Bentuk-bentuk surreal antara kenyataan dan imajinasi.
Seniman asal Inggris, Alex Chinneck, menghadirkan imajinasi yang terasa seperti mimpi ke dalam etalase butik Dior di New York dan Los Angeles. Lewat 14 karya patung, ia mengubah elemen jalanan yang biasa menjadi sesuatu yang tak terduga, mulai dari jam yang terpuntir hingga mobil yang melingkar seperti pita.
Dilansir dari portal berita design Dezeen, proyek ini merupakan interpretasi ulang lanskap kota Amerika dengan gaya surealis khas Alex Chinneck. Di butik Dior New York, yang terletak di sudut 57th Street dan Madison Avenue, sembilan instalasi terinspirasi dari ikon kota seperti taksi kuning, lampu lalu lintas, dan jam jalanan. Objek-objek ini tampak dilipat, ditekuk, bahkan diikat, menciptakan ilusi visual yang terasa hidup sekaligus ganjil.
Sementara itu di Beverly Hills, lima karya lainnya mengambil referensi dari suasana Los Angeles. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah mobil Cadillac merah klasik yang dibuat melingkar dramatis, seolah melawan hukum gravitasi. Di kedua lokasi, lampu jalan juga diolah menjadi elemen artistik yang membingkai manekin dalam balutan busana couture Dior.
Menariknya, bentuk-bentuk yang tercipta tidak hanya merujuk pada objek kota, tetapi juga pada identitas visual Dior. Lengkungan logam menyerupai pita, garis yang mengalir seperti drapery, hingga komposisi yang mengingatkan pada bunga lily of the valley menjadi bagian dari narasi desain.
Proyek ini terinspirasi dari koleksi runway Cruise 2026 Dior di Los Angeles County Museum of Art, yang mengangkat tema fantasi sinematik dan American Dream, merujuk pada perjalanan awal Christian Dior ke California pada 1947. Hasilnya adalah perpaduan antara seni, mode, dan arsitektur visual yang mengaburkan batas antara kenyataan dan imajinasi.





