Share
UNBOUND: Resonating Light – Pameran Kolaboratif yang Menjelajahi Material dan Perubahan Iklim
Fisalma Aulia Rahmah
27 April 2026

Sebuah percakapan visual antara fotografi dan patung yang mengungkap jejak waktu, energi, dan krisis lingkungan melalui dua pendekatan berbeda.


Jakarta kembali menghadirkan ruang dialog seni yang reflektif melalui UNBOUND: Resonating Light, pameran kolaboratif antara fotografer Diane Tuft dan pematung Allyson Jeong yang resmi dibuka di NODE by ISA Art and Design mulai 24 April hingga 24 Mei 2026.

Pameran ini mempertemukan dua praktik artistik yang berbeda namun saling beresonansi. Karya fotografi format besar milik Tuft yang diambil dari berbagai lanskap dunia ditampilkan berdampingan dengan instalasi logam berskala besar karya Jeong. Keduanya membentuk dialog yang menarik antara skala mikroskopis material dan dampak perubahan lingkungan dalam cakupan global.

Mengusung konsep “Material Memory”, pameran ini menyoroti bagaimana material menyimpan jejak waktu dan energi. Dalam karya Tuft, lanskap seperti danau garam, gletser, hingga wilayah pesisir tidak hanya tampil sebagai visual yang memikat tetapi juga sebagai arsip perubahan iklim. Warna-warna intens yang muncul dalam fotonya, misalnya berasal dari konsentrasi mineral yang meningkat akibat penyusutan air, fenomena yang ia temukan langsung melalui eksplorasi udara menggunakan helikopter.

Dalam sesi tur media, Tuft mengungkap bahwa banyak karyanya justru berawal dari rasa penasaran terhadap hal-hal yang tidak terlihat oleh mata manusia, seperti spektrum infra merah dan ultraviolet. “Saya ingin menangkap sesuatu yang bahkan saya sendiri tidak bisa lihat,” ujarnya. Pendekatan ini membuat setiap karyanya terasa intuitif sekaligus ilmiah.

Unbound Resonating Light

Di sisi lain, Allyson Jeong menghadirkan eksplorasi material melalui logam yang ia bentuk secara manual selama puluhan tahun. Karyanya menampilkan tekstur kasar hasil proses grinding dan carving menciptakan permukaan yang merefleksikan cahaya secara dinamis. Dalam pameran ini, bentuk-bentuk tersebut berkembang dari skala tubuh seperti perhiasan menjadi instalasi yang mengisi ruang arsitektural.

Jeong menyebut karyanya sebagai representasi energi yang tidak kasat mata. “Material bukan hanya benda tapi medium untuk merasakan frekuensi,” jelasnya. Beberapa karya bahkan dirancang menyerupai struktur yang bisa “dilalui” atau dikenakan yang memperkuat hubungan antara tubuh, ruang, dan pengalaman sensorik.

Melalui pendekatan yang berbeda, keduanya sama-sama menghadirkan narasi tentang perubahan baik dalam konteks lingkungan maupun pengalaman manusia. UNBOUND: Resonating Light tidak hanya mengajak pengunjung untuk melihat tetapi juga untuk menyadari dan merespons dunia yang terus berubah.