Share
Memasuki Sepsis Awareness Month, Kenali Komplikasi Sepsis
Rizka Putri Sonia
03 September 2020

Munculnya penyakit baru di tengah masyarakat terkadang membuat kita abai terhadap komplikasi lain yang sebenarnya sering terjadi, namun belum banyak diketahui.


Bulan September ditetapkan oleh Sepsis Alliance sebagai Sepsis Awareness Month sejak 2011. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap komplikasi Sepsis yang masih jarang diketahui.

Meski jarang didengar, nyatanya Sepsis merupakan salah satu komplikasi berbahaya yang menyerang lebih dari 30 juta orang serta menyebabkan kematian pada 6 juta korban di dunia setiap tahunnya berdasarkan data dari WHO (World Health Organization) pada Agustus 2020. Sebenarnya, apa itu Sepsis?

TENTANG SEPSIS

Sepsis adalah komplikasi yang disebabkan oleh infeksi. Komplikasi ini menyebabkan tekanan darah turun drastis dan berakibat pada kerusakan organ-organ tubuh. Sepsis muncul ketika sistem kekebalan tubuh aktif untuk melawan infeksi secara tak terkendali. Sepsis dapat timbul dari infeksi bakteri, virus, atau jamur pada bagian tubuh dan organ manapun. Hal-hal inilah yang membuat Sepsis berbahaya hingga dapat berujung pada kematian.

Komplikasi ini dapat menyerang siapapun yang sedang mengalami infeksi. Namun, terdapat beberapa golongan yang rentan terhadap komplikasi Sepsis:

- Orang tua
- Wanita hamil atau menyusui
- Bayi yang baru lahir
- Pasien yang tengah dirawat
- Pengidap HIV/AIDS
- Pengidap sirosis hati
- Pengidap kanker
- Pengidap penyakit ginjal
- Pengidap penyakit autoimun
- Orang tanpa limpa

GEJALA SEPSIS

Gejala awal pada komplikasi Sepsis merupakan gejala dari infeksi yang menyebabkannya. Namun, gejala yang paling umum dari komplikasi ini adalah demam, nyeri otot, serta diare. Gejala-gejala lain yang mungkin muncul antara lain:

- Perubahan keadaan mental
- Sulit bernapas atau bernapas terlalu cepat
- Jantung berdebar
- Tekanan darah rendah
- Urin berkurang
- Kulit berbintik
- Demam tinggi
- Tubuh terasa sangat nyeri dan tidak nyaman

PENCEGAHAN SEPSIS

Meski tergolong sebagai komplikasi berbahaya, Sepsis masih dapat disembuhkan. Walau begitu, pencegahan selalu menjadi opsi terbaik dibanding mengobati. Terdapat dua langkah pencegahan Sepsis yang diimbau oleh WHO:

1. Pencegahan transmisi mikroba dan infeksi

Pencegahan pada langkah ini merupakan pencegahan yang seharusnya dilakukan oleh semua orang. Untuk menghindari transmisi bakteri dan infeksi yang masuk ke tubuh, maka perlu menerapkan pola hidup sehat dan bersih dengan cara sebagai berikut:

- Menjaga higienitas tubuh
- Sering mencuci tangan dengan sabun
- Gunakan air yang bersih dan mengalir untuk mengenai tubuh
- Memperhatikan kebutuhan nutrisi tubuh dan mengonsumsi makanan sehat
- Vaksinasi

2. Pencegahan evolusi infeksi menjadi Sepsis

Apabila telah terdapat infeksi pada anggota tubuh atau organ tubuh Anda, maka langkah yang perlu ditempuh untuk menghalau evolusi komplikasi ini adalah sebagai berikut:

- Periksakan ke dokter apabila mengalami infeksi atau memiliki gejala komplikasi Sepsis
- Mencari bantuan medis
- Ikuti perawatan medis sesuai arahan dokter