Share
Tehillim: Dalam Nada dan Iman, Gery Gany Bergema dengan Kasih
Annisa Laksmi
05 June 2026

Dua suara, satu pesan, disampaikan melalui harmoni khas dan sepenuh hati.



Berasal dari Atambua, Nusa Tenggara Timur, berbekal sebuah mimpi dan fondasi musik yang kuat, Gery Gany telah membangun identitas musikal yang terasa khas. Duo kembar identik, Gery dan Gany Abanit, pertama kali menarik perhatian nasional melalui ajang pencarian bakat, mulai dari The Voice Indonesia hingga X Factor Indonesia Season 3, di mana mereka berhasil masuk enam besar. Perjalanan mereka terus berkembang, meraih popularitas lewat interpretasi “Sesaat Kau Hadir,” serta single seperti “Rusuk” dan “Sepatu Untuk Kakimu.” “Saat ini kami fokus pada produksi musik dan penulisan lagu,” ujar Gany. “Di saat yang sama, kami juga sedang mengerjakan album dan menjalani berbagai penampilan off-air.”


Warna musik mereka, yang sering berakar pada R&B atau pop, menghadirkan tekstur yang halus dengan sentuhan modern. Namun, babak berikutnya membawa mereka ke pengalaman yang berbeda. Tahun ini, mereka bergabung dalam konser "Tehillim: The Heart of Worship", sebuah pengalaman ibadah berskala besar yang memadukan musik, storytelling, dan visual sinematik dalam satu perjalanan yang imersif. Diprakarsai oleh Ibu Liliana T. Tanoesoedibjo, konser ini terinspirasi dari Kitab Mazmur, mengajak penonton masuk ke dalam momen iman, penyerahan diri, dan pembaruan. Diselenggarakan pada 6 Juni 2026 di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, acara ini menghadirkan sejumlah suara terbaik Indonesia.


Bagi Gery Gany, konser ini menjadi sebuah pengalaman yang bermakna. Salah satu lagu yang mereka bawakan adalah “Nama Tuhan Menara yang Kuat,” di mana mereka akan berbagi panggung dengan Faith Christabelle. Lagu ini membawa pesan tentang perlindungan dan kepastian, menggambarkan Tuhan sebagai menara yang kuat, tempat umat-Nya menemukan rasa aman dan damai.



Mereka juga menampilkan single “Amanat Agung Tuhan,” sebuah lagu dengan pesan yang lebih langsung. Lagu ini berbicara tentang panggilan, tentang membagikan kasih kepada sesama bahkan di tengah kesulitan. “Dalam album rohani ini, kami dipercayakan untuk membawakan ‘Amanat Agung Tuhan,’” jelas Gany. “Prosesnya sangat menantang, karena biasanya kami merekam lagu pop yang memberi ruang eksplorasi lebih luas. Namun dalam lagu rohani, kami harus membawakannya dengan lebih berwibawa, untuk kemuliaan Tuhan dan bagi setiap pendengar.”

Lagu ini mencerminkan urgensi pesannya, mengajak pendengar untuk menyebarkan kebaikan, membawa terang, dan tetap beriman bahkan saat dunia terasa tidak menentu. Gery menambahkan bahwa bobot emosional lagu ini terasa sangat dalam bagi mereka. “Liriknya cukup emosional, melihat kondisi dunia saat ini,” ujarnya. “Lagu ini terasa kuat bagi kami, tetapi yang kami sukai adalah nuansanya yang upbeat, sehingga bahkan dalam pergumulan, kita tetap diajak untuk bersukacita bersama Tuhan.”

Gery Gany

Lagu ini juga menghadirkan tantangan tersendiri. Bagi duo ini, memasuki genre yang berbeda menuntut penyesuaian teknis dan cara baru dalam menyampaikan emosi. “Pasti menantang,” ujar Gery. “Biasanya kami membawakan R&B dan pop yang energik. Kali ini kami harus masuk ke hip-hop. Kami harus menghafal rap, membawa mood dan vibe yang tepat, tetap terasa santai, tetapi penuh makna, karena ini lagu rohani,” lanjutnya.

Melalui lagu ini, harapan mereka sederhana namun mendalam. “Kami berharap orang-orang bisa merasakan sukacita dan kedamaian,” ujar mereka. “Bahkan ketika dunia sedang tidak baik-baik saja, bahkan di masa yang terasa tidak pasti, kami ingin semua orang tetap ingat untuk dekat dengan Tuhan, terus berdoa, dan terus percaya.”