layanan pilihan.

Pada akhirnya, Uma Santai bukan sekadar tentang memilih antara Canggu dan Pererenan, melainkan tentang menemukan cara menikmati Bali yang terasa paling personal.