Share
Inside and Outside, Refleksi Identitas dan Persepsi dalam Karya NEUNOA
Marwah Kollin
08 June 2026

Melalui figur-figur manusia yang dibalut sapuan abstrak, seniman Jepang NEUNOA mengajak publik melihat identitas di balik berbagai kebisingan dunia modern


Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai label yang melekat dalam kehidupan modern, seniman Jepang NEUNOA mengajak publik untuk melihat lebih jauh dari apa yang tampak di permukaan melalui pameran tunggal Inside and Outside. Berlangsung di Vice & Virtue Gallery dan Rika Contemporary, Jakarta, pameran ini mengeksplorasi hubungan antara identitas personal dan berbagai pengaruh eksternal yang membentuk cara seseorang dipersepsikan.

NEUNOA Inside and Outside

Figur-figur manusia yang hadir dalam karya NEUNOA dikelilingi sapuan abstrak yang, menurut Robin selaku kurator pameran dan pemilik Vice & Virtue Gallery, merepresentasikan kebisingan yang terus hadir di sekitar manusia. “Apa yang kita lihat sering kali tertutupi oleh sesuatu. Kebisingan itu bisa berupa tekanan sosial, ekspektasi, atau berbagai hal dari luar yang memengaruhi cara kita melihat diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.

Yang membuat pameran ini menarik adalah keberanian NEUNOA mengeksplorasi berbagai medium dalam satu ruang pamer. Selain karya di atas kanvas, ia juga menghadirkan karya berbahan kayu yang dibentuk secara langsung sesuai konsep visualnya, hingga karya bordir yang memberikan dimensi dan tekstur berbeda. Salah satu karya bahkan terdiri dari beberapa lapisan yang dipasang secara kompleks, mencerminkan gagasan bahwa di balik sesuatu yang terlihat selalu terdapat lapisan makna yang lebih dalam. Melalui pendekatan tersebut, NEUNOA tidak hanya mengajak pengunjung mempertanyakan bagaimana identitas dibentuk, tetapi juga merefleksikan seberapa banyak dari diri seseorang yang sesungguhnya terlihat di tengah berbagai distraksi dunia luar.

NEUNOA Inside and Outside

Lebih dari sekadar pameran seni kontemporer, Inside and Outside juga menjadi ruang dialog budaya antara Jepang dan Indonesia. Menurut Robin, karya seorang seniman selalu dipengaruhi oleh lingkungan dan budaya di sekitarnya, sehingga menghadirkan seniman Jepang di Jakarta menjadi kesempatan bagi publik untuk melihat perspektif yang berbeda melalui bahasa visual yang universal. Melalui karya-karyanya, NEUNOA menawarkan sebuah refleksi sederhana namun relevan: bahwa di balik segala perbedaan, label, dan persepsi yang melekat, selalu ada sisi manusiawi yang menghubungkan satu individu dengan individu lainnya.